Rekaman Debat Wahabi vs NU

Beberapa tahun yang lalu setelah beredar buku MANTAN KIAI NU MENGGUGAT, terdapat sebuah buku baru hasil kajian generasi NU untuk membuongkar kebohongan buku tersebut. Dan pernah diadakan bedah buku sekaligus dialog debat antara pengantar buku itu dan tim penulis buku saingannya. Saya telah mendapatkan video debatnya bahkan mengkonvertnya menjadi mp3 dan amr. Format AMR bisa dibaca di kebanyakan HP yang sudah mendukung mp3 player, dengan ukuran file yang sangat kecil. Bandingannya, video 2 CD menjadi sekira 5 MB file AMR audio.

Download Bagian dua
Download Bagian satu

Penulis Buku “Mantan Kiai NU Menggugat” Tidak Siap Hadiri Debat Terbuka
(Selasa, 4 Maret 2008 18:32 Surabaya, NU Online)

Kurang sepuluh hari pelaksanaan dialog terbuka penulis buku Mantan Kiai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik, H Mahrus Ali, penulis buku, menyatakan tidak siap hadir. Keputusan itu disampaikan kepada NU Online oleh Usman, katua panitia dialog terbuka Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya pada Selasa (4/3). Usman menyatakan hal itu setelah dirinya berkunjung ke rumah H Mahrus sehari sebelumnya. “Beliau menyatakan tidak bersedia hadir,” kata Usman.

Pernyataan Usman itu dibenarkan oleh Musa, salah seorang kepercayaan H Mahrus. Dihubungi NU Online via ponselnya, lelaki alumnus Pesantren Tambakberas Jombang itu menyatakan gurunya memang tidak siap hadir.

“Karena alasan keamanan,” tuturnya. Meski dijelaskan pihak panitia sudah menjamin keamanan H Mahrus, namun pihaknya belum ada rencana mengubah keputusan itu.

Pada mulanya Musa mengaku banyak alasan untuk membatalkan rencana awal, faktor keamanan hanyalah salah satunya. Namun ketika didesak untuk menyebutkan beberapa faktor penyebab keberatan itu, ia malah tidak bisa menyebutkannya. “Ya keamanan itu saja,” lanjutnya.

Menurut Musa, para murid H Mahrus yang kebanyakan berlatar belakang NU lebih menghendaki agar gurunya mau datang dalam dialog itu. Dengan adanya dialog terbuka, akan sama-sama tahu keabsahan dalil yang dipakai selama ini. Namun hingga kini gurunya masih belum menyatakan kesiapannya.

Di sisi lain, sekalipun gurunya yang berperan sebagai penulis buku tidak hadir, namun pihaknya meminta agar penerbit Laa Tasyuk! Pres juga diundang dalam dialog itu. Sebab yang membuat judul bombastis dan banyak menyingung perasaan tokoh NU itu adalah penerbit, bukan penulis buku.

“Dia yang makan nangkanya kita yang kena getahnya, kan tidak enak jadinya,” kata Musa yang mengaku sejak awal tidak setuju dengan judul buku itu.

Respon dari Tokoh NU
Sudah jelas, banyak tokoh NU merasa kecewa denga tidak hadirnya H Mahrus dalam dialog yang akan digelar di IAIN Sunan Ampel pada 12 Maret itu. Sebab sebelumnya mereka mendengar kabar kalau H Mahrus siap hadir. Tapi ketika kesediaan itu dibatalkan, mereka tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

“Alasan karena keamanan itu tidak rasional,” kata KH Ali Masyhuri, salah seorang Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur. “Itu hanya mengada-ada,” lanjut kiai yang biasa disapa Gus Ali itu. Ia mengaku kecewa karena sejak lama ingin tahu wajah orang yang bernama H Mahrus Ali yang kontroversial itu.
Dengan nada menyakinkan, kembali ia mengharap agar H Mahrus mau hadir dalam acara dialog itu. Soal keamanan sepenuhnya ditanggung Gus Ali. “Saya jamin keamanannya,” ujarnya tegas.

Kekecewaan juga terlihat dari Ketua Tim LBM PCNU Jember, Drs KH Abdullah Syamsul Arifin, MHi. Ia juga mengaku gembira dengan adanya kabar H Mahrus siap hadir, namun ketika membatalkan kesediaan, tentu saja rasa penasaran itu muncul. “Kalau memang merasa benar dan dalilnya kuat, kenapa harus takut adu argumentasi?” begitu Kiai Abdullah mempertanyakan.

Lebih jauh ia mempertanyakan motivasi penulisan buku itu. Sudah jelas menginggung perasaan orang NU, diajak klarifikasi malah tidak mau. “Terus mau diselesaikan dengan cara apa?” begitu pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Curang Kalong Bangsalsari Jember itu mempertanyakan. “Mestinya penulis itu berani mempertanggungjawabkan apa yang ditulis, bukan malah menghindar. Itu kan sama artinya tidak yakin dengan apa yang dia tulis sendiri,” tandas dosen STAIN Jember itu.

Salah seorang Wakil Katib Syuriah PWNU itu menuturkan, kisah serupa pernah terjadi di daerahnya dua tahun silam. Kala itu ada seorang wahabiyin bernama Lukman Ba’abullah, menyebarkan paham wahabi di Jember melalui buletin bernama Al-Ilmu. Sama dengan buku karangan H Mahrus, tulisan dalam Al-Ilmu banyak menyinggung perasaan nahdliyin. PCNU Jember bergerak dengan menulis buku bantahan dari buletin penyebar keresahan itu. Setelah itu Lukman diajak adu argumentasi secara terbuka. Berkali-kali diajak tidak mau, akhrinya kasusnya dibawa ke FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama). Di depan FKUB Lukman meminta maaf dan menghentikan tulisannya yang banyak menyinggung perasaan umat Islam itu. “Sekarang kasusnya terulang lagi,” tutur Kiai Abdullah.

Menurut Kiai Abdullah, panitia tidak harus memaksa penulis buku itu nanti hadir. Hanya saja sebagai konsekwensi logis, sebagai jalan keluar, pihaknya meminta agar penerbit dan penulis menarik seluruh buku yang menyinggung perasaan itu. “Mau bagaimana lagi, diajak ngomong enak-enak juga tidak mau,” tuturnya dengan nada mulai meninggi.
Dari panitia pelaksana dikabarkan, meski penulis buku menyatakan tidak hadir, namun acara dialog terbuka itu tidak dibatalkan, karena KH Muammal Hamidy, pemberi kata pengantar, menyatakan siap. Panitia mengaku tidak mempermasalahkan apakah dialog itu menarik atau tidak, karena hanya dihadiri pemberi kata pengantar (mungkin juga penerbit), namun rencana itu tidak dibatalkan. Sudah banyak pondok pesantren yang minta diberi undangan agar bisa hadir dalam pertemuan itu. Bahkan sebagian dia antara permintaan itu datang dari Jakarta. (sbh)

Gus Ali: Mahrus Itu Memalukan
Rabu, 5 Maret 2008 05:35
Surabaya, NU Online
Buku Mantan Kiai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik karya H Mahrus Ali, menurut KH Ali Masyhuri (Gus Ali) tidak lebih sebagai buku yang memalukan. “Itu sangat memalukan,” tuturnya dengan nada tinggi.

Menurut Gus Ali, di jaman yang serba susah ini, ketika pendidikan umat Islam kian mundur menghadapi globalisasi, dan semakin banyak jumlah orang miskin, seharusnya orang menulis buku yang ada manfaatnya untuk kaum muslimin. “Mestinya orang menulis buku bagaimana caranya agar pendidikan dan ekonomi umat Islam ini maju, bukan malah ungkit-ungkit persoalan yang tidak pernah selesai itu,” tandasnya dengan perasaan penasaran.

“Itu artinya,” kata Gus Ali, “Mahrus dan pemberi kata pengantarnya itu tidak paham dengan esensi ajaran Islam, memalukan,” pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat Tulangan itu menegaskan. “Buku itu tidak ada manfaatnya blas, malah hanya memancing kemarahan dan merusak ukhuwah,” tandasnya.

Lebih jauh Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur itu menghimbau kepada kaum nahdliyin agar tidak terpancing. Apalagi ketika penulisnya tidak mau diajak dialog terbuka. “Mestinya penulis itu bersikap dewasa dan berani bertanggung jawab dengan apa yang ditulisnya,” kata Gus Ali.

Dialog yang diinginkan di IAIN itu nantinya, menurut Gus Ali, adalah ingin menguji sejauh mana validitas data yang dipakai oleh H Mahrus. Bukan main pukul dan menang-menangan. “Tapi mengedepakan ilmu dan kebenaran, bukan untuk adu jotosan,” ujarnya dengan gayanya yang khas.

Untuk saat ini, menurut Gus Ali, banyak pengurus NU yang dibuat bingung oleh sikap H Mahrus. Menulis buku yang menyinggung perasaan, tapi diajak dialog untuk mempertanggungjawabkan malah tidak mau. “Tidak ditanggapi itu realitas, ditanggapi itu tidak ada manfaatnya,” tuturnya. (sbh)

KH Muammal Hamidy, Penulis Kata Pengantar pada buku Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik, hadir dalam debat terbuka yang digelar di ruang Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/3) kemarin. Namun, saat itu juga, ia mengakui jika dirinya tak paham dan tak menguasai masalah.

Muammal mengakui ada yang salah dalam menulis kata pengantar. Ia mencontohkan perihal ber-tawassul (berdoa melalui perantara) yang dinilai H Mahrus Ali (penulis buku tersebut) sebagai perbuatan syirik (menyekutukan Allah). Padahal, para ulama ternama yang menjadi rujukan umat Islam dunia hingga sekarang, juga pernah melakukannya.
Alumus pertama Jami’ah Islamiyah, Madinah, Arab Saudi, itu, akhirnya mengakui jika dirinya salah. Tak hanya itu. Ia pun mencabut keterangan yang ada dalam buku itu dan menganggapnya tidak pernah ada serta menandatangani pernyataan kesalahan itu.
Kesalahan lain yang dilakukan Muammal adalah ia mengakui kalau belum membaca seluruh isi buku itu. Padahal, dalam keterangan sebelumnya, ia mengakui kalau sudah membaca semuanya.
Mengetahui hal itu, Abdul Basith, pemandu acara tersebut, akhirnya menghentikan debat terbuka yang tak berimbang itu.
Sebelumnya, pokok bahasan pada debat terbuka itu hanya difokuskan pada dua hal: tawassul dan istighosah. Hal itu dilakukan lantara Muammal memang diketahui tak terlalu menguasai masalah.
Hampir seluruh dasar-dasar yang disampaikan Muammal dibantah KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua Tim Lembaga Bahsul Masail Pengurus Cabang NU Jember, Jatim.

.
Share this article :
 

+ komentar + 79 komentar

Kamis, Desember 16, 2010 10:27:00 AM

Mantap gan.emang wahaby bisanya cuma buat masalah doang.

Anonim
Sabtu, Januari 15, 2011 4:30:00 PM

Tak ada "WAHABI" tak kenal ISLAM yang ASLI !!!!!!!

Anonim
Selasa, Februari 22, 2011 11:35:00 AM

Yang turun tangan padahal ulama hanya sekelas PCNU, tapi Muammal Hamidi sudah kelabakan gak bisa jawab, apalagi yang turun tangan sekelas PBNU atau Kyai2 Khos NU apa jadinya Muammal Hamidi ? pastilah pulang kerumahnya sambil merangkak, makanya ngaji lagi yak Pak Muammal !!!

Anonim
Minggu, Februari 27, 2011 7:30:00 AM

Walaupun debat ini udah lama terjadi,, saya tetep ngenes sama penulisnya.. PENGECUT!!!

Anonim
Minggu, Februari 27, 2011 7:31:00 AM

Maaf maksud saya Penulis Buku itu..

Kamis, Maret 03, 2011 10:31:00 AM

dimana bisa kita dapatkan buku tersebut? apakah ada yang berbentuk file?

Anonim
Selasa, Mei 24, 2011 11:04:00 AM

Mantap,hancurkan wahabi !

Khairul Aanam
Minggu, Mei 29, 2011 6:38:00 PM

Pak Muammal Belum dikatakan kalah karena argumen yang dipakai A,ab Haditsnya sudah dikatakan lemah tetapi tidak digubris .

Anonim
Selasa, Mei 31, 2011 11:54:00 PM

Buku Mantan Kiai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik karya H Mahrus Ali, menurut KH Ali Masyhuri (Gus Ali) tidak lebih sebagai buku yang memalukan. “Itu sangat memalukan,” tuturnya dengan nada tinggi.
Mungkin Gus Ali baru tahu kalo orang NU bikin buku memalukan?
Kalo hadirin yang datang di acara debat mau mendengarkan Pak Muamal Khamidi ya mending dapat pencerahan. Debat kusir gitu sebaiknya memang Pak Mahrus Ali gak usah hadir. Gak akan selesai... Sama-sama gak paham agama aja pada debat. Kampungan, tidak berkualitas. Lihat debat Dr Zakir Naik, itu baru berkualitas...

Bukan Wahabi
Selasa, Juni 07, 2011 2:52:00 PM

Wah..... jangan bilang gitu...! Ini blognya santri NU lho.... NU bukan teroris, bukan penebar kebencian, bukan penebar kedengkian, bukan penebar pemusuhan, bukan penebar kebejatan. Kendalikan emosi kita jangan bikin malu orang NU.

Anonim
Rabu, Juni 15, 2011 5:09:00 PM

WAHABI :
Dalil main asal COPAS
Ilmu dangkal serasa paling sunnah
Hobinya cari musuh sesama islam
Ambil rujukan yg HANYA sesuai dgn Pendapatnya
Anak kemaren sore udh sok ngebantah MUJTAHID

Anonim
Rabu, Juni 15, 2011 11:37:00 PM

Ini blognya orang Islam apa blog punya anak cucunya Snook Horgonye ya? tulisan2nya ngawur bin nglantur alias bejat. Isinya cuma isu permusuhan, perpecahan, egoisme golongan,egoisme organisasi. Coba tolong diisi tulisan2 yang mengandung da'wah Islam yang damai dan sejuk agar orang2 yang mampir ke blog ini tertarik. Tunjukkan bahwa Islam itu damai, Islam itu indah. Bukan kaya begini. Menyesatkan umat. Islam kok dihancurkan sendiri oleh pemeluknya. pada sok tau padahal goblok alias tolol.

Kamis, Juni 16, 2011 1:47:00 PM

rumusnya kalau ber agama karena ikhlas maka akan tunduk pada kitab Allah dan sunnah RasulNya.dan akan jujur hatinya.karena pendenraran ,penglihatan dan hati nanti akan di tanya.

Anonim
Sabtu, Juni 25, 2011 8:51:00 PM

Untuk memahami dalil-dalil secara lengkap, silahkan saja cari buku yang berjudul seperti diwah ini :

1) Bantahan Terhadap Ajaran Wahabi
2) Meluruskan Kesalahan Buku Putih Kyai NU
3) Buku Pintar Berdebat Dengan Wahhabi
4) Bid'ahnya Tuduhan Bid'ah; Telaah Kritis atas Buku "Penjelasan Gamblang Seputar Hukum Yasinan, Tahlilan & Selamatan"
5) Kenapa Takut Bid'ah? Dalil Keabsahan Peringatan Maulid Nabi dan Istighatsah
6) Mana Dalilnya 1 (Seputar Permasalahan Ziarah Kubur, Tawassul, Tahlil)
7) Mana Dalilnya 2 (Maulid Nabi, Sunnah atau Bid'ah)
8) Manaqiban; Syirik & Bid'ah kah?
9) Menjawab Vonis Bid'ah (Kajian Pesantren Tradisi & Adat Masyarakat) dari Lirboyo
10) Shalat Tasbih, Sunnah Rasul yang Dianggap Bid'ah dan Sesat
11) Shalatlah Seperti Rasulullah SAW (Dalil Keshahihan Shalat ala ASWAJA); KH. Muhyiddin Abdusshomad
12) Tanya Jawab Seputar Sunnah & Bid'ah
13) Tawashul Syirik & Bid'ah kah?
14) Ternyata..! NU Tidak Bid'ah
15) Argumentasi Ulama Syafi'iyah Terhadap beberapa Tuduhan Bid'ah
16) Radikalisme Sekte Wahabiyah; Mengurai Sejarah & Pemikiran Wahabiyah (edisi Revisi)
17) Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi; Mereka Membunuh Semuanya Termasuk Para Ulama
18) Terbongkar! Lumbung Dinar Jaringan Islam Radikal & Pertikaian Faksi2 Wahabi
19) Hujjah Ahlusunnah Wal Jama'ah Atas Penyelewengan Kaum Wahabiyah
20) Kamus Syirik (Edisi Revisi); Telaah Kritis Atas Dokrin Faham Salafi/Wahabi

Anonim
Minggu, Juni 26, 2011 1:06:00 AM

Blog ini isinya kok bid'ah melulu ya? Ada permusuhan, penghujatan, Wahabi, perseteruan, dll. penulis di sini apa tidak tau yang benar atau salah ya? Apa iya orang2 NU seperti itu?

Anonim
Minggu, Juli 10, 2011 12:45:00 AM

Debat murahan Pak Mahrus Ali tidak usah datangf aja, mending nonton aja sambil manggut-manggut dirumah.

Anonim
Kamis, Juli 21, 2011 10:52:00 AM

Assalam...


Ini permintaan dari saya, saya berhaap ada pengajian fikih yang bisa direkam dan di upload. ini penting karena banyak kalangan wahabi berhasil karena mereka menggunakan media, kalau ada rekaman ngaji mungkin saja fathul qorib, mu'in dsb. Insyallah yang demikian ini akan banyak dibuthkan generasi muda.

Agus - Brawijaya

Anonim
Selasa, Agustus 09, 2011 10:42:00 AM

Membela diri dan membela kehormatan wajib hukumnya bagi umat islam, kalau aqidah ahlussunnah wal jamaah terus dilecehkan tanpa ada toleransi dari aqidah orang lain(spt wahabi), maka sebagai umat islam wajib hukumnya membela aqidah ahlusunnah waljamaah tsb, sebenarnya orang2 wahabilah yang memulai pelecehan/permasalahan ini, kami orang2 ahlussunnah waljamaah hanya membela diri dengan mendudukkan permasalahan sesuai dengan Alquran dan Assunnah.

Anonim
Sabtu, Agustus 13, 2011 11:31:00 PM

Sebenarnya kalau dasarnya sama yaitu Al Qur'an dan As-Sunnah tidak lagi ada perdebatan. Kecuali Al Qur'an dan As-Sunnahnya berbeda, yang satu pake asli dan yang lain pakai palsu alias karangan manusia biasa. Sudah pasti banyak pertentangan dan perdebatan.
Untuk itu jauhilah hadits-hadits palsu karangan manusia yang bertentangan dengan ayat-ayat Al Qur'an. Kembalilah kepada Al Qur'an dan As-Sunnah jangan terkecoh dengan hadits-hadits palsu karangan manusia biasa, insya Alloh selamat.
Amin.

Anonim
Selasa, Agustus 16, 2011 2:07:00 PM

Ahli sunnah wal jama'ah ATAU Ahli Bid'ah wal Jama'ah....kalau hati kita masih bersih pasti hati tersebut akan mengatakan yang benar kecuali hatinya sudah dirasuki rasa benci dan fanatik golongan wal hasil Alloh Subhanahu Wa Ta'ala akan mengunci hati yang demikian. sebetulnya kalau kita mau jujur dengan apa itu kebenaran, tinggal kembali saja kepada Al Qur'an dan Sunnah (pelajari sunnah dari sumbernya yang sahih) Insya Alloh tidak akan ada lagi yang namanya fanatik golongan, mengkultuskan figur, kecuali figur Rosul Sollahu Alaihi Wasallam yang sudah dijamin oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan salah dan selain dari beliau adalah manusia biasa yang tidak akan pernah lepas dari Khilap dan kesalahan.

Anonim
Sabtu, Agustus 20, 2011 2:14:00 PM

Sebaiknya perlu mawas diri dulu sebelum menganggap golongan lain keliru, atau menganganggap mudah utk bisa memahami Alqur'an dan Hadist seutuhnya tanpa didasari dg berbagi Ilmu yang mendukungnya, apakah ke ilmuan kita sudah mengangap setara atau bahkan lebih hebat dari para ulama terdahulu yang waktu dan pikirannya dicurahkan untuk kajian agama, seperti beliau Al Hafidh Al Hujjah Imam Syafi'i, Al Hafidh Al Mhadist Imam Malik, Al Hafidh Al Muhaddist Imam Jalaludin Abdurahman Assuyuthi, juga para imam lainnya. kalau saya yang awam hanya bisa mengikuti ajaran Rasul Muhammad SAW, melalui petuah" dari para kyai / ulama, yang Insya Allah beliau merujuk dari ulama" terdahulu dan pastinya bersumber dari Rasul Muhammad SAW dan para SahabatNya

Senin, Oktober 31, 2011 3:05:00 AM

Kami membiarkan kalian dengan amalan-amalan kalian, tapi kalian malah menghujat kami ahlussunnah wal jama'ah dengan media buku yang disebarkan ke publik dengan berbagai kepalsuan kalian, dan saat penulis buku tersebut diundang untuk menjelaskan dan mempertanggung jawabkan tulisannya eh malah ga mau datang,,

wahwahwah.....

Kamis, Desember 15, 2011 5:34:00 PM

ga perlu memperdebatkan orang kaya mahrus ali,atau simpatisanya,nanti makin ke ge'eran,sangkanya kita suka padahal eneknya bukan main

Selasa, Januari 10, 2012 7:53:00 PM

orang nu lawan nu ya ....

Kamis, Maret 15, 2012 8:31:00 PM

Bismillahirrahmaanirrahiim, Na'udzubillah mindzalik tsumma na'udzubillahi mindzalik, mempersoalkan sesuatu tidak berdasar pada dalil dan pemahaman yang sama, memang tidak kan pernah bertemu, sampe hari kiamat, karena itu alangkah baiknya masing-masing menyadari bahwa NU/MD/wahabi sama-sama berjuang untuk islam, bertuhan yang sama, bernabi yang sama, berkiblat yang sama, syahadat yang sama,sholat wajib sama,puasa wajib sama, haji sama, LIHATLAH PERBEDAANNYA SEDIKIT SEKALI, tidak perlu dibesar-besarkan, tidak perlu ditonjol-tonjolkan, masing-masing ada kelebihan dan kekurangan sudah pasti, TAPI JUNJUNG DAN MULYAKAN PERSAMAANNYA, pasti kan membawa ukhuwah islamiyah yang kokoh sessama umat islam. aaaaaaaaaaaaaaaaammmmiiiiiiiiiiiiiiiiin!Ingat syetan, orang-orang kafir, munafik, musyrik selalu mendorong kita untuk saling bermusuhan, akibatnya mereka yang diuntungkan, kita yang dihancurkan. Na'udzubillah mindzalik tsumma na'udzubillahi mindzalik!!!

Senin, April 23, 2012 4:04:00 PM

maaf saya hanya orang awam yg ingin urun rembug di sini...ukuran kebenaran setahu saya tidak cukup hanya dengan alquran dan hadist ( tentunya yg sohih ) saja tapi harus dgn pemahaman para sahabat.....karena kalau pemahamannya di kembalikan pada masing2 individu ya akan terjadi seperti ini ...hanya saling menyalahkan satu sama lain.....suwun.....

Rabu, April 25, 2012 4:22:00 PM

kenapa ya kayaknya kok wahabi menjadi momok yg menakutkan gitu.....terus terang saya tidak tahu wahabi itu apa...jangan sampai kita menghujat seseorang sementara kita tidak mengetahui keadaan yg sebenarnya dari orang yg kita hujat.....apa kita sudah siap mempertanggungjawabkan atas perbuatan kita besok di hari kiamat...? bagaimana kalau yg kita hujat itu ada di posisi yg benar....? aku nda mau ah...ikut hujat menghujat....wassalamm....

Rabu, April 25, 2012 4:28:00 PM

oh...apa benar mas wahabi seperti itu....? berani tidak anda bersumpah atas nama Alloh bahwa apa yg anda tulis itu benar...? maaf saya tidak tahu wahabi itu apa...tapi kalau tak lihat di blog ini sih kayaknya pada benci banget sama wahabi...

Rabu, April 25, 2012 4:33:00 PM

aku jadi bingung.....semua umat islam kok ngakunya ahli sunah waljamaah...? NU,MOHAMADIYAH,PERSIS,dll kok pada ngaku2 ahli sunah wal jamaah...? tapi masing2 kelompok mengaku paling benar,,,,,? piye....iki......?

Senin, Mei 21, 2012 9:40:00 PM

Bener2 fitnah akhir jaman...

Minggu, September 16, 2012 10:20:00 PM

kok ndak bisa di dolod? kirim p to p bisa? tks

Senin, Desember 10, 2012 10:04:00 PM

wahabi2

Senin, Desember 10, 2012 10:32:00 PM

orang yang jauh dari agama dan tidak mengenal ulama/kiai akan bingung melihat temen2 ASWAJA berjuang untuk meredam kesombongan WAHABI.
saudaraku se aqidah...... mari selalu mendekat kpd ulama untuk selalu benar dalam memahami Al-Qur'an dan Al-Hadits.

Sabtu, Desember 22, 2012 7:30:00 PM

Ayo,,,,, hancurkan wahabi, mereka antek2 yahudi,,, bisanya cuma kembali kepada Alqur'an dan hadits, padhl haditsnya cm kullu bid'atin dholaalatun, cm itu haditsnya, kl kembali kpd alqur'an itu kembali yg mana ??? mau shalat ashar sj dlm alqur'an tdk ada yg menerangkan bgmn crnya shalat ashar, bacaannya apa? crnya bagmn? AYOOO JWB,,, trs kalau mau bc alqur'an dg benar hars pake ilmu tajwid, mmgnya rasul pernah mengajarkan ilmu tajwid ? yg ngajar manusia bro,,, ulama' manusia biasa,,, kok kembali kpd alqur'a, apa kamu tdk tahu kalo alqur'an dlnya tdk ada apa2nya, tdk ada titik, harakat dlsbgnya, siapa yang ngasih manusia biasa,, ulama' kok ndak mau ikut ulama' mau ikut siapa? utsaimin,,, ibnu taimiyyah, abdul wahhab, albani, mrk jg manusia brooo.....

Kamis, Desember 27, 2012 12:00:00 AM

hehehe wahabi ilmu sedengkul ngakunya setinggi langit tp saat di ukur malah lebih tinggi pohon kencur

Senin, Desember 31, 2012 11:10:00 AM

ini debat NU sama NU kayaknya sih... kok wahabi jadi bahan celaan? aneh... mungkin kalian yang merasa ilmunya setinggi langit silahkan dengarkan dan fahami kajian2 ilmiah di http://www.kajian.net/ mudah2an dapat meredam kesombongan kalian.

Rabu, Januari 09, 2013 10:10:00 AM

Ada yg mengatakan hadist berikut ini untuk khawarij, ada yg mengatakan untuk wahabi.
Ada yg mengatakan wahabi adalah neo-khawarij; ada yg mengatakan wahabi bukan khawarij, namun ada beberapa sisi kesamaan. Wallahu a’lam bish-shawab

1- Abdullah bin Mas'ud, haditsnya diriwayatkan oleh Ahmad dalam kitab al-Musnad (1/404), at-Tirmidzi dalam Sunannya (nomor 2188), Ibnu Majah (nomor 168) dari Abdullah bin Mas'ud ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:
"Akan muncul nanti di akhir zaman satu kaum yang dangkal akalnya, muda belia, atau beliau berkata, muda usianya, mereka mengucapkan sebaik-baik per kataan manusia, mereka membaca al-Qur'an dengan lisan mereka namun tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar dari Islam seperti keluarnya anak panah dari busurnya. Barangsiapa mendapati mereka maka perangilah mereka sebab bagi yang memerangi mereka telah tersedia pahala yang besar di sisi Allah."
Ini merupakan lafal riwayat Ahmad dalam Musnadnya
2- Anas bin Malik, haditsnya diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (3/189 dan 224), Abu Dawud dalam Sunannya dari duajalur (nomor 4765 dan 4766) dan Ibnu Majah (nomor 175).
3- Jabir bin Abdillah al-Anshari, haditsnya diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya dari tiga jalur (3/354 dan 355), Muslim dalam Shahihnya nomor 1063 dan an-Nasa'i dalam Sunanul Kubra nomor: 8087 dan 8088.
4- Sa'ad bin Abi Waqqash, haditsnya diriwayatkan oleh Ya'qub bin Sufyan dalam al-Ma'rifah wat Tarikh (3/406) kemudian al-Baihaqi meriwa-yatkan dari jalur Ya'qub dalam Dala'ilun Nubuwwah (6/433) dan juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad (1/179).
5- Abu Sa'id al-Khudri Sa'ad bin Malik bin Sinan al-Anshari, diriwayatkan dari beberapa jalur darinya, diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (3/15, 33, 34, 48, 52, 56, 60, 68, 72, 73 dan 82), demikian pula diriwayatkan oleh al- Bukhari dalam Shahihnya (nomor 4351, 5058 dan 7562) dan Muslim (144,147,148 dan 1064).
6- Sahal bin Hunaif al-Anshari, hadits diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (3/486) dan diriwayatkan juga dalam Shahih al-Bukhari nomor (6934) dan Muslim (159,160 dan 1068).
7- Abdullah bin Abbas, haditsnya diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunannya (nomor 171).
8- Abdullah bin Umar bin al-Khaththab, hadits diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (2/84).
9- Abdullah bin Amru bin al-'Ash, haditsnya diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (2/198 dan 199).
10- Abu Dzar al-Ghifari diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya (158 dan 1067).
11- Rafi' bin Amru al-Ghifari, diriwayatkan oleh Muslim bersama hadits Abu Dzar di atas.

Rabu, Januari 09, 2013 10:11:00 AM

Ada yg mengatakan hadist berikut ini untuk khawarij, ada yg mengatakan untuk wahabi.
Ada yg mengatakan wahabi adalah neo-khawarij; ada yg mengatakan wahabi bukan khawarij, namun ada beberapa sisi kesamaan. Wallahu a’lam bish-shawab

1- Abdullah bin Mas'ud, haditsnya diriwayatkan oleh Ahmad dalam kitab al-Musnad (1/404), at-Tirmidzi dalam Sunannya (nomor 2188), Ibnu Majah (nomor 168) dari Abdullah bin Mas'ud ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:
"Akan muncul nanti di akhir zaman satu kaum yang dangkal akalnya, muda belia, atau beliau berkata, muda usianya, mereka mengucapkan sebaik-baik per kataan manusia, mereka membaca al-Qur'an dengan lisan mereka namun tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar dari Islam seperti keluarnya anak panah dari busurnya. Barangsiapa mendapati mereka maka perangilah mereka sebab bagi yang memerangi mereka telah tersedia pahala yang besar di sisi Allah."
Ini merupakan lafal riwayat Ahmad dalam Musnadnya
2- Anas bin Malik, haditsnya diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (3/189 dan 224), Abu Dawud dalam Sunannya dari duajalur (nomor 4765 dan 4766) dan Ibnu Majah (nomor 175).
3- Jabir bin Abdillah al-Anshari, haditsnya diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya dari tiga jalur (3/354 dan 355), Muslim dalam Shahihnya nomor 1063 dan an-Nasa'i dalam Sunanul Kubra nomor: 8087 dan 8088.
4- Sa'ad bin Abi Waqqash, haditsnya diriwayatkan oleh Ya'qub bin Sufyan dalam al-Ma'rifah wat Tarikh (3/406) kemudian al-Baihaqi meriwa-yatkan dari jalur Ya'qub dalam Dala'ilun Nubuwwah (6/433) dan juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad (1/179).
5- Abu Sa'id al-Khudri Sa'ad bin Malik bin Sinan al-Anshari, diriwayatkan dari beberapa jalur darinya, diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (3/15, 33, 34, 48, 52, 56, 60, 68, 72, 73 dan 82), demikian pula diriwayatkan oleh al- Bukhari dalam Shahihnya (nomor 4351, 5058 dan 7562) dan Muslim (144,147,148 dan 1064).
6- Sahal bin Hunaif al-Anshari, hadits diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (3/486) dan diriwayatkan juga dalam Shahih al-Bukhari nomor (6934) dan Muslim (159,160 dan 1068).
7- Abdullah bin Abbas, haditsnya diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunannya (nomor 171).
8- Abdullah bin Umar bin al-Khaththab, hadits diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (2/84).
9- Abdullah bin Amru bin al-'Ash, haditsnya diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (2/198 dan 199).
10- Abu Dzar al-Ghifari diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya (158 dan 1067).
11- Rafi' bin Amru al-Ghifari, diriwayatkan oleh Muslim bersama hadits Abu Dzar di atas

Sabtu, Januari 26, 2013 6:43:00 AM

Siapapun orangnya, ketika dia mengaku islam jangan kaitkan soal golongan. Entah itu NU, Muhammadiyah, LDII, Ahmadiyah, syiah, Wahabiyah dll termasuk madzab. Tapi marilah kita satu irama menjadi islam yang kafah sesuai petunjuk yang sahih. Al-Qur'an sebagai sumber dari segala sumber petunjuk. Biasakan kita mengaji dengan mengkaji. Biasakan kita mengacu pada Rosulullah bukan pada kata kyai, ustad dan sejenisnya.Kalau ibadah itu sudah jelas tuntunannya yaitu Qur'an dan sunah, ya kita tidak usah membuat ajaran baru nanti keliru krn agama itu kan 'itiba' mengikuti petunjuk nabi.

Minggu, Januari 27, 2013 2:46:00 PM

saya bingung sih, semua mengaku ahli sunnah wal jama'ah, coba kita melihat hadits nabi yang berbunyi "man ahlus sunnah waljama'ah ya Rasul? Nabi menjawab "Man ana 'alaihi wa ashabi (orang yang melakukan apa yang aku dan sahabatku lakukan), jadi jelas bahwa ahlus sunnah wal jama'ah bukan Nu dan bukan Muhammadiyah bukan Wahabi dan bukan siapa saja, akan tetapi orang yang melakukan amalan ibadah sesuai apa yang pernah dilakukan Nabi dan para sahabatnya, kalau amalan ibadah kita tidak pernah di lakukan Nabi dan sahabatnya ya kita bukan termasuk ahlus sunnah wal jama'ah. jadi gak usah aku yang sunnah atau kamu yang sunnah. gitu kan?

Sabtu, Maret 16, 2013 2:54:00 PM

Aduh, nyasar kesini, mungkin takdir? hehe
1. masalah tajwid, itu memng kspkatan brsama umat muslim, tp dlu, rsul mngjrkan cr mmbca dan jstru mngutmkan mnghflkannya drpd mnulisnya, mknya ada yg nmanya 7 huruf atau logat dlm mmbc alquran, itu gunanya, agr cr mmbcanya sama, tdk sprt ktb laen, itu indahnya kitab suci Al-Quran.
2.Tulisan ini hnya pnybar prpchan, knp sy blng bgtu? mslah ibdh sprti ini mmng bs trjadi, itulah indhnya prbdaan, yg tdk bs dtlransi adlh prbdaan aqdah, ktika kita ingin mmbahas tntang prmslahan tawashul atau yg lainnya, sprt ibdah, jgn lupa untuk mengmpulkan AHLI HADITS dan TARIKH, klau prlu dibuat skala nasional.
3. Di akhir jaman, bahkan akan ada ulama yg mngaku2 ulama, krn itu, spintr2 kyai bahkan ulama, kita tdk bleh fanatik trhdp 1 orng gru, toh, Islam saja mngjarkan mngambil smber dari al-quran dan hadis, knp tdak dari Al-Quran saja? bukan Al-Quran tdk lengkap, tp pst ada hikmah dibalik itu smua. Di akhir jaman pula, akan ada byk yng mngaku2 golongan yang bnar, bahkan trbagi 73 golongan, ini hadis yg mshur, krn itu, sy maklum bahwa byk yg mngku2, tinggal kita pintar2 mmilih saja, mnrut akal kita, hti kita, mnta ptnjuk pd Allah.
3. Ingat, Ilmu Allah itu luas, krn itu, yg dsbut lmu umum itu msh ilmu Allah, jgn biarkan akal kita trbelenggu dngn fanatik dan juga ajaran tradisi yg sbnrny ada sbgian mrupakan percampuran dngn agama2 dlu, silahkan pljari ilmu sjarah Indonesia ini.
Semoga, bermanfaat.

Minggu, April 21, 2013 7:21:00 AM

Orang tak tau wahabi kok ngomong tentang wahabi. Coba jelaskan apa itu wahabi dengan kitab rujukan yang jelas. Yang pantas disebut wahabi itu ya orang-orang NU, karena organisasi penyesat umat dengan berbagai tradisi bid'ahnya ini didirikan oleh KH. Abdul Wahab. Dalam perjalanan sejarah memang NU tidak mengkafirkan orang di luar kelompoknya, tapi lebih dari itu tokoh2nya menghalalkan darah sesama muslim demi membela kyainya. (Lihat kembali ceramah Nur M. Iskandar di kebumen beberapa tahun silam).

Senin, April 22, 2013 12:13:00 AM

Walah koq ananonim,intinya debat tu mencari kebenaran bukan tuk saling mengalahkan toh disitu ada adab berdebat... Lho kenapa??? Biar jelas duduk permasalahannya,memang bagi yg tak berilmu akan jadi debat kusir tp bagi mereka yg mempunyai dAsar ilmu akan menemukan kebenaran yg disepakati oleh masing" fihak. Dan mengapa anda sangat PROVOKATIF

Rabu, April 24, 2013 3:14:00 PM

Setuju...ini seperti pisau ;
Kalau di pegang koki maka untuk memasak
Kalau di pegang pandai besi pasti di teliti asli dan tdknya baik dan buruknya
Kalau di pegang pendekar tentu di berbicara senjata
lha kalau di bawa org bodoh mabok dan nakal pasti timbul mala petaka jadi harus diegang org yg bijak dan bisa tau hakikat pisau sesuai tuntunan pembuatnya dulu. Jamgan sampai cuma taklid buta
Dan yg parahnya lagi dibimbing ulama suk...

Rabu, April 24, 2013 3:20:00 PM

Iya mas setuju tapi perlu hati2 banyak ulama/kiai di mall2 dan peaantren yg berjuluk keren yaitu Ulama suk. Itu yg lbh di takuti rosullulloh drpd dajal.

Rabu, April 24, 2013 3:52:00 PM

Astafirulloh.....semoga di jauhkan dr hal2 negatif dan finah fitnah ulama2 suuk dan ahli2 kitab yg mengkultuskan ulama suk..dan ahli kitab yg
penyembah akalnya.

Rabu, April 24, 2013 3:58:00 PM

Apakah sdr ahmad sendiri sudah hafal quraan .....udah bagus bcaannya, hadistnya...maka kalau udah tinggi beraati ti.ggi pula ahklaqnya.....maka setiap muslim akan menjaga lisannya.

Senin, April 29, 2013 10:32:00 AM

‘Amir bin Sa’id dari bapaknya berkata bahwa satu hari Rasulullah saw telah datang dari daerah berbukit. Ketika Rasulullah saw sampai di masjid Bani Mu’awiyah lalu beliau masuk ke dalam masjid dan menunaikan sholat dua rakaat, maka kami pun turut sholat bersama dengan Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw berdoa dengan doa yang agak panjang kepada Allah swt. Setelah selesai berdoa maka Rasulullah saw pun berpaling kepada kami lalu bersabda: “Aku telah memohon kepada Allah SWT tiga perkara, dalam tiga perkara itu Allah swt hanya memperkenankan dua perkara saja dan satu lagi Dia ditolak”.

- Aku telah memohon kepada Allah swt supaya tidak membinasakan umatku dengan musim susah yang berpanjangan. Permohonanku ini dikabulkan oleh Allah swt.
- Aku telah memohon kepada Allah swt supaya umatku ini jangan dibinasakan dengan bencana tenggelam (seperti banjir besar yang telah melanda umat Nabi Nuh as. Permohonanku ini dikabulkan oleh Allah swt.
- Aku telah memohon kepada Allah swt supaya umatku tidak dibinasakan karena perselisihan sesama mereka (peperangan, perselisihan antara sesama muslim). Tetapi permohonanku tidak dikabulkan oleh Allah swt.”

Sabtu, Mei 18, 2013 5:30:00 PM

perdebatan yang tidak penting. jika diantara kamu terdapat perselisihan maka kembalilah kepada Al quran dan Hadist.

Rabu, Mei 22, 2013 9:02:00 PM

Di dunia ini apa sih yang tidak jadi perdebatan, telur ma ayam aja duluan mana bisa jadi perdebatan...

Jumat, Juni 14, 2013 9:23:00 PM

Jangan saling menyalahkan dan merasa diri lebih baik ajaran Islam adalah untuk memperbaiki akhlaq jadi pahaman apa saja silahkan karena kita punya akal dan bisa memahami mana yg sesuai buat diri kita yg penting kita hidup di muka bumi ini bisa hidup dgn akhlaq yg baik itulah inti dari ajaran Islam

Jumat, Juni 21, 2013 9:24:00 PM

Jangan berantem

Jumat, Juni 21, 2013 9:43:00 PM

Jgn berantem

Selasa, Juli 02, 2013 11:00:00 AM

file ini tidak lagi tersedia karena adanya klaim dari system.
Jadi, di mana saya bisa mendapatkan file-nya sekarang?

Senin, Juli 22, 2013 1:51:00 AM

@un fall,,,
coba dari sini kang..

http://tarunalaut.blogspot.com/2011/12/debat-terbuka-nu-wahabi-seri-1-8.html

Kamis, Agustus 01, 2013 12:25:00 AM

Sing rukun... MARI KITA KOREKSI DIRI KITA SENDIRI SAJA ... NGGAK USAH REPOT NGURUSIN ORANG LAIN ... APA YANG KAU YAQINI BENAR AMALKANLAH .... APA YANG YANG KAU YAQINI TIDAK BENAR TINGGALKANLAH , GITU AJA KOK REPOT...

Minggu, Agustus 04, 2013 7:02:00 AM

iddih kebiasaan. Tulisanya juga NU vs Wahabi. Jangan dibawa bawa Muhammadiyah dong ahh gx lucu. Lagian ASWAJA itu sebenarnya milik siapa sih ??? semua ngaku ASWAJA nie.....

Minggu, Agustus 04, 2013 7:11:00 AM

iddih kebiasaan. Tulisanya juga NU vs Wahabi. Jangan dibawa bawa Muhammadiyah dong ahh gx lucu. Lagian ASWAJA itu sebenarnya milik siapa sih ??? semua ngaku ASWAJA nie.....

Jumat, Agustus 30, 2013 2:09:00 PM

yang benar islam yang sesuai dengan rasulullah. namun banyak saudara2 kita yg kreatif dalam ibadah, menciptakan ibadah2 yg rasulullah gak pernah contohkan. semoga kita semua umat islam bersatu dan selalu terlindung dari perbuatan syirik dan bid'ah.

Selasa, Oktober 22, 2013 10:50:00 AM

koq udah merasa menang sich! yang di ajak debat orangnya gk ada...yang ngasih kata pengantar itukan orang muhammadiyah... payah yang coment cuma orang bloon yang doyan ikut-ikutan...kalau dilihat dari youtube hanya klaim sepihak gak cocok dengan judulnya...

Selasa, Oktober 22, 2013 10:59:00 AM

koq udah merasa menang sich! yang di ajak debat orangnya gk ada...yang ngasih kata pengantar itukan orang muhammadiyah... payah yang coment cuma orang bloon yang doyan ikut-ikutan...kalau dilihat dari youtube hanya klaim sepihak gak cocok dengan judulnya...

Minggu, November 17, 2013 4:33:00 PM

Allah tdk melihat apa itu nu,muhammadiyah,wahabi....hny amal ibadah ! ke 4 madzab tdk ada yg merasa dirinya paling benar,tp saling melengkapi kekurangan masing2,..sungguh aneh bila kita saling mencaci.

Minggu, November 17, 2013 4:37:00 PM

Allah tdk melihat apa itu nu,muhammadiyah,wahabi....hny amal ibadah ! ke 4 madzab tdk ada yg merasa dirinya paling benar,tp saling melengkapi kekurangan masing2,..sungguh aneh bila kita saling mencaci.

Senin, November 18, 2013 7:37:00 AM

klo diantara sesama saudara saja gegeran...yang senang tetangga sebelah....tinggal tepuk tangan, sekaligus ngompori....padahal semua ditunggangi setan melalui kesombongan merasa paling benar......Kebenaran itu hanya milik Allah.....klo ada saudara yg mengingatkan semisal ada yg tdk benar, adalah wajar, bila yg diingatkan tdk mau ya sdh, tdk boleh maksa, yg jelas tugasnya sdh dilakukan, ....kata gus Dur...gitu aja kog repot.....wahabi juga saudara...Nadliyin juga saudara....Muhammadiyah juga saudara....

Senin, November 18, 2013 10:56:00 PM

kagak ada wahabi kagak rame,,, hhh

jatuh bangun nyesatin orang lain,,, tp bagus lah,,,buat pembelajaran n peringatan agar qta hati" dg slogan "kembali pada qur,an dan hadis"
lha ilmu tafsir,ilmu hadis ja ya blum donx dah pake dalil macem".. balik maning maring laptop malah simpel... Yo kang kopine

Sabtu, Desember 21, 2013 12:58:00 PM

Waduh kejebak ma yahudi los semua pada. Uda ngurusin orang yg pda kelparan ma korupsi. To baru Allah seneng.

Selasa, Desember 31, 2013 3:10:00 AM

Wahai saudaraku klo anda tidak kenal dgn saw.. wahabi , kok anda seolah-olah tw ttang kebenaran . .
Hendaklh jd yg bijak , simak mana yg benar dan salah
Tak usah menapar dgn kata-kata islam ..
Intropexi dulu lah
Kita satu umat satu agama
Apa kata agama yg lain....
Apa kata negara yg lain.....
Sedang kita sendiri blom tau apakh amal prbuatan kita di trima oleh alla swt...
Marilah kita saling mendo'akn ssama umat nabi muhamad...

Selasa, Desember 31, 2013 3:22:00 AM

Ya allah .. .
Apakh anda sudah tau @dwi astiyanto
Bahwa amal perbuatan anda tlah di trima oleh allah swt....
Tntu tidak tau kan.........?
Jd g usah brkata suci seblom anda mensuci kn diri ......
Fahami lah alQur'an dan hadist"Nya secara detail ...

Selasa, Desember 31, 2013 3:27:00 AM

Kita ini brdiri di tanah jawa ...
Bukan di tanah arab
Jd jangan sama kn sama mereka ...
Dia kan udah kodratNya
Tau diri lah ...
Jangan sok suci...........
Tanpa wali songo islam tidak ada di pulau jawa FAHAM..

Minggu, Januari 05, 2014 3:11:00 PM

Yang berbahaya jika kita memaksakan kehendak/keyakinan kita tanpa dakwah yang santun, tahu kondisi/situasi, tanpa sikap toleran,Juga berbahaya sikap berlebih-lebihan/melampau batas walau itu baik/halal ,apalagi tidak baik/haram.Juga sikap fanatik buta tanpa mau belajar dan membandingkan.Sikap fanatik buta dan kultus membuat kita sulit menerima kebenaran/kebaikan dari orang lain.Jauhkan kebencian,kedengkian,sombong,suudhdhon,ujub kalau kita ingin mencari kebenaran dan membangun ukhuwwah islamiyah.Tak ada artinya berdiskusi,mencari ilmu kalau hanya karena dendam,benci,dan permusuhan.Bu'itstu liutammima makaarimal akhlaq.Ingat hadis ini ?

Sabtu, Februari 08, 2014 11:57:00 PM

heran.....kenapa orang ketika menyampaikan dalil bid'ah bahkan berbau syirik tidak pernah ribut tetapi ketika ada orang yang menyampaikan dalil shohih di beri leabel wahabi perusuh teroris membuat keresahan dsb,kenapa tidak di kembalikan bagaimana dulu tiga generasi yang jelas2 mendapat legitimasi dari Alloh dan rosul kita akan kelurusan mereka dalam meng aplikasikan islam ini (sahabat-tabi'in-tabiuttabi'in)

Jumat, Februari 28, 2014 11:28:00 AM

Inilah dampak negatif media, dimana seseorang bisa menimbulkan pro - Kontra masyarakat. Padahal sebelum media semudah ini, masyarakat dengan tenang melaksanakan ajaran agama sesuai dengan pemahaman atas panduan Para Ulama setampat. Dan perdebatan kadang kala terjadi tapi itu dikalangan ulama dan Ulama tersebut yang menyampaikan kepada masyarakat. tapi sekarang masyarakat awam dibuat pusing dengan banyaknya pendapat yang berbeda - beda. Sehingga yang akhirnya masyarakat meninggalkan pendapat tersebut dan menjadi apatis ( cuek aje ). Maka timbul akibatnya moral masyarakat Indonesia yang kian menurun. Renungkan saja berapa orang dalam satu RT yang mengaku agama islam melaksanakan Solat, berapa orangkah saat ini dalam satu RT saja yang sering menuntut ilmu. Lihatlah masjid kosong dengan orang yang berjamaah . Itulah yang harus menjadi target orang -orang yang merasa sudah mampu untuk membimbing orang lain, dengan mengajak mereka yang enggan beribadah. Berikan pencerahan kepada mereka yang awam bukan diberikan kebingungan akan perbedaan dalam ibadah , apalagi dengan mengancam kalau melakukan ini sesat dan akan masuk neraka. Sedangkan yang menjamin masuk surga dan masuk neraka adalah hak Perogratif Allah SWT. Akan dimasukan surga orang yang beramal baik, tapi dengan amal baik anda belum tentu masuk surga.

Senin, Maret 03, 2014 11:35:00 AM

Begini ajalah, dari pada mengaku mana yang benar2 ahli sunnah dan mana yang bukan, kita bandingkan saja kehidupan sehari-harinya, mana yang hampir/mirip menyerupai Rosululloh dan mana yang jauh dari kebiasaan Rosululloh, misal sholat 5 waktunya: siapa yang melakukan berjamaah 5x di masjid?? Istri dan anak2 perempuannya yang sudah baligh, apa sudah menutup aurat? Kira2 siapa yang menutup auratnya dihadapan non muhrim? Lalu siapa yang rajin tilawah/tadabur Qur'an? Keluarga yang mana? Infaq/Sedeqahnya, coba diamati siapa kira2 yang rajin? Kaum ibu2nya, coba kita amati siapa yang rajin ngrumpi/gosip/nonton infotainment/tv? Kesederhanaan Hidup sebagaimana Nabiulloh contohkan, kira2 siapa yang paling mendekati gaya Rosul saw? Siapa diantara mereka di masyarakat yang istiqomah menjaga/menghidupkan sunnah Nabi misal : puasa sunnah sec istiqomah, minum tdk berdiri/tdk pakai tangan kiri, pelihara jenggot, istiqomah tahajud dll. Saya bukan dari kelompok keduanya, tapi saya cenderung melihat pada amalan2 mereka sehari-hari yang meniru Rosul saw sec istiqomah

Sabtu, Maret 22, 2014 11:55:00 AM

NU itukan Ahlu Bid'ah Hasanah Wal waljama'ah...

Minggu, April 13, 2014 6:23:00 AM

bgmna kl qt bikin bidah2 baru, biar tambah assoy n mak nyus xixi? kan yasinan udah ada,tahlilan,takbiran,mauludan,manakiban. sekali2 dong bikin albaqorohan,annisaan,tahmidan tasbihan wkwkwk.. kr2 ijinx dimana y gan. mw tak patenkan. qt tunjukin yg bs bikin bidah gk cm kyai2 majelis suro(suka rokok).qt pun bisa.kl gda yg ikut qt katain aj mreka wahabi wkwkwk..

Poskan Komentar

Silahkan tulis

Bacaan Populer

 
Didukung : Salafiyyah Fans Page | PISS-KTB | Group Alumni
Copyright © 2006. Pesantren As-Salafiyyah - Boleh dicopy asal mencantumkan URL dokumen
Template Modified by info@as-salafiyyah.com | Published by BoloplekCD
Proudly powered by ePUSTAKA ISLAMI