Film Sang Pencerah : Dakwah Halus Ajaran Wahabi


Adegan KH Achmad Dachlan sedang bersedekah kepada fakir-miskin.
Penasaran betul saya terhadapSang Pencerah, film arahan Hanung Bramantyo. Bukan sekadar karena ingin mengenal ‘lebih dekat’ sosok KH Achmad Dachlan, pendiri Muhammadiyah, namun seberapa penting film itu bagi masa depan Indonesia, hingga Pak Din Syamsuddin rela menjadi juru bicara, mengiklankan film itu di televisi.
Jujur, saya berharap film itu bisa menjadi sumber pencerahan, aufklarung, bagi masyarakat muslim Indonesia, yang sebagiannya, belakangan sering ‘terlibat’ dalam keributan antarumat beragama. Gegeran Ahmadiyah, pelarangan umat Kristen menjalankan ibadah seperti di Ciketing, Bekasi, dan banyak lagi. Belum lagi kalau kita menyimak catatan kekerasan atas nama agama seperti yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI).
Kelahiran Darwis, yang kelak berganti nama Achmad Dachlan, menjadi pembuka yang memukau. Aneka jenis sesaji sebagai uba rampé prosesi upacara selamatan atas kelahiran sang jabang bayi cukup menyentak.
Dengan setting Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang budaya keagamaannya sinkretis, karena meneruskan tradisi Mataram yang semula Hindu lantas ‘di-Islam-kan’ para wali, maka sesaji menjadi kata kunci. Doa-doa yang mewujud pada praktek Yasinan dan Tahlilan, yang sejatinya menjadi bagian dari proses transisi Islamisasi, lantas terpenggal. Berhenti tanpa penjelasan, sehingga polemikkhilafiyah yang mulai ditinggalkan sejak beberapa tahun belakangan, justru kembali mengemuka lewat film ini.
Ketidaksukaan Darwis remaja terhadap praktek pemberian sesaji dan upacara membakar kemenyan di bawah ringin kurung di alun-alun selatan kraton, misalnya, terasa janggal. Saat itu, Darwis belum tercerahkan. Bahwa ia kurang sreg terhadap praktek klenik demikian, boleh jadi benar. Hanya saja, tak ada penjelasan, dari mana dan atas ajaran siapa sehingga memunculkan sikap dan tindakan penolakan yang frontal.
Dalam benak saya, ada adegan yang memberi gambaran kepada penonton awam, bahwa sikap yang demikian kuat dipegangnya itu merujuk pada ajaran tertentu. Apalagi, ia dilahirkan dari keluarga yang dekat dengan tradisi keagamaan sinkretis ala Masjid Kauman, masjid agung yang serba diatur oleh Sultan sebagai penguasa tunggal dalam bidang politik dan agama.
Sejarah menunjukkan, paham pemurnian ajaran Islam justru ia peroleh usai proses naik hajinya yang kedua, pada 1902. Pada masa itulah ia terpengaruh gerakan pemurnian ajaran Islam, yakni kembali kepada Al Qur’an dan Hadis yang dipelopori Muhammad bin Abdul Wahab, lalu secara teratur mempelajari pemikiran para reformis seperti Sayid Jamaluddin al-Afghani dan Tafsir al Manar karya Muhammad Abduh.
Sepulang dari hajinya yang kedua itulah, ia lantas berkeinginan kuat menghapus praktek keagamaan yang dianggap bid’ah, khurafat dan takhayul, sehingga perlu mendirikan organisasi Muhammadiyah pada 1912. Untuk mengikis praktek yang dinilainya tak bersandar pada aaran Qur’an dan hadis itulah, ia menggunakan jalur pendidikan dan dakwah, ya lewat Muhammadiyah itu.
Asal tahu saja, gagasan KH Achmad Dachlan lewat organisasi yang dibentuknya itu segera memperoleh dukungan memadai dari organisasi-organisasi Islam lokal yang kelak meleburkan diri menjadi Muhammadiyah. Di antaranya adalah Nurul Islam di Pekalongan, Al Munir dan Siratal Mustaqin (Makassar), Al Hidayah (Garut), Sidiq Amanah Tabligh Fathanah (Sala) dan belasan organisasi di Yogyakarta.
Hingga di sini, sosok Achmad Dachlan tak tergambar secara gamblang melalui Sang Pencerah. Malah, kekiaian Darwis dewasa justru terganggu dengan kurang fasihnya Lukman Sardi berbahasa Arab. Bahkan, untuk yang ‘standar’ seperti kalimat Assalamu’alaikum saja masih terasa kedororan.
Tentu, saya tak hendak mengolok-olok karya yang secara artistik tergolong sangat bagus itu. Pun, saya tak ingin membawa film ini ke ranah politik. Apapun, Sang Pencerah bukanlah film dokumenter yang harus mengupas sosok Darwis lengkap dengan kiprahnya dalam segala bidang.
Saya memakluminya sebagai film cerita, yang kisah dari jalinan ceritanya bisa dijadikan teladan. Ya kearifannya, kesantunannya yang menyejukkan, dan hal-hal yang serba baik lainnya, sehinggahikmah-nya benar-benar mampu menggugah umat Islam di Indonesia yang kini seperti kehilangan panutan dan gampang marah, mudah menyerang dan menyalahkan hingga mengkafirkan selain golongannya.
Saya rasa, sekian dulu uneg-uneg saya tentang Sang Pencerah, mengenai sosok KH Achmad Dachlan yang saya yakini memiliki segudang teladan, khususnya bagi saya. Esok atau lusa, semoga saya bisa menuliskan catatan tambahan, sebab hari ini, saya ingin menontonnya lagi. Saya suka filmnya, terutama akan keindahan gambar-gambarnya.

Film Sang Pencerah punya beban psikologis berupa biografi Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Film ini tak boleh semata2 hiburan. Fakta Ahmad Dahlan ternyata bernama asli Muhammad  adalah sangat menarik. Seperti Abdurrahman Wahid yang ternyata Abdurrahman Ad Dakhil. Judul  sangat menjawab kebutuhan biografi dlm film ini. Dan, film ini sah berbicara "Tentang Ahmad Dahlan", bukan tentang Muhammadiyah.

Di poster film tertulis judul "Sang Pencerah, film Tentang Ahmad Dahlan". Seharusnya tak ada beban biografi Muhammadiyah di sini. Saya memberi nilai 8 pada sinematografi film ini. Namun, saya merasa perlu cermat memelototi isu yang diangkat. Film dibuka dengan judenganement pengikut aliran Syekh Siti Jenar yang sesat -- yang pertahankan ritual sesaji shg ajaran Islam terbelok. Padahal, setahu saya, mistisisme Siti Jenar ga ada hubungann dengan sesaji & arwah2. Dia ajarkan mistisisme yang langsung ke Tuhan.
Mistisisme Siti Jenar mirip2 dengan Al Hallaj. "Siti Jenar ora ono, sing ono Allah. Allah ora ono, sing ono Siti Jenar." Ga ada sesaji2! Sesaji justru dibawa oleh Sunan Kalijaga ketika ia memasukkan Islam dalam masyarakat Hindu. Terjadi kawin-mawin budaya di situ. Sesaji, mantra, wayang, gamelan, dsb yang berbau Hindu dibawa oleh Kalijaga. So, judenganement thd Siti Jenar terasa salah alamat.

Kyai Penghulu, Ki Lurah Jamaah, Khatib Masjid Gede tinggal di Kauman di sekitar keraton. Mereka lebih ke Kalijaga, bukan Jenar. Sampai sekarang pun masih ada 2 kyai di kalangan keraton: kyai Kauman & kyai Hindu. Sebab, keraton memang tak lepas Hinduism. Terjadi simplifikasi yang memprihatinkan pd isu sesaji di film ini. Mosok sesaji "hanya dicolong"? That's it! Ga ada adegannya lagi. Padahal sesaji menjadi isu penting selain Yasinan&Tahlilan dan Kiblat -- di samping isu utama: pendirian Muhammadiyah. Isu Yasinan&Tahlilan yang seolah jadi isu abadi antara NU & Muhammadiyah juga diangkat di sini -- zonder adegan Yasinan&Tahlilan. Ya. Betul2 tidak ada adegan Yasinan&Tahlilan di film ini! Padahal, Ahmad Dahlan diadili salah satunya karena melarang Yasinan&Tahlilan.

Ada kejutan di adegan Ahmad Dahlan pulang dari Makkah membawa biola. Kelak, di adegan berikutnya biola menjadi senjata yang vital. Kenapa saya sebut senjata vital? Karena Hanung Bramantyo menempatkan biola sebagai ruh terpenting film ini. Saya yakin Hanung  Bramantyo tak berani bermain2 sejarah soal fakta benar tidaknya Ahmad Dahlan (bisa) bermain biola. So, anggaplah Ahmad Dahlan memang (bisa) bermain biola. Lalu, mengapa saya menyebutnya sbg ruh terpenting dlm film ini? Sebab, santri bertanya,"Apakah agama itu, Kyai?" dan Ahmad Dahlan menjawab dengan memainkan biola. Ini adegan yang sangat vital & sensitif.  Jawaban seorang ulama tentang pertanyaan "Apakah agama itu?" adalah jawaban yang sangat penting yang meletakkan fundamen film ini!

Pertanyaannya: benarkah jawaban Ahmad Dahlan yang dengan memainkan biola adl KUTIPAN ASLI dari rekam sejarah/biografinya? Atau fiksimini? Kalo memang benar permainan biola berjudul "Apakah Agama Itu?" sesuai kutipan aslinya, WOW! Kalo ternyata cuma rekaan: WADOOOWW!!!  Selebihnya, Ahmad Dahlan berkata,"Agama hakikatnya seperti musik. Menentramkan, bla-bla-bla..." Tapi, itu pun tak tecermin di film.

Kenapa saya sebut tak tecermin? Lha di sepanjang fim, tak ada adegan yang menunjukkan Ahmad Dahlan & pengikutnya tentram. Mereka gusar!  So, teori Ahmad Dahlan bahwa "agama hakikatnya seperti musik yang menentramkan" justru dibantah sendiri oleh naskah/adegan berikutnya. Dan, saya tidak diberitahu oleh sang pembuat film tentang bagaimana Ahmad Dahlan tiba2 bisa main biola. Apakah belajar di kapal?

Soal Yasinan&Tahlilan, saya ga tahu sejak kapan tradisi ini muncul. Tapi kok saya ga yakin Yasinan&Tahlilan ada sejak era Kalijaga. Kalo Yasinan&Tahlilan dikaitkan dengan Nyekar/Nyadran/Ziarah Kubur, beda lagi ceritanya. Nyadran dari kata Saddra: berhubungan dengan arwah. Saddra adl bahasa Sanskrit. So, ziarah kubur adl peninggalan Hindu/Buddha/Jawa. Ga ada urusan dengan Kalijaga atau Jenar. Ziarah jadi ada urusannya dengan Kalijaga saat Islam dibawa masuk&harus kawin-mawin dengan budaya lokal. But, it had nothing to do with Jenar!

Persoalan lain film ini adl kedangkalannya. Isu hanya diangkat di permukaan, dialog penyelesaiannya pun cenderung searah. Sesaji jika dikupas sbg warisan ajaran Kalijaga, wuih bagus banget nilai2 kearifan lokalnya. Tapi film ini terlanjur menuduh Jenar. Tapi, ya itu tadi: terjadi simplifikasi. Cuma dikasih adegan: "anak mau nikah, saya ga punya duit, bolehkah tanpa slametan/sesaji?"

"Saya mau Yasinan&Tahlilan, tapi gak punya duit, bolehkah ga usah Yasinan&Tahlilan?" Ini simplifikasi yang na'udzu billahi min dzalik! Seolah2 sesaji, Yasinan, dan Tahlilan cuma soal duit. Punya duit, laksanaken. Ga punya duit, gak usah gak apa2. Where is the value? Mengapa film ini cenderung menuduh Siti Jenar? Saya menduga, karena pembuat film tak mau ada gesekan NU-Muhammadiyah. Kenapa ga mau ada gesekan NU-Muhammadiyah? Ya karena film ini lebih "Tentang Muhammadiyah" daripada "Tentang Ahmad Dahlan". Kalo yang dituduh adalah Sunan Kalijaga, wah bahaya. Sunan yang satu ini sangat dihormati NU. So, Siti Jenar-lah yang jadi kambing hitam. Coba seandainya dijuduli , edisi bahasa Inggris-nya bisa jadi The Dervish. Wuih, sufistik sekali! Bisa jauh lebih keyyyeeen :))

Nah, kalau pun Ahmad Dahlan memerangi mereka yang masih beritual sesaji, salah alamat jika yang diperangi kaum-nya Islam Penghulu. Mereka yang masih beritual sesaji bukan dari golongan santri, apalagi santri Kauman, melainkan dari golongan ABANGAN. Mostly: Kejawen. So, film ini seharusnya Ahmad Dahlan vs Abangan (+Islam Yasinan&Tahlilan). Tapi saya samasekali tak melihat ada kaum abangan di sini.
Konflik dibangun & mendapat porsi yang paling besar pada isu Kiblat. Thd hal ini, saya rasa tak perlu dikritisi karena sudah sip :). Selebihnya, tentang perobohan Langgar Kidoel, gesekan2 soal "Kyai Kafir", dan gesekan "keluarga" cukuplah mewarnai film ini.

Film ini membubuhkan "Tentang Ahmad Dahlan" namun seingat saya tak ada kata "based on true story/berdasar kisah nyata". Benarkah? Jika saya yang luput melihat, mohon maaf. Tapi, jika memang tak ada penegasan "based on true story/berdasar kisah nyata", ya wassalam. Maka, saya memahami film ini (hanya) sebagai sebuah versi "Tentang Ahmad Dahlan" -- meski saya meragukan riset & dokumennya. Mengapa mostly anggap film ini bagus? Mengapa disebut perjuangkan perbedaan pendapat & kebebasan beragama? Ya karena dapet konteks. Saya rasa film ini harus membayar mahal pada Ahmadiyah. Sebab, ia mendapat konteks -- menjadi kontekstual -- karena isu Ahmadiyah. Jika tak ada isu Ahmadiyah, saya agak susah mencarikan konteks bagi film ini. Sebab, Muhammadiyah pun sdengan tak ada isu hangat. Penyerangan masjid, pelarangan ibadah, pengkafiran sesama Muslim, dengan terjadi terhadap Ahmadiyah. Dari situlah film ini dapet konteks.

Beredar kabar tentang Maklumat PBNU : Hati-hati menonton film yang secara halus membawa misi penyebaran ajaran wahaby dengan judul film SANG PENCERAH garapan sineas muda Hanung Bramantyo, lebih bijak jika kita menyerukan pada kawan-kawan lain unttuk tidak menonton film garapan Hanung yang bermuatan faham wahaby tersebut.
Masalahnya paham wahabi sangat berbahaya. . .taqwa ialah kunci kemenangan umat islam melawan yahudi, dan tawassul ialah tangga menuju taqwa. .bagaimana bisa kunci itu diraih bila jalan / tangga menuju kesana dibilang sesat ?. . .
Kalau kita cukup ilmu boleh ambil hkmahnya saja. .tapi buat yang masih awam, itu film bakal di telan mentah-mentah. . .
KH.Ahmad Dahlan sebenarnya juga aswaja, beliau juga tahlil tawasul burdah dll karena beliau murid dari syech kholil bangkalan dan juga teman syech hasim asary. tapi gak tau kenapa generasi sesudahnya merubah. Ya, karena  beliau murid dari Syaikh Kholil Bangkalan, dan juga menurut cerita bahwa ketika mendirikan Muhammadiyah sebenarnya tidak di ridlai oleh Syaikh Kholil Bangkalan. Kepastiannya tentang hal ini. Wallahu A'lam.
Konon (tentu saja ini mungkin sekedar gosip yang masih wallahu'alam kebenarannya), ketika beliau telah 'berubah' dari beliau yang dahulu (menurut penerus beliau yang disebut aswaja murni dan menjauh dari hal-hal bid'ah), setelah menuntut ilmu jauh kenegeri seberang, beliau pulang ke kampung halaman dan sowan kepada guru beliau dahulu, seorang kiyai sufi yang aswaja tulen.. dalam diskusi antara guru dan murid tersebut, tjdlah silang pendapat antara murid dan guru.. sampai pada akhirnya, ketika beliau pamit dari rumah sang guru.. wallahu'alam entah mengapa, beliau tidak bisa berjalan.. tetapi ngesot (merangkak) dari rumah sang guru ke rumah beliau.. yaa tentu saja, itu cuma cerita.. yang kebenarannya wallahu'alam.. tapi banyak yang komentar kalau itu adalah karomah sang mursyid yang ditentang oleh beliau yang telah 'berubah'.. yaa bagaimanapun, beliau adalah tokoh besar yang saya kagumi dan hormati.. pendiri ormas yang besar di Indonesia.
Share this article :
 

+ komentar + 282 komentar

m0e-mets
Rabu, September 22, 2010 12:06:00 AM

Keterangannya sangat lugas dan berani saya mendukung sekali, jujur sebagai orang NU saya tak mau adanya gesekan tentang perihal ibadah dan masalah khilafiyah. Semuanya memiliki dasar dan pemahaman masing-masing kita semua adalah saudara sesama muslim, dan islam adalah rahmatan lil 'alamin.

Anonim
Sabtu, September 25, 2010 11:05:00 AM

hmmm.... sang pencerah atau sang liberal ya?

Anonim
Senin, September 27, 2010 1:11:00 PM

ini sih bukan sang pencerah, tapi sang penggelap.

Sabtu, Oktober 02, 2010 8:46:00 AM

komentar yg ckp objektif, tapi akan lebih baik gosip/konon kabarnya dll di atas diperjelas, apa benar misalnya NU mengeluarkan maklumat seperti itu.

FYI: saat wawancara Hanung mengaku banyak mengadopsi buku dari kiyai Sudja (murid KH Ahmad Dahlan) yg ditemukannya di Laiden University, dan beberapa buku biografi yg ada di Indonesia.

film ini juga ada sequelnya yg kali ini akan mengangkat pendirian NU..

Selamat menonton kembali & mengkritisi kembali =)

Anonim
Selasa, November 09, 2010 9:31:00 AM

Bentuk lain dari mengkultuskan seseorang melalui film, bagaimana dengan komitmen Muhammadiyah yang memerangi pengkultusan terhadap seseorang, apa udah lupa tuh ?

Anonim
Selasa, November 09, 2010 9:40:00 AM

Orang-orang Muhammadiyah tidak mau meneladani ulama/orang lain di luar alirannya itu sudah jelas, meneladani Nabi Muhammad melalui kitab Barzanji pun di anggap bid'ah yang sesat, nah kalau meneladani KH Ahmad Dahlan melalui film Sang Pencerah yang notabennya sebuah film pada umumnya untuk mencari keuntungan bagaimana,sungguh orang-orang Muhammadiyah orang-orang yang pandai berkelit dan suka menyalahkan orang lain.

Jumat, Desember 10, 2010 10:59:00 AM

Kenapa ya komentar di sini selalu menyudutkan Muhammadiyah, apa karena Muhammadiyah berbeda paham dengan kaum salafiyah? Apakah paham salafiyah itu yang paling benar?

Anonim
Rabu, Desember 15, 2010 2:08:00 PM

sama2 islam saja beda pendapat..
aneh!!!

Anonim
Rabu, Desember 15, 2010 2:10:00 PM

kelihatannya akan ada islam katolik dan islam protestan nih...

Endang-Lio Depok
Minggu, Desember 19, 2010 7:33:00 AM

jang sudah jelas fatwa MUI tentang kesesatannya adalah ideologi sekuler, pluralis dan liberal dalam konteks pemahamannya bukan keniscayaan eksistensinya, ini yg seharusnya diwaspadai... yang sudah merasuk juga ditengah tengah komunitas NU dan Muhammadiyah dengan jaringan liberalnya, umat harus diselamatkan dari ideologi ini, lebih berbahaya dari ideologi komunis

Anonim
Jumat, Desember 31, 2010 8:25:00 PM

Endang-Lio Depok mengatakan @

Ah, nggak juga. Ajaran Wahabi jauh lebih berbahaya karena fitnah yang ditimbulkannya di tengah-tengah kaum Muslimin.

Anonim
Senin, Januari 03, 2011 1:49:00 PM

Luweh..

Anonim
Jumat, Januari 07, 2011 5:17:00 PM

fitnah apa yg saudara maksud kan dari wahhabi?apakah saudara sudah tahu apa itu wahabi?jangan asal cap saja,kenapa saudara tidak protes dengan para penyembah kyai slamet atau keris2,teliti dulu baru komentar?perlu di ketahui,sang pencerah adalah product illuminati,yg telah baraffiliasi dengan freemason.

Anonim
Rabu, Januari 26, 2011 1:21:00 PM

Aneh...ada sebuah organisasi yang bernama Muhammadiyah,dimana para ustadz, kyai, ulama dan pengikutnya sangat anti terhadap dakwah peninggalan wali songo karena dianggap sumber dari bid'ah. Tapi kenyataan berkata lain, melalui film sang pencerah yang mengangkat perjuangan pendiri organisasinya, mereka menghalalkan segara cara guna mendulang popularitas film tsb. Buktinya : mereka mengambil tembang "LIR-ILIR" sebagai OST pada film tsb. Malahan sekarang gencar di iklankan melalui TV swasta sebagai RBT pada ponsel. Semua orang tahu siapa pencipta tembang "LIR_ILIR" tsb, yaitu Sunan Kalijogo yang merupakan bagian dari Wali Songo yang mereka anggap sumbernya bid'ah, pertanyaannya sekarang mana dakwah Muhammadiyah yang melawan bid'ah ? apakah sudah tergadai hanya dengan sebuah film ?

Anonim
Rabu, Februari 23, 2011 2:20:00 AM

wahabi aliran bentukan sponsor yahudi, faham Muhaammad bin abdul wahab, ditolak dimana-mana,kecuali oleh keluarga kerajaan Saud yg nota bene dari berasal dari saudagar yahudi.
Keluarga Rasulullah saw sudah tak da lagi di Makkah dan Madinah, semua nya telah pindah ke iraq dan iran, dan negara-negara disekitarnya, yang tinggal di makah madinah, hanya orang-orang kafir pada penaklukan futtu makkah, dan kelompok abu sufyan, muawiyah dll. Jelas wahabi bagian dari sana yang mengembangkan faham pribadinya, dan yang tak sesuai dengan wahabi tidak masuk surga katanya...?

Selasa, Maret 08, 2011 11:52:00 AM

wah sepertinya banyak yang tidak suka wahabi. memangnya gelar wahabi itu dimulai sejak kapan ya? oleh siapa dipopulerkan?
karena kalau wahabi itu maksudnya pengikut Muhaammad bin abdul wahab kayaknya kurang tepat. harusnya muhammadi..
lagian kata wahabi sendiri asalnya dari kata al-wahhab, salah satu asmaul husna.. koq jadi dihina2

Anonim
Kamis, Maret 10, 2011 12:36:00 PM

yang banyak coment...biasanya yang gak tahu,gak ngerti, dan gak faham.Klo mnrut aku lihat saja diri sendiri dulu jngan sling nyalahin lainnya. Apa yg tlah kta perbuat dan tleh kita lakukan. Gak usah debat kusir.

Anonim
Jumat, Maret 11, 2011 6:22:00 AM

hehehe... pengikut imam Muhammad bin Idris asy-syafi'iy juga salah dong dikatakan bermadzhab Syafi'i atau golongan Syafi'iyyah ? mohon belajar dulu bahasa dan budaya arab...

Anonim
Rabu, April 06, 2011 10:06:00 PM

yahhhh,,,, sesama muslim kok tengkarr PR kita banyak kawan.... hormati perbedaan. Allahu Robbii wa Muhammadun Nabiyyi(bukan mirza ghulam)

Anonim
Jumat, April 08, 2011 10:54:00 PM

Hoi.. Jangan Tengkarrrr.....
Konspirasi Yahudi Global/pagan kuno (free*mason, illum*inati,NWO, dkk) di depan mata kita wahai saudaraku, menyusup kesegenap urat nadi keber-hajat-an hidup kita, ayo berhenti meng-korek-korek kesalahan sauadara kita, .... ayo bersatu..... bersama2x menghadapi musuh umat, bukan hanya umat islam tetapi juga musuh semua umat manusia dan kemanusiaan...
mari ingat-ingat pesan nabi tentang masihiddajal
wake up.... wake up... wake up...

Anonim
Rabu, April 27, 2011 1:01:00 PM

Hati-hati dengan suatu pemahaman yang lebih berbahaya daripada musuh islam yang nampak, mereka mengaku islam namun membelokkan tauhid keislaman, Mereka mengaku Ahlussunah Waljamaah padahal bertolak belakang dengan ahlussunah.
Mereka adalah WAHABI.

Anonim
Kamis, April 28, 2011 2:06:00 PM

Saya tidak akan turut serta dalam perdebatan ini... Bukan salah benar bukan NU MD yang penting menurut ilmu kedokteran tidak mengandung efek samping sehingga aman untuk dikonsumsi sebagaimana mestinya..........

Anonim
Sabtu, April 30, 2011 11:29:00 AM

Saya hanya menghimbau kepada saudara-saudara KU sesama Pecinta Rasulullah...
REBUT KEMBALI MASJID DAN MUSHOLLA YANG KINI DIKUASAI OLEH PARA WAHABI...

Rabu, Mei 04, 2011 12:56:00 PM

WAHABI...KATANYA FAHAM YG MENYESATKAN TAPI KENAPA KENYATAANNYA MALAH SEMAKIN BANYAK PENGIKUTNYA YG NOTA BENE KEBANYAKAN ORG. YG BERPENDIDIKAN DAN PUNYA OTAK YG....TRUS MENGAPA PENGUASA SAUDI SKRNG KOK GAK DI ADZAB SAMA ALLAH SWT. MALAH NEGERI TERCINTA INI YG MENGAKU ASWAJA MALAH SERING KENA BENCANA....MIKIR DONG MAS KIRA2 MANA YG BENER....

a
Kamis, Mei 05, 2011 8:24:00 PM

gak diajab ? yang bener ?
lagian bencana itu buka hanya berart adzab tapi juga merupakan cobaan / ujian .

Anonim
Senin, Mei 30, 2011 12:07:00 AM

iya, aku juga heran. kenapa Muhammadiyah yang jelas2 pengikut Nabi Muhammad kok diolok2. Wahabi juga diolok2. padahal yang meng-olok2 tidak tau apa itu Wahabi. pada sok tau, seperti orang pinter aja. Coba belajar agama yang benar dengan sumber yang jelas, jangan meninggalkan Al Qur'an dan Hadits Rosululloh. kalo Saudara-Saudara mau membaca Al Qur'an dan Hadits Rosululloh dan mengamalkannyaInsya Alloh akan mendapat hidayah dan tidak akan berbuat olok2 seperti yang saudara2 lakukan saat ini. Percayalah.... Alloh Maha Mengetahui.

Anonim
Senin, Mei 30, 2011 12:33:00 AM

Orang yang sok ngaku pinter biasanya orang bodoh, orang pinter tidak akan mengaku dinya pinter. Coba mari kita (ssama umat Islam) wawasan agamanya ditambah sedikit supaya agak pinter sedikit... shgga tau apa itu Wahabi apa itu Muhammadiyah. Orang yang anti Wahabi anti Muhammadiyah jangan dikira itu orang Islam, mereka bukan Islam, atau sekalipun Islam paling Islam KTP atau Abangan. Waspadai itu, mereka adalah orang2 yg menginginkan Islam hancur.

Anonim
Senin, Mei 30, 2011 8:55:00 AM

Muhammadiyah adalah salah satu Varian wahabi, ajaran-ajarannya banyak yang mengadopsi pemikiran wahabi, gaya beribadah dan interasi sosialnya juga banyak mengadopsi wahabi, mulai suka menyalahkan orang lain, suka membid'ah kan orang lain bahkan suka mengkafir-syirikkan orang lain, tidak hanya itu didalam realitas sehari-hari muhammadiyah yang didominasi kalangan terpelajar merasa dirinya lebih pandai dari orang lain, padahal klo disuruh ngaji ??? logika agama orang-orang muhammadiyah adalah logika akal, makanya suka akal-akalan dalam mengambil keputusan dalam masalah agama tanpa mempertimbangkan kapasitas keilmuan agama islamnya, orang-orang muhammadiyah membuka pintu ijtihad selebar-lebarnya bagi setiap orang, sampai-sampai banci-banci pun diperbolehkan mengambil ijtihad, ini sudah keblinger, ini realita !!!

Anonim
Senin, Mei 30, 2011 8:26:00 PM

Kalo aku taunya ya Islam. Apa itu NU apa Muhammadiyah apa Wahabi apa tetek bengek segala macem dan gak jelas bagiku tidak begitu penting. Kalo ajarannya sesuai Al Qur'an dan Sunnah Rosululloh ya diterima tapi kalo menyimpang dari Al Qur'an dan Sunnah Rosululloh SAW ya harus ditolak. Sebab surga milik Alloh SWT yang diperuntukkan bagi umatnya yang berImTaq, surga bukan milik NU/Muh/Wahabi. tidak ada agama NU, Agama Muhammdiyah atopun Agama Wahabi, yang ada ISLAM gitu loh....
Kata anda Muh/Wahabi keblinger, Muh/Wahabi bilang Anda keblinger. Berarti sama2 keblinger, supaya tidak keblinger Anda saya saranken untuk masuk Agama Islam saja. Islam damai loh....

Anonim
Selasa, Mei 31, 2011 8:49:00 PM

Anda bilang"wahabi, mulai suka menyalahkan orang lain, suka membid'ah kan orang lain bahkan suka mengkafir-syirikkan orang lain". Apa iya cuma wahabi/muh yang suka mengkafirsirikkan orang lain? Berarti anda juga wahabi/muh doooong? anda juga suka begitu. Yang jelas orang kafir, orang yang suka melakukan perbuatan Syirik dan juga suka bid'ah pasti tersinggung oleh ajaran Islam (ajaran Al Qur'an dan Sunnah Rosululloh.

Anonim
Selasa, Mei 31, 2011 9:06:00 PM

Kalo yang nulis artikel di atas sih udah pernah bikin film berapa kok keliatannya pande sekali bikin film yang bagus? yang bagus film apa sih? film porno ya? Yang jelas artikel di atas tidak obyektif, unsur subyektifitasnya sangat kental. ada kepentingan pribadi yang sangat menonjol sehingga keliatan amburadul dan sok pinter. tapi disini tidak ada yang mengolok-olok NU ya. Berarti yang suka mengolok-olok dan mnejelek-jelekan orang lain bukan Muhammadiyah/ wahabi ya?

Anonim
Selasa, Mei 31, 2011 10:26:00 PM

Di daerahku ada orang NU yang suka bikin jimat bikin susuk bikin haikal pengisian ilmu kebal dll serta menjualnya. Tapi mana... gak ada yang protes gak ada yang mempersoalkan. Padahal itu menyimpang dari ajaran Islam. Tapi karena itu menguntungkan pribadi ya tdk masalah. Padahal Film Sang Pencerah berusaha menghilangkan budaya susuk, jimat dll yang jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Memang film ini dibuat untuk ditonton oleh orang Islam khususnya. Tentu yang bukan Islam tidak suka bahkan tersinggung dengan cerita di film ini. Maklum, cerita di film ini banyak bertentangan dengan budhaisme hinduisme sehingga banyak yang tersinggung termasuk anda anda. Jadi maaf, kalo tidak suka jangan nonton film"SANG PENCERAH". Bukannya jadi cerah malah sebaliknya, anda bisa jadi gelap mata karena bertolak belakang dengan keyakinan anda. Ini film khusus untuk untuk orang Islam yang sudah dewasa, anank-anak dilarang nonton.

Anonim
Rabu, Juni 01, 2011 9:38:00 AM

NU juga memberantas jimat dan susuk bung !!! jangan mudah menuduh, nah biasanya yang mudah menuduh ini jelas dari golongan wahabi/muh, berlagak memberantas bid'ah tapi klo yang melaksanakan bid'ah dari golongannya diam aja, klo masalah pengisian tenaga dalam coba untuk yang nulis comment diatas belajar riwayat Asfanudin Panjaitan pendiri tenaga dalam Prana Sakti, dimana disaat mau mendirikan padepokan tersebut Asfanudin Panjaitan berkonsultasi dan meminta pendapat dari Buya Hamka dan K.H.AR Fachrudin yang spt kita ketahui keduanya adalah tokoh2 Muhammadiyah dg kapasitas keilmuan yang sangat tinggi akan tetapi merestui pendirian padepokan Prana Sakti tsb, sekarang pertanyaannya bagi yang nulis comment diatas lebih pinter mana anda dengan Buya Hamka dan K.H. AR Fachrudin ? tentu lebih goblok anda kan ?!!

Anonim
Rabu, Juni 01, 2011 10:21:00 AM

KALAU INGIN TAHU TINGKAH POLAH WAHABI/MUH SILAHKAN BUKA BLOG NAHI MUNKAR, BLOG YANG SUKA MENJELEK-JELEKKAN ULAMA YANG TIDAK SEPANDANGAN DENGANNYA,BLOG YANG SOK PINTAR, BLOG YANG TIDAK FAIR/PENGECUT KARENA COMMENT SAYA YANG MENENTANG BLOG TSB TIDAK ADA YANG DITAYANGKAN SATU PUN

Anonim
Rabu, Juni 01, 2011 1:13:00 PM

UNTUK yang nulis comment diatas, lebih goblok mana anda dengan Buya Hamka dan K.H. AR Fachrudin ? tentu lebih goblok ANDA kan ?!!
Ternyata kita (anda & saya) sama-sama GOBLOK ya?
Debat kusir tidak bermutu. Belajar Al Qur'an dan As Sunnah bareng2 saja yuk biar jadi pinter!!!
Maaf kalo aku goblok ya!

Anonim
Rabu, Juni 01, 2011 1:25:00 PM

Keliatannya Anda marah besar dan tersinggung berat dengan wahabi/muh, emang ada apa sih dengan wahabi/muh? Anda terkesan gelisah, takut, mudah tersinggung dan pemarah. Pasti ada yang berkecamuk di hati dan fikiran Anda. Coba deh dianalisa sendiri kemudian temukan jawabannya. Postingkan hasilnya, biar aku juga tau.
X aja bisa kasih solusi, sehingga anda bisa hidup tenang tenteram damai bahagia & sejahtera. Dapat beribadah dengan khusu, semata-mata hanya kepada Alloh SWT.

Anonim
Selasa, Juni 07, 2011 11:46:00 AM

Kayaknya emang ada yg ganjil nih....
film tentang muhammadiyah kok sound track-nya "LIR ILIR"???? Padahal itu kan karangan sunan kalijogo yang sama muhammadiyah ajaran sunan kalijogo banyak di bid'ah-kan dan dianggap syirik??????????
Memang kalo g punya pendrian ya begono noh...
Dulu waktu amin rais nyalon presiden dia juga berfatwa "tahlilan boleh" Sperti pepatah arab bilang bhw pada akhir zaman ya begini ini:
"Robbuhum buthuunuhum, Imanuhum dinaruhum....

Anonim
Selasa, Juni 07, 2011 5:41:00 PM

Mas Hanung sendiri waktu buat film ini niatnya apa ya ? kalau hanya menimbulkan polemik bagi umat mending tidak perlu buatlah .Buat film yang menyejukkan hati umat aja jauh lebih baik.
Kelak dikehidupan dimintakan pertanggung jawabannya atas hasil karyanya yang menimbulkan pergesekan anak bangsa.

Anonim
Selasa, Juni 07, 2011 8:49:00 PM

Saya heran dg orang islam sendiri kenapa hanya dg sebuah film Sang Pencerah mereka tidak suka dan dijadikan bahan ejek mengejek terhadap seorang ulama dan saya bangga tidak ada orang yg berani mengejek kyai Hasyim Asyhari karena beliau adalah seorang kyai besar panutan kita semua. Dan itu hanya sebuah film Sang Pencerah, kenapa kita tidak menghujat film2 barat yang notabene berisi pornografi dan internet yg berisi situs2 porno yg merusak mental anak muda, ada juga film2 barat yang melecehkan islam dan menyudutkan agama islam. Islam sekarang sudah jauh dari jaman Nabi SAW otomatis banyak sekali penyimpangan2 dari ajaran islam kecuali orang2 yg teguh memegang Al Quran dan Sunah.Dan kebenaran islam itu sendiri ditutupi oleh orang islam itu sendiri, na'udzubillah. Lha kalo kita tidak mau kembali ke Islam yg murni seperti yg dilaksanakan oleh Nabi SAW dan para sahabat kita mau kemana? Dimasyarakat kita banyak sekali orang yang menganggap bahwa mereka melaksanakan ajaran islam tetapi sebenarnya bukan dari ajaran islam.Karena mereka dalam melaksanakan ajaran islam masih terkontaminasi oleh ajaran hindu dan budha dan yg lebih parah lagi mereka melaksanakannya tanpa dibarengi dg ilmu yg benar, mereka nggak mau ngaji dan menuntut ilmu. sampai kapan mereka bergelut dg hal semacam itu kalau bukan tugas kita yg meluruskannya. Energi kita habis hanya untuk membahas khilafiah saja. Sekarang kita introspeksi apakah kita sudah sesuai dg yg dilakukan oleh Nabi SAW dan para sahabat?

Bukan Wahabi
Jumat, Juni 10, 2011 11:30:00 AM

Ada yang komentar Wahabi ditolak di mana-mana, karene Wahabi memberantas Takhayul Bid'ah dan Churafat ( TBC ). Yang menolak sudah tentu para pelaku TBC tersebut, yang bukan pelaku TBC tentu tidak akan tersinggung/ menolak.

Anonim
Sabtu, Juni 11, 2011 7:35:00 AM

Tapi anehnya wahabi/muh juga melakukan TBC, tapi karena yang melakukan kelompoknya sendiri mereka cenderung diaaaam aja dan membela mati-matian, mau tahu buktinya ? sudah jelaslah film sang pencerah bukti TBC yang nyata dari kelompok wahabi/muhammadiyah tsb, difilm tsb ada proses shooting padahal di jaman Nabi tidak ada, ada penggunaan tembang LIR-ILIR ciptaan Sunan Kalijogo padahal Wahabi/Muh sangat anti dengan dakwah peninggalan para wali karena di anggap sumber dari bid'ah, dan masih banyak bukti yang lain yang klo diuraikan satu persatu maka tidak akan cukup di media komentar ini, makanya untuk org2 wahabi/muh klo mau nunjuk/menyalahkan org lain koreksi dan tunjuk diri anda sendiri.

Anonim
Sabtu, Juni 11, 2011 7:52:00 AM

Berarti wahabi/muhammadiyah pelaku TBC juga ya, wah.... TBC yang tersembunyi, kalau didiamkan dan tidak diobati akan menjadi kronis, anjuran saya untuk org2 wahabi/muh agar cepat2 berobat agar TBC anda tidak bertambah kronis

Anonim
Minggu, Juni 12, 2011 12:19:00 AM

lebih tepatnya berobat dan juga bertobat

Anonim
Minggu, Juni 12, 2011 6:49:00 PM

Saya setuju kalo bertobat disamping berobat, tapi kalo berobatnya ke NU bisa jadi TBC_nya tambah parah.....

Anonim
Selasa, Juni 14, 2011 7:51:00 AM

Berarti Wahabi/muhammadiyah udah ngaku nih melakukan TBC, buktinya mereka mau berobat dan bertobat,gitu aja kok repot..... nah klo anda tidak mau berobat dan bertobat ke NU carilah tempat/guru lain agar ilmu agama islam anda menjadi lebih tinggi dan sepadan dengan orang2 NU, dan pastinya tidak gampang menuduh orang lain melakukan TBC, padahal anda sendiri juga suka melakukan TBC

Bukan Wahabi
Selasa, Juni 14, 2011 10:22:00 PM

aku tidak ingin bertobat ke NU atopun ke Muh. sia-sia saja. NU mengaku lebih tinggi dari yang lainnya, Muh mengaku lebih murni tauhidnya dari pada NU. Mana yang bener??? tapi NU ya gak tau lebih tinggi ato lebih rendah dari yang lain. Mengaku sih boleh aja, yang jelas yang lebih tinggi ilmunya ya Rosululloh SAW. Maka teladanilah belau.Ulama, Kiyai, Syeh, Wali Nabi palsu dll bisa saja salah. Ilmunya rendah tapi benar dan diamalkan lebih baik dari pada berilmu tinggi tapi tidak diamalkan. aku tidak ingin spekulasi untuk hal-hal yang tidak jelas kebenarannya.

Anonim
Rabu, Juni 15, 2011 10:26:00 AM

Blog rusak, tulisan-tulisannya juga rusak. Penuh dengan dendam, benci. dan permusuhan. Penebar kebencian, egoisme, sentimen organisasi. Mudah-mudahan orang-orangnya tidak rusak. Say menghimbau kepada saudara-saudaraku sesama kaum nahdiyin untuk tidak terpancing dengan tulisan-tulisan di blog ini, karena blog ini sangat berbahaya bagi tauhid kita.

Rabu, Juni 15, 2011 7:08:00 PM

sebagai tuan rumah, kami menerima komentar-komentar dari siapapun, selama masih bisa ditolerir. namun semakin lama banyak komentar yang kurang "enak" dibaca oleh pengunjung lain, karenanya dalam bulan-bulan ini, komentar yang keterlaluan akan segera dihapus...untuk meminimalisir "perang" komentar... mohon maklum. mohon baca seluruh postingan di blog ini, jangan hanya baca postingan "film pencerah" (yang sebetulnya sebagian besarnya adalah hasil kopian dari analisis dua orang profesional di bidang perfilman), lalu menuduh sesat isi blog ini... blog ini representasi dari islam moderat yang menjadi pilihan mayoritas umat islam dunia (termasuk di dalamnya pesantren dan al-azhar mesir)...

Anonim
Rabu, Juni 15, 2011 11:03:00 PM

saya prihatin dg orang nu dan md kenapa sih mereka tidak akur padahal sama2 mengaku punya Tuhan yg sama yaitu Alloh SWT, punya kitab yg sama Yaitu Al Quran, punya nabi yg Sama yaitu Nabi Muhammad SAW, apa yg salah dg mereka. yg salah menurut saya adalah mereka terlalu bangga dg organisasinya, baru punya ilmu sedikit bicaranya banyak (kalau kita jujur mau mawasdiri). Coba kalau mereka mau kembali ke Al Quran surat An Nisa ayat 59, pasti mereka tidak separah ini dan kalau perpecahan semakin besar saya khawatir Alloh akan murka. setahu saya ajaran yg dibawa oleh Nabi SAW sudah jauh berbeda dg yg dilakukan oleh orang2 sekarang kecuali mereka yg teguh memegang Al Quran dan Sunah. Banyak sekali ajaran islam yg ditambah dan dikurangi, yg lebih parah kita tidak merasa kalau perbuatan dan perkataan kita sudah melenceng dari Al Quran dan Sunah Nabi SAW. Dan seandainya diingatkan pasti marah.Coba sekarang kita lihat dimasyarakat kita, banyak mereka yg melakukan tbc, tapi mereka tidak merasa bahkan mereka menganggap bahwa orang lainlah yg melakukan tbc dan kitalah yg paling benar. Saya yakin Al Quran dan Sunah menginginkan kita agar melaksanakan islam yg murni tidak berbau tbc. Mereka terlalu ego yg dibela hanya organisasi tertentu, yg dibela hanya ulama tertentu, bahkan mungkin kita membela mereka yg banyak melakukan tbc na'uzdubillah. Yg lebih parah lagi seolah olah mereka melakukan pembiaran terhadap para pelaku tbc tersebut.

Anonim
Rabu, Juni 15, 2011 11:18:00 PM

Ini blog HARAM. kalo blognya orang ISLAM harusnya berisi da'wah Islam bukan berisi tulisan-tulisan penebar permusuhan, tulisan-tulisan menyesatkan, tulisan-tulisan yang menyimpang dari ajaran Al Qur'an dan hadits. Sudah selayaknya blog ini ditutup, ganti dengan blog lain yang menyejukkan umat. non muslim pasti tertawa-tawa membaca tulusan-tulisan di blog ini karena sesama muslim saja saling bermusuhan. lengkap sudah imej mereka bahwa Islam = terorois. na'udzubillah.

Anonim
Kamis, Juni 16, 2011 10:02:00 AM

Untuk yang nulis comment diatas, coba anda buka blog nahi munkar, bagaimana reaksi anda dg blog tsb yang sangat senang menjelek2kan ulama2 NU, ada artikel tentang kyai seleb, ada artikel yang menganggap ngawur K.H. Mustofa Bisri, menyalahkah K.H. Zainuddin MZ karena menganjurkan meneladani Alm.Mbah Marijan, dan tentu saja ada artikel yang menjelek2kan Alm. K.H.Abdurrahman Wahid dan keluarganya, dan selama ini warga Nahdliyin sudah cukup sabar.

Anonim
Kamis, Juni 16, 2011 12:49:00 PM

Kalo merasa dizalimi, kemudian membalasnya, itu artinya yang menzalimi dan yang dizalimi sama saja. sama-sama zalim. sabar tidak dibatasi oleh siapapun juga. Kalo baca tulisan_tulisan di blog ini menunjukkan orang NU bukan orang yang sabar. tapi keras kepala. tak coba buka Nahi Munkar.

Anonim
Jumat, Juni 17, 2011 8:18:00 AM

Comment anda adalah comment yang sudah menghakimi orang2 NU sbg org2 yang tidak sabar, ingat!!! jangan mengambil alih peran Allah sebagai Penghakim Agung Yang Maha Benar, klo anda berpendapat seperti itu berarti andapun sudah menzalimi orang2 NU

Anonim
Sabtu, Juni 18, 2011 4:42:00 PM

Teladan kita adalah Rosululloh SAW. Beliau mengajari kita untuk menjadi orang yang sabar sekalipun berat. Al Qur'an juga menyuruh kita sabar. Terus kalo bukan Rosululloh SAW siapa yang kita teladani? orang2 musrik? orang2 syirik? para ahli bid'ah? ya nggaklah..... Ingat saudaraku, sepeninggal Rosululloh SAW ada dua yang harus kita pedomani yaitu Al Qur'an dan As Sunah. Apabila tetap berpegang pada keduanya maka akan selamat dunia akhirat, namun apabila menyimpang dari keduanya maka akan celaka selamanya.

Anonim
Senin, Juni 20, 2011 8:20:00 AM

Saya heran mengapa ada orang selalu menyebut seseorang melakukan TBC, ahli bid'ah dll,jangan mudah mengklaim seseorang melakukan bid'ah kalau belum tau apa itu bid'ah, begitu mudah tuduhan demi tuduhan meluncur melalui mulut manis seorang muslim yang juga ahli ibadah dan sangat mengerti agama, lantas.... apakah anda memang telah terbebas dari perbuatan TBC ?!!

Anonim
Rabu, Juni 22, 2011 2:17:00 AM

TBC adalah penyakit keimanan. Sesama muslim selayaknya memang harus saling mengingatkan, jangan sampai saudara sesama muslim terkena TBC. Jadi yang bukan pelaku TBC gak usah tersinggung. Yang boleh terssinggung khusus para pelaku TBC tersebut.Kalo anda bukan pelaku TBC jangan alergi dengan kata-kata TBC.

Anonim
Minggu, Juni 26, 2011 11:42:00 PM

Alhadulillah saya telah menonton Film "Sang Pencerah". Ternyata isi dlm Film tsb jauh berbeda dengan apa yang ditulis pada artikel di atas. Diibaratkan "Buah Apel", kebanyakan orang bilang buah apel itu enak, tapi ada yang bilang buah apel tidak enak karena yang bilang tidak suka buah apel. Malah ada yang bilang buah apel pahit dan tidak enak karena yang bilang sedang sakit. Jadi kesimpulanya yang bilang buah apel enak adalah orang sehat dan yang bilang tidak enak orang sehat tapi tidak suka atau orang yang sedang sakit. Jadi yang menulis artikel di atas adalah orag yang tidak suka Film Sang Pencerah atu mungkin orang yang sakit. Sehingga tulisannya terlalu subyektif dalam menilai sebuah film.

Anonim
Senin, Juni 27, 2011 9:15:00 PM

Permasalahannya disini bukan suka atau tidak suka, juga bukan masalah subyektifitas tapi disini bagaimana orang2 muhammadiyah yang sangat mudah menuduh orang lain melakukan TBC, tapi giliran mereka yang melakukan TBC melalui film sang pencerah dan dikritik oleh banyak orang, mereka malah berkelit, membela mati-matian dan balik menyerang, didaerah saya ada sebuah masjid "muhammadiyah" yang memutar film tsb didalam masjid dan dimasukkan melalui pengeras suara, Nabi tidak pernah mencontohkan hal tsb kan, dan ini jalas bid'ah, tapi saya masih menganggap hal tsb adalah bid'ah hasanah walaupun orang2 muhammadiyah tidak pernah mau mangakui adanya bid'ah hasanah tsb, inilah gunanya ngaji dan memperluas wawasan agama yang cukup agar langkah dan ucapan kita sejalan, tidak menjadi muslim yang lain dimulut lain dihati lain pula perbuatannya, dan yang pasti tidak mudah menuduh orang lain melakukan TBC padahal kita tidak tahu dasar2 ibadah orang tsb karena keterbatasan pengetahuan agama kita.

Anonim
Senin, Juni 27, 2011 10:21:00 PM

Ini lagi, tidak tahu apa itu bid'ah ikut-ikutan ngomong bid'ah. Pahami dulu apa yang dimaksud bid'ah oleh Rosululloh SAW dalam haditsnya. Kalo bukan masalah subyektifitas atau suka tidak suka berarti orang sakit. Padahal di film Sang Pencerah tidak ada yang menuduh orang NU melakukan TBC, tapi kok ya tersinggung, heran...
Kalo film tsb latar belakangnya tahun 1912 mana ada orang NU waktu itu? sedangkan NU lahir baru tahun 1926 sungguh aneh kalo orang NU tersinggung. Th 1912 NU belum lahir. Kalo bukan pelaku TBC kenapa tersinggung? Intinya Artikel di atas tujuannya hanya satu yaitu memojokkan. Dan yang nulis kalo disuruh bikin film yang setara dengan Sang Pencerah belum tentu mampu. Maklum mampunya baru segitu, baru bisa mengoreksi kekurangannya. Yang namanya manusia tidak ada yang sempurna, pasti ada kekurangannya tak terkecuali orang NU. Kesempurnaan hanyalah milik Alloh SWT yang Maha Sempurna. Yang jelas TBC ya tetap TBC yang harus ditinggalkan, karena itu bukan ajaran Islam.

Anonim
Selasa, Juni 28, 2011 8:38:00 AM

Sabar ..., jangan emosi, anda saja tidak tahu tentang sejarah kok juga berani nyalahkan orang, memang NU belum ada th 1912, tapi pokok2 ajaran NU sudah ada sejak jaman walisongo dulu, NU berdiri karena untuk melestarikan ajaran walisongo yang bersumber pada ajaran aswaja yang mengakar kuat pada ajaran Nabi SAW yang mulai diserang oleh ajaran wahabi yang gampang menuduh orang lain melakukan TBC seperti anda ini, jangan sombong dan merasa paling ngerti tentang bid'ah dan menuduh orang lain tidak mengerti apa2 tentang bid'ah,ini namanya arogan merasa diri paling pintar, klo bid'ah harus ditinggalkan tanpa memandang pembagian bid'ah hasanah dan bid'ah dlolalah berarti bid'ah yang dilakukan oleh orang2 muhammadiyah harus benar2 anda bersihkan dulu, jangan seperti pepatah "Kuman diseberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tidak tampak"

Anonim
Selasa, Juni 28, 2011 6:51:00 PM

Astaghfirulloh aladzim, maaf kalo saya terkesan emosi, takabur, sombong, sok tau, sok pinter, terima kasih diingatkan. Semoga Alloh SWT mengampuni saya. Amin. Sebenarnya bukan itu maksud saya. Menurut saya baik itu NU, Muhammadiyah, Wahabi atau apalah... tidak memiliki ajaran sendiri-sendiri. Islam ya Islam, yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad SAW. Jadi ajaran yang kita amalkan ya ajaran dari Rosululloh SAW. Saya katakan beda orang beda pemahamannya, beda tafsirannya tentang Islam, sehingga terjadilah perbedaan antara seseorang dengan yang lainnya, antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya. Dan perbedaan itu sunatulloh. Contohnya antara Anda dan Saya, sedikit banyak memiliki perbedaan pendapat dan tafsiran tentang masalah bid'ah.
Saya ingat sabda Nabi SAW:
"Hendaklah kalian menjauhi perkara-perkara yang diada-adakan, maka sesungguhnya tiap-tiap yang diada-adakan itu bid'ah dan setiap bid'ah itu adalah sesat."(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
"Barang siapa yang mengada-adakan pada perkara kami ini, sesuatu yang bukan perkara dari kami, maka itu adalah tertolak."
"Barang siapa yang mengamalkan amalan bukan atas perintah kami, maka yang demikian itu tertolak."

Anonim
Kamis, Juni 30, 2011 11:20:00 AM

berarti hanung bramantyo yang mencari amal soleh/ ibadah dengan membuat film sang pencerah tsb ditolak dong amal soleh/ibadahnya, kan Nabi tidak pernah mencontohkan membuat film, nah...disinilah gunanya mempelajari ilmu hadits, jadi tidak asal mengartikan hadits berdasarkan teks semata.

Anonim
Jumat, Juli 01, 2011 1:51:00 PM

Kalau menurut saya film itu hanya sebuah teknologi. Dan teknologi saya yakin itu adalah ilmu Alloh yg baru ditemukan oleh orang2 pada abad ini lewat proses pemikiran dan tangan2 trampil manusia. Contoh lain teknologi : internet yg kita bisa buat blog disana, HP, sepeda motor, kapal terbang/laut, TV dll. Dan teknologi itu tergantung dari pemakainya,bila pemakainya orang jahat/tdk beriman/orang kafir akan digunakan utk menghancurkan umat manusia/utk mendiskreditkan umat islam,tapi bila teknologi digunakan oleh orang beriman bisa dipakai utk kebaikan dan sbg sarana dakwah utuk memakmurkan syareat Alloh SWt dimuka bumi. Berarti teknologi itu bukan bid'ah walaupun pada jaman NABI SAW belum ada teknologi yg seperti sekarang dan teknologi boleh kita pakai asal dipakai utk kepentingan dakwah bukan utk kemaksiatan . Teknologi dan ibadah itu beda tapi teknologi dapat digunakan sbg sarana ibadah kita/dakwah. Didalam Al Qur'an Alloh banyak sekali memerintahkan kepada hambanya untuk berfikir/utk menemukan ayat2 Alloh yg tersurat shg dpt mendekatkan dirinya kepada Alloh SWT. Teknologi sdh saya terangkan diatas tapi kalau ibadah adalah semua perintah Alloh baik yg ada didalam AL Qur'an dan hadist dan itu wajib/sunah utk dilaksanakan dan sebaliknya semua ibadah yg dilakukan tidak berdasarkan Al Qur'an dan hadist berarti bid'ah (mengurangi/menambah. Kita tidak boleh alergi/tdk boleh membohongi sendiri dan ternyata kita juga pemakai teknologi tersebut.Film sang pencerah itu hanyalah sebuah film hasil pemikiran manusia yg digunakan sbg sarana dakwah utk membrantas TBC bukan utk menjelekkan yg lain. Mohon jgn su'udzon dulu karena Alloh benci dgn su'uzdon dan itu tdk diperintahkan oleh NABI SAW kita. Kalau perlu kita berlomba2 membuat film dakwah dan jangan tendensius. Ayo kita brantas TBC yg ada di lingkungan kita semampu kita dan jgn kita ikut melakukan apalagi membela pelaku TBC. Dan TBC sdh merajalela disekitar kita dan kalau bukan kita yg membrantas siapa lagi

Anonim
Jumat, Juli 01, 2011 2:19:00 PM

Kok tau sih kalo amalnya Mas Hanung Bramantyo ditolak amalnya? KAya malaikat saja, Roqib dan Atid saja gak pernah protes kok. Ini orang udah keblinger-blinger, bingung alias linglung n tolol. Amal ditolak ato diterima kok tau. Pake Aji Penerawangan ya?
Hebat dong.....
Memang orang NU hebat-hebat kok, sampai-sampai Hadits Rosululloh aja diprotes. He...he....he....

Anonim
Jumat, Juli 01, 2011 2:35:00 PM

Di atas ada yang komentar "wahabi aliran bentukan sponsor yahudi", coba kowe lihat ada orang NU yg menjadi sponsor dan pendiri JIL (jaringan islam liberal) nama inisialnya Yaitu UAA, dan tolong buka blognya "Anwar Ibrahim" dimana didalamnya ada video tokoh NU yang dibaptis oleh 80 ribu pendeta. Dan lagi pada masa pemerintahannya dia paling getol membuka diplomasi dg israel. Setelah kowe lihat videonya sekarang bisa membandingkan NU/MD yg yahudi. Dan yg dibaptis juga punya murid namanya Ahmad Dhani si brengsek itu(pentolan grup Dewa) yg keturunan Yahudi.makanya kalau bicara hati2 kalau belum paham jgn komentar

Anonim
Sabtu, Juli 02, 2011 7:56:00 AM

Anda boleh membagi bid'ah sesuai dengan pemahaman anda seperti itu dan tidak ada yang menyalahkan, maka kalau ada orang lain membagi bid'ah menjadi bid'ah dholalah dan hasanah juga jangan disalahkan, dan dalam amal ibadah sehari-hari juga jangan dipersalahkan karena masing2 punya dasar pemahaman sendiri2 yang bersumber pada Alqur'an dan hadits Nabi, jangan asal menuduh orang lain melakukan TBC kalau tidak mau amal anda dituduh TBC juga oleh orang lain, untuk yang menyaksikan video pembaptisan, anda adalah orang yang hebat, karena hanya dengan melihat video, anda sudah dapat memvonis seseorang itu yahudi, apakah anda pernah wawancara langsung dengan yang bersangkutan ????!!!

Anonim
Sabtu, Juli 02, 2011 4:03:00 PM

TBC ya TBC, sekarang waktunya harus sudah ditinggalkan. Jangan mencontoh para ahli TBC.

Anonim
Sabtu, Juli 02, 2011 8:24:00 PM

Yang dibaptis kan bukan anda, itu ulama keblinger gak usah dibela-belain lah Mas...! yang dibaptis saja cuek n enjoy kok! gak usah pake wawancara orang juga udah pada tau kalo dibaptis.

Anonim
Senin, Juli 04, 2011 9:36:00 AM

Berarti anda harus konsisten memberantas TBC dan itu harus anda mulai dari diri anda termasuk di muhammadiyah lingkungan anda, karena para ahli TBC banyak juga yang bercokol di muhammadiyah, apalah landasannya klo Nabi tidak mencontohkan anda harus konsisten memberantasnya. Yang perlu di ingat disini bahwa orang itu harus konsisten dan toleran dengan menghargai pemikiran orang lain, jangan seperti pepatah "Kuman diseberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tidak tampak".
Wahabi adalah mazhab resmi di arab saudi, orang2 muhammadiyah acuan pemikirannya adalah arab saudi sentris sebagai pusatnya wahabi, sementara siapapun tahu bahwa arab saudi adalah sahabat terdekat amerika serikat yang dikendalikan oleh orang2 yahudi, hayo....sekarang sebenarnya siapa yang ada benang merah dengan yahudi ?

Anonim
Senin, Juli 04, 2011 10:45:00 AM

Allah berfirman : "Patuhlah kamu pada Allah, dan patuhlah kamu pada Rosul dan penguasa/pemerintahmu ", ayat ini sering sekali di lawan oleh orang2 muhammadiyah, yang paling jelas adalah saat penentuan 1 ramadhan dan 1 syawal, muhammadiyah selalu tidak mau mengikuti penentuan oleh pemerintah sehingga kerap terjadi perpecahan umat, ayat Allah adalah mutlak adanya dan tidak boleh ditentang, gitu kok ya bisa-bisanya ada yang comment bahwa orang2 NU memprotes hadits Nabi, lebih parah anda bro, menentang ayat ALLah !!!

Anonim
Senin, Juli 04, 2011 11:34:00 AM

Beberapa bid'ah yang perlu diberantas dikalangan muhammadiyah/wahabi :
1. Nabi tidak pernah mencontohkan sholat jamaah tarawih satu bulan penuh di bulah ramadhan, tetapi kenapa orang2 muhammadiyah melaksanakannya bahkan dibeberapa tempat, antara sholat terawih dan witir diadakan ceramah/kultum.
2. Tembang LIR-ILIR pada film sang pencerah harus dihilangkan karena penciptanya adalah Sunan Kalijogo yang dianggap sumbernya bid'ah oleh orang2 muhammadiyah.
3. Di arab saudi pada bulan ramadhan diadakan sholat jamaah tahajjud satu bulan penuh berjamaah, Nabi tidak pernah mencontohkan hal tsb.
4. Di masjid dekat tempat saya setiap hari minggu pagi diadakan ceramah oleh pengurus muhammadiyah, Nabi tidak pernah memilih hari dalam berceramah.
Saya tunggu tindakan orang2 muhammadiyah kalau memang mau memberantas bid'ah, jangan cuma omong saja !!!

Anonim
Selasa, Juli 05, 2011 4:46:00 PM

Ramai ni... Menurut saya terserah anda dari aliran yang jelas Islam ya Islam :mengikuti Al-Quran dan Assunnah, ...

Anonim
Rabu, Juli 06, 2011 8:51:00 AM

Ssssttt....st.... udah....udah.... jangan ramai, sang pencerahnya sekarang sudah suram kok

Anonim
Kamis, Juli 07, 2011 7:41:00 AM

Sekarang mulai ada perkembangan positif. Orang2 NU mulai berfikiran moderat. Harusnya memang orang2 NU membuka diri agar pemahaman agamanya tidak sekedar hanya taklid buta kepada ulamanya saja. Acuan kita orang Islam dalam beribadah adalah Al Qur'an dan As Sunanah. Selama para ulama, kyai ustadz,syeh atau siapapun namanya masih berpegang pada kedua sumber tsb boleh kita ikuti, tapi kalo udah menyimpang dari keduanya ya harus kita tolak. Oke...!!!

Anonim
Kamis, Juli 07, 2011 9:19:00 AM

Untuk yang comment diatas jangan merasa pintar sendiri, semua orang islam itu pasti role modelnya adalah Nabi Muhammad SAW, pegangan hidupnya pastilah Alqur'an dan Assunah, adapun pandangan dan penghargaan kita terhadap ulama, kyai, ustadz dll itu adalah perbedaan cara pandang saja antara NU dan Muhammadiyah tergantung bagaimana kita menghargai seseorang yang berilmu agama yang kita yakini lebih tinggi dari kita, tidak ada taklid buta didalam ajaran NU, itu hanya fitnah yang menjadi andalan golongan lain untuk menyerang NU, kalau tidak tau tentang NU jangan merasa sok tau dan membuat statement seperti diatas !!!

Anonim
Jumat, Juli 08, 2011 5:22:00 PM

setujuuuuuu,cuma tau islam dari kulitnya aja kok sudah merasa paling ngerti tentang islam,emangnya selama ini muhammadiyah cara berfikirnya sudah kearah yang positif ???!!!

Anonim
Sabtu, Juli 09, 2011 8:36:00 PM

Ini ada apa lagi? Islam kok ada kulitnya ya, terus ada bijinya ada pohonnya juga ya? Kayaknya gak begitu deh...l Islam ya agama Alloh yang dibawa oleh Nabi Kita Muhammad SAW dengan Kitabnya Al Qur'an. Ajaran Islam kita dapat dari Al Qur'an dan Assunnah. Tidak ada ajaran NU tidak juga ajaran Muhammadiyah.
Sepertinya NU dan Muhammadiyah kayak anjing sama kucing saja...! Saling menyerang, saling menjatuhkan, saling menghujat, saling menyalahkan, saling memfitnah dan akhirnya saling tersinggung.
Saya terheran-heran. Apa tidak ada kerjaan lain yang lebih bermanfaat untuk kepentingan umat???
Saya berharap, blog ini ke depan agar menjadi blog yang cerdas, diisi dengan tulisan-tulisan yang cerdas sehingga dapat mencerdaskan umat Islam secara keseluruhan tanpa memandang kelompok, organisasi, aliran dll.
Bagi yang hobi menghujat, pindah saja ke YouTube,cari video debat dr Zakir Naik, disana bisa saling menyerang,saling menghujat tidak dengan sesama muslim. Di sini sesama Muslim kok berantem...!
Tidak lucu...............

Anonim
Minggu, Juli 10, 2011 11:42:00 AM

Ga usah saling serang tentang TBC. atau apa istilihanya forum comment ini.ga nyambung dengan artikel utama..laawong artikel hanya mencoba mengkrtisi hasil karya seniseseorang dari sudut pandang sejarah (waktu n peristiwa) dan konten dibandingkan iklannya yg itu merupakan hal biasa dlm ilmu sastra/ budaya.

Anonim
Minggu, Juli 10, 2011 11:44:00 AM

Coba buka alamat ini:
http://muslim.or.id/biografi/kisah-taubat-seorang-kyai.html
Ini adalah blognya kyai NU yang dipecat dari keanggotaan NU karena memberantas TBC.

Anonim
Minggu, Juli 10, 2011 6:36:00 PM

Tapi asik juga baca-baca coment di sini, lucu-lucu. Coment-coment yang ditulis oleh ABG.

Anonim
Minggu, Juli 10, 2011 8:57:00 PM

Kalau orang islam kiblatnya tidak ke arab saudi mau ke mana sedang kristen kiblatnya ke fatikan dan agama yahudi kiblatnya ke israel. ya kalau orang islam kibaltnya ke arab saudi ya harus karena disana tempat lahirnya islam,tempat lahirnya Nabi SAW dan insyaalloh disana tempatnya islam yg murni/otentik. Di arab bid'ah juga banyak apalagi di negara2 selain arab, lha kita sendiri termasuk yg mana pendukung bid'ah atau bukan. Islam lahir punya sifat reformasi karena saat itu jaman jahiliyyah banyak masyarakat penganut aliran animisme dan dinamisme serta penyembah berhala.Jaman sekarang sudah jauh dari jaman Nabi SAW tidak terasa kepercayaan animisme dan dinamisme peninggalan agama hindu dan budha banyak dilakukan oleh orang2 islam sendiri, contohnya peringatan kematian 3 hari 7 hari dst. coba kalo kita mau jujur jangan melakukan seperti itu. Dan juga yasinan, tahlilan, berjanjen(barzanzi),puji2an, mauludan, rajaban, semua itu tidak ada contohmya dari Nabi SAW dan kalo ada dalilnya pasti dalilnya dhoif dan mungkar.tolong komentar saya jgn ditanggapi dg emosi tapi jadikan pemikiran yg jernih, kita dalam beragama sudah sesuai dg sunah apa belum.

Anonim
Minggu, Juli 10, 2011 11:36:00 PM

wah..wah...wah... rame juga nih..., banyak yang ngaku kembali pada ajaran Alquran dan Assunah padahal kembalinya hanya dengan membaca terjemahan Alquran saja, banyak yang nyuruh memberantas TBC padahal dia sendiri sudah ngaku melakukan TBC, ada pula yang menuduh walisongo sumbernya bid'ah tapi tembang Lir-ilir karya sunan kalijogo di comot juga untuk mendukung filmnya,apa benar di arab saudi sekarang tempatnya islam yang murni/otentik, coba ngaji lagi ya untuk yang comment di atas, pelajari sejarah perkembangan wahabi di arab saudi, lucu...lucu...sekali gak tau sejarah islam kok sudah bisa mengatakan diarab saudi sekarang islamnya masih murni/otentik, klo pada jaman Nabi dulu memang benar, tapi sekarang ????

Anonim
Senin, Juli 11, 2011 11:54:00 AM

Waaahhh... iya juga ya, pada ngaku pinter sendiri-sendiri.Di sini pinter semua gak ada yang goblok. Siapa yang mau dibilang goblok??? Gak ada!!!
Yang satu merasa lebih pintar dari yang lain. Baguslah kalo gitu....
Orang islam sudah pinter semua. Makanya sekarang sudah jarang orang mengaji.
Semoga kita tetap iman dan Islam, dan selalu ditunjukkan ke jalan yang lurus, yaitu jalan yang diridloi Alloh SWT. Amin.

Anonim
Senin, Juli 11, 2011 9:17:00 PM

Mungkin inilah bukti dari hadits Nabi : "Jika segala sesuatu diatur/dikerjakan oleh yang bukan ahlinya, maka tunggu saat kehancurannya" sebenarnya hanung bramantyo adalah hanya seorang sutradara, tapi karena ketidaktahuannya/ketidakahliannya dalam ilmu agama islam dan ilmu sejarah khususnya sejarah islam dia berani menulis skenario film sang pencerah ini, dan akibatnya ??? lihat aja diblog ini, kalau comment2 nya diteruskan,maka akan menghancurkan umat islam sendiri, karena akan terjadi saling serang dan semakin jauh dari semangat ukhuwah islamiyah,salah siapa sekarang ???

Anonim
Selasa, Juli 12, 2011 12:04:00 AM

WAHHABIYYAH ADALAH KHAWARIJ, silsilah ke ilmuan mUHammaddiyah sudah jelas bayak mengabdopsi WAHHABIYYAH..WAHHABIYYAH ADALAH KHAWARIJ adalah penghianat, pembumuh ulama n cucu nabi muhammad, serta penghianat/kudetA kolifah dan sekarang jadi kerajaan d arab saudi..film ini menjelaskan silsilah keilmuan WAHHABIYYAH ADALAH KHAWARIJ ke indonesia,, ajaran yg suka adu domba umat...apakah anda ingin kafir n murtat ikud aja paham/ajaran WAHHABIYYAH ADALAH KHAWARIJ

Anonim
Selasa, Juli 12, 2011 2:17:00 AM

Wahabi itu apa ? Kedengarannya begitu angker n menakutkan, khususnya bagi orang2 NU.
Sebenarnya tidak perlu takut, kalo iman kita kuat tentu tidak ada yang ditakuti kecuali Alloh SWT.
Ada yang bilang Wahabi keras dalam memberantas TBC sehingga ada yang takut pada Wahabi. Kemudian memfitnah Wahabi dengan menghalalkan segala cara untuk menghancurkan Wahabi. Ada yang membuat silsilah, cerita-cerita jahat seolah-olah Wahabi jahat pengkhianat dan segala makian bejat dan jahat. Kalo bukan pelaku TBC kenapa mesti takut? Na'udzubilah min dzalik....! semoga Alloh SWT mengampuni mereka termasuk mengampuni dosa2 yang coment di atas. Amin.
Trik orang kafir, murtad, pengkhianat jahat khawarij memang begitu. Mau menghancurkan Islam pura2 jadi orang Islam, Snuk Horgonye muncul lagi. Mungkin ini tanda2 kiamat sudah dekat, dajjal sudah mulai beraksi. KArena itu kita harus hati2 dan waspada, tetaplah berpegang teguh pada Al Qur'an dan As-Sunnah, selalu berdo'a mohon kepada Alloh agar senantiasa diberi petunjuk ke jalan yang lurus. Sehingga tidak tergelincir ke jalan yang sesat, tidak mengikuti langkah2 syaiton, tidak melakukan TBC dll yang menyimpang dari ajaran Al Qur'an dan As-Sunnah.
Ingat...hidup hanya sekali, jangan sampai salah langkah. Murnikan tauhid anda, tinggalkan takhayul, bid'ah dan khurafat agar kita tidak sesat.
Untuk itu, mari kita berdo'a dengan do'a Nabi Ibrahim r.a.:
"Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini aman sentosa dan jauhkanlah aku serta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala. Ya Tuhanku, karena sesungguhnya berhala-berhala itu menyesatkan orang banyak. Amin.

Anonim
Selasa, Juli 12, 2011 4:15:00 PM

Memberantas TBC hanya jargon dari muhammadiyah, bagaimana tidak, lha wong muhammadiyah sendiri malakukan TBC eh malah nuduh org lain, sudah ada yang menjelaskan bid'ah ada yang hasanah dan ada yang dholalah tidak mau tau, malah nuduh bid'ah ya tetap bid'ah, giliran ada yang mengungkapkan fakta kebid'ahan muhammadiyah malah marah2, makanya ngajilah pada banyak ulama dari aliran mana saja untuk kita ambil hikmah ilmunya agar kita jadi bijaksana, tidak mbulet aja nuduh orang lain melakukan TBC, padahal sejatinya wahabi/muhammadiyah itulah yang melakukan TBC berat dalam hal aqidah yaitu membagi tauhid menjadi tiga, padahal Nabi tidak pernah mencontohkannya. Ayat yang anda kemukakan diatas bukan ayat untuk kaum muslimin, itu untuk kaum kafir di jaman Nabi Ibrahim, dari sini aja udah jelas ngajinya kemana, ilmunya kemana,untuk yang comment diatas ingat pesan Sayidina Umar bin Khattab : "sejahat-jahatnya manusia adalah mereka yang menggunakan ayat untuk kaum kafir,tapi dituduhkan untuk saudara mereka sendiri yaitu kaum muslimin"

Anonim
Selasa, Juli 12, 2011 11:23:00 PM

Siapa dan apapun namanya, pelaku TBC pasti tersinggung dan berat untuk meninggalkan kegiatan TBCnya, kecuali orang-orang yang mendapat hidayah dari Alloh SWT. seluas apapun wawasannya, sepandai apapun orangnya, setinggi apapun ilmu agamanya kalo tidak diamalkan tiadalah berguna.
Apakah Anda orang kafir, apakah anda pelaku TBC, sehingga anda begitu tersinggung dan alergi berat dengan kata-kata TBC????
Memang sih..., secara logika, orang yang tersinggung dengan kata-kata TBC biasanya pelakunya, kalo bukan pelaku mana akan tersinggung?
Seandainya memang benar anda pelaku TBC, sebagai sesama muslim saya menyarankan agar anda berhenti melakukanya. Jauhilah TBC.
Ini hanya saran, mau menerima syukur alhamdulillah, kalo tidak mau menerima ya tidak apa, Alloh sendiri yang dapat mengubah-Nya.
Mudah2an anda bukan pelaku TBC dan dijauhkan dari perbuatan TBC, Amin.

Anonim
Rabu, Juli 13, 2011 5:46:00 AM

Wah...mbulet lagi tentang TBC, wk...wk...wk...itu2 aja yang di kemukakan, saudaraku...siapapun muslim tidak ada yang pernah mau melakukan TBC, hanya dasar pemikiran kita yang berbeda dalam mengambil/memahami suatu ayat Alquran dan Hadits Nabi sebagai landasan ibadah kita masing2, hal ini karena kita bukanlah pelaku sejarah islam yang pernah hidup di jaman Nabi, kita ini apa sih... hanya penerus sejarah kan, karena itu mari saling menghormati ibadah orang lain, janganlah "dzikir" anda cuma tau TBC...TBC...TBC, jangan saudaraku....karena jargon semacam ini yang akan memecahbelah umat islam sendiri, ingat pesan Hasan Al Banna pendiri Hizbut Tahrir : "perbedaan khilafiyah adalah perbedaan kecil yang tidak boleh diungkit2 karenanya kita harus saling menghormati ibadah orang lain". berfikirlah dengan jernih dan jangan termakan doktrin TBC demi kejayaan islam indonesia.

Anonim
Rabu, Juli 13, 2011 4:05:00 PM

Iya betul, lagian kenapa sih anda begitu tersinggung dengan kata-kata TBC? Tak perlu tersinggung dengan kata-kata TBC kalo bukan pelaku TBC. Bukan memecah belah umat, tapi siapapun dan dari kelompok manapun kalo mengaku beragama Islam kan tidak boleh melakukan perbuatan TBC. Kenapa harus ditutup-tutupi, pelaku TBC kenapa mesti dibela-belain.
Karena TBC bukanlah ajaran Islam.

Anonim
Rabu, Juli 13, 2011 4:33:00 PM

tidak ada orang yang tersinggung dan tidak ada orang yang membela TBC, klo saya membela TBC berarti saya juga membela anda, wah...wahhh rugi besar rasanya, anda kan pelaku TBC juga

Anonim
Rabu, Juli 13, 2011 7:31:00 PM

Mengenai lagu lir ilir kaya md itu sangat menghormati Sunan Kalijaga karena beliau adalah seorang waliyullah tapi apa sih hebatnya lagu lir ilir itu kan hanya karya manusia biasa bukan Al Quran dan Sunnah ko orang nu marah sih lagu itu ada dalam film sang pencerah. Walisongo itu dakwahnya bagus ingin membrantas tahayul, bid'ah dan khurafat (bagian dari ajaran animisme dan dinamisme) peninggalan dari agama hindu dan budha. Tapi beliau belum selesai berdakwah sudah meninggal lebih dulu dan seharusnya kitalah yg meneruskannya. Bahkan budaya tsb sampai saat ini nasih banyak orang melakukan. Termasuk Abdul Wahab pada saat itu juga ingin memurnikan ajaran islam yg sesuai dg yg di bawa oleh Nabi SAW. Pada saat itu di tanah arab banyak sekali penyelewengan2 ajaran agama islam. Dan beliau termasuk orang islam seharusnya juga kita tidak kenal kompromi dg mereka yg melakukan penyelewengan2 agama islam. Apalagi saat sekarang antara pelaku ibadah yg islami dan yg bukan islami hampir sama bahkan susah utk dibedakan. Mereka mengaku orang islam tapi masih melakukan ajaran2 agama hindu dan buda.

Anonim
Kamis, Juli 14, 2011 7:34:00 AM

wah...inilah bentuk jelas khurafat yang menjadi doktrin orang2 muhammadiyah dengan dalih memberantas TBC dengan menciptakan cerita yang mengada-ada, sampai dengan saat ini mana buktinya bahwa ajaran wali songo itu belum selesai dan beliaunya keburu meninggal, tidak ada satu buku atau satu ahli sejarah pun yang menyatakan demikian dengan disertai bukti2 yang otentik, setiap kali saya berdiskusi dg org2 muhammadiyah pastilah yang diucapkan cerita spt itu dan kalau ditanya buktinya pastilah tidak bisa menyebutkan, katanya org2 muhammadiyah org2 yang intelek, tapi kok cuma sampai segitu ya analisanya, wk...wk...wk... ada2 saja saudaraku ini, sekarang sebenarnya siapa pelaku TBC ??? untuk Syekh Abdul Wahab anda minta mulai dari mana diskusinya ??? mari kita berdiskusi untuk meluruskan wawasan bukan untuk membela TBC.

Anonim
Kamis, Juli 14, 2011 8:34:00 PM

Ini kan blog askom = asal komentar,
jadi tidak perlu serius-serius amat.
nulis ya sesuka hati, tidak perlu dipikir terlalu dalam.

Anonim
Jumat, Juli 15, 2011 2:13:00 AM

Wawasan Agama dan sejarah anda sebenarnya seberapa luas sih, mau mengajak diskusi? Selama masih taklid buta terhadap ulamanya sendiri kukira gak akan ketemu! Pemahaman dan cara penafsiran dalam hal hal agama saja sudah berbeda! Itu disebabkan oleh faktor ekonomi, politik, sosbud, pengetahuan, kecerdasan otak dll. Termasuk kebersihan hati.

Anonim
Jumat, Juli 15, 2011 9:10:00 AM

taklid buta ?? yang taklid buta itu jelas anda kan , buktinya dengan cerita yang mengada2 aja anda begitu percaya dengan guru anda, dan lagi klo anda tidak ingin di sebut taklid buta coba klo membaca terjemahan Alqur'an jangan ikut pada Alquran yang sudah ada terjemahannya, artikan sendiri Alquran sesuai dengan kemampuan anda, bisa nggak ?! klo menafsirkan/memahami agama berbeda karena pengetahuan dan kecerdasan otak saya sependapat dengan anda, tapi klo menafsirkan dan memahami agama dikaitkan dengan faktor ekonomi, politik dan sosbud anda tuh ngawur, itu kan bagian dari penafsiran Syekh Abdul Wahab, yang bergabung dengan kekuasaan Raja Saud untuk mengembangkan ajaran wahabi, karena ditolak dimana2, wah.. gimana nih saudaraku yang satu ini...selama anda memahami/menafsirkan agama dikaitkan dengan ekonomi,politik dan sosbud, maka tanyalah pada diri anda sendiri apakah hati anda sudah bersih ??

Anonim
Jumat, Juli 15, 2011 10:04:00 AM

Hebat benar nih wahabi/muhammadiyah memutarbalikkan fakta, disaat argumen2nya tidak berdasar dan dapat dipatahkan malah mengalihkan masalah dengan mengatakan blog ini adalah blog askom, ck...ck...ck...hebat...hebat...

Anonim
Jumat, Juli 15, 2011 4:54:00 PM

Ya betul. askom=asal komentar
yang penting nulis gitu loh...
soalnya tulisan-tulisan di sini kan ngawur....
baca aja dari atas! cuma debat kusir kan????
jadi sama sekali tidak ilmiah cenderung sesat dan menyesatkan.
Tidak ada benar tidak ada salah.
Salah bisa jadi benar benar bisa jadi salah.
Ya begitulah kira-kira kalo orang Islam tidak lagi berpedoman pada Al Qur'an dan As-Sunnah tapi berpedoman pada apa kata Pak Kyai. Sabda Rosululloh SAW pun tidak ada artinya. Sekalipun salah tapi kata Pak Kyai tetap dibenarkan.
Semoga Alloh SWT memberi hidayah kepada saya, saudara-saudara saya termasuk anda. Amin.

Anonim
Jumat, Juli 15, 2011 8:57:00 PM

Sebenarnya definisi tbc menurut anda apa sih dan tolong berikan contohnya karena saya yakin anda yg paling tahu mengenai tbc tsb. Walisongo menurut saya belum selesai dakwahnya karena yang namanya dakwah islam sampai akhir jaman tdk akan selesai, selama masih ada kemungkaran dan tbc dakwah tetap ada. Yg dakwahnya paripurna hanyalah dakwahnya Nabi saw dan para sahabat. Jaman Walisongo termasuk jaman kita ini yg namanya tbc itu tetap tumbuh subur, apakah itu namanya sdh selesai dakwahnya. Anda menurut saya pandai berkomentar tapi dangkal wawasannya dan penalarannya, anda dlm komentar terlalu takabur menganggap orang lain bodoh dan Alloh lah YanG Mahatahu. Jgn sok tahu ilmu agama yg tahu hanyalah Alloh dan RasulNya.

Anonim
Sabtu, Juli 16, 2011 8:19:00 AM

Sabarr...saudaraku, jangan hanya pandai menuduh dan memutar balikkan fakta, semua yang dikemukakan diatas menunjukkan golongan wahabi/muhammadiyahlah yang askom dengan argumen yang tidak berdasar, dengan hati yang tidak bersih dan sekarang mau berpindah topik lagi dengan mengarahkan opini menjelek-jelekkan kyai dan yang pasti tentu arahnya mbulet lagi pada taklid buta, gak usah lah anda menuduh ini dan itu pada orang lain, biarlah para pengunjung blog ini yang menilai siapa yang tidak ilmiah dan hanya pandai berkomentar tapi wawasannya dangkal, yang jelas didalam pedoman umat islam itu pasti hanya ada Alquran dan Assunah, jangan menuduh takabur segala, memang ilmu agama saya tidak seberapa, hanya setitik air di tengah lautan bila dibanding dengan ilmu Allah, tapi Insyaallah cukuplah klo hanya sekedar berdiskusi dengan anda untuk meluruskan wawasan anda.

Anonim
Sabtu, Juli 16, 2011 1:26:00 PM

Saya setuju kalo umat Islam dalam beribadah berpedoman pada Al Qur'an dan As-Sunnah. NU, Muhammadiyah, Wahabi, atau apapun namanya kalau mengaku beragama Islam dan masih berpedoman pada keduanya insyaalloh selamat. Yang celaka apabila menyimpang dari kedua pedoman tsb.
Untuk itu mari kita berusaha untuk beribadah dengan sebenar-benarnya hanya kepada Alloh SWT sesuai dengan tuntunan yang ada yaitu Al Qur'an dan As-Sunnah. Jangan berpedoman pada ajaran NU, ajaran Muhammadiyah atau ajaran Wahabi, karena baik NU, Muh, ataupun Wahabi bukan agama, tapi hanyalah ormas Islam yang mungkin berpedoman pada Al Qur'an dan As-Sunnah.
"Sebaik-baik perkataan adalah Kitabulloh dan sebaik-baik petunjuk adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW. Dan sejelek-jelek perbuatan adalah perbuatan yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah bid'ah, setiap bid'ah itu kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka".
"Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Alloh SWT, maka tidak ada seorangpun yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan oleh-Nya, maka tidak ada seorangpun yang yang dapat memberinya petunjuk".
Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mendapat petunjuk dari Alloh SWT. Amin

Anonim
Sabtu, Juli 16, 2011 3:28:00 PM

Firman ALLAH: Wahai hamba-hambaKu, kalian semua sesat, kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepadaKu, niscaya Aku akan memberikannya kepada kalian.

... jadi nggak usah bertengkar, nggak usah rame rame....

Anonim
Sabtu, Juli 16, 2011 7:58:00 PM

Betul.....

Anonim
Sabtu, Juli 16, 2011 8:20:00 PM

betul...betul...betuiuuuuuullll....

Anonim
Minggu, Juli 17, 2011 10:44:00 AM

"Sebaik-baik perkataan adalah Kitabulloh dan sebaik-baik petunjuk adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW. Dan sejelek-jelek perbuatan adalah perbuatan yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah bid'ah, setiap bid'ah itu kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka".

Anonim
Minggu, Juli 17, 2011 10:51:00 AM

Film"Sang Pencerah" sekarang ganti judul menjadi"Sang Penggelap".
Judul ini diganti oleh para ahli TBC karena mereka merasa terusik kegiatan TBC-nya.

Anonim
Minggu, Juli 17, 2011 11:29:00 AM

He....he...he....

Anonim
Senin, Juli 18, 2011 7:30:00 AM

Nuduh Tbc lagi ...tbc lagi....seakan dirinya dan golongannnya yang paling bersih dan seakan sorga hanya untuk dirinya dan golongannya sendiri, dari pada berdebat yang saling menang sendiri dan lebih banyak nuduh orang lain,lebih baik kita buktikan saja nanti di akherat siapa yang akan diazab oleh Allah.

Anonim
Senin, Juli 18, 2011 1:15:00 PM

Wah..wah...wah... betul juga ya, lebih baik nanti dibuktikan saja siapa yang dipanggang di akherat, apakah mereka yang memang mengakui bahwa ada bid'ah hasanah atau mereka yang mengaku sok bersih dari bid'ah padahal sejati setiap hari melakukan bid'ah.

Anonim
Senin, Juli 18, 2011 1:18:00 PM

Siapa yang nuduh anda? Sensitf banget ya! Kenapa tersinggung kalau bukan pelaku? Yang layak tersinggung kan pelakunya, apa jangan-jangan memang anda pelakunya? Mudah-mudahan bukan.
Alloh SWT Maha Mengetahui yang benar dan yang salah.

Anonim
Senin, Juli 18, 2011 1:33:00 PM

Mengaku bersih boleh aja kalo memang nyata,
mengaku benar boleh saja kalo sesuai Al Qur'an dan As Sunnah.
Mengaku pinter juga boleh.
Yang salah adalah yang tidak benar, yang menyimpang. Siapapun dia, entah orang Muh, NU atau Wahabi. Benar ya benar salah ya salah.
Orang yang masuk surga adalah orang yang taqwa, yang ke neraka yang kafir.
NU, Muh atau Wahabi bisa saja masuk neraka karena kafir, ahli TBC atau menyimpang dari ajaran Al Qur'an dan As Sunnah.
NU Muh atau Wahabi boleh masuk surga asal bertaqwa, mengerjakan amal soleh.
Begitu kira-kira keterangan dari Pak Kyai.

Anonim
Selasa, Juli 19, 2011 12:59:00 AM

NU MAJU TERUS PANTANG MUNDUR...
MAJU TAK GENTAR, MEMBELA YANG BENAR...

Anonim
Selasa, Juli 19, 2011 1:33:00 AM

NU MAJU TERUS PANTANG MUNDUR...
MAJU TAK GENTAR, MEMBELA YANG BENAR...

Anonim
Selasa, Juli 19, 2011 1:33:00 AM

NU MAJU TERUS PANTANG MUNDUR...
MAJU TAK GENTAR, MEMBELA YANG BENAR...

Anonim
Selasa, Juli 19, 2011 8:16:00 AM

he..he..he..bukan masalah sensitif apa tidak, koreksi diri anda sendiri, janganlah "ludah yang sudah keluar anda telan kembali", rasanya hebat sekali klo pelaku TBC malah sibuk mencari dan menuduh orang lain melakukan TBC

Anonim
Selasa, Juli 19, 2011 6:43:00 PM

Wah... suka banget ya kalo ada kata TBC!
He..he..he..
NU MUNDUR TERUS PANTANG MAJU...
MAJU TAK GENTAR, MEMBELA YANG BAYAR...
He..he..he..
Nggak...nggak...
bercanda...
NU MAJU TERUS PANTANG MUNDUR...
MAJU TAK GENTAR, MEMBELA YANG BENAR...

Anonim
Selasa, Juli 19, 2011 7:26:00 PM

Gak perlu sibuk mencari atau menuduh orang melakukan TBC, Gak dicari juga udah ketemu. Gak menuduh juga udah pada ngaku sendiri-sendiri kok!
Gitu aja kok repot!
He...he...he...

Anonim
Kamis, Juli 21, 2011 7:59:00 AM

Awas.... ada maling teriak maling

Anonim
Kamis, Juli 21, 2011 1:46:00 PM

Lari ke mana malingnya............?
Ayo kita tangkap..................!

Anonim
Jumat, Juli 22, 2011 9:56:00 AM

malingnya..... si hanung bramantyo, nyuri tembang lir-ilir, udah ngasih royalti pa blm ya ke sunan kalijogo ??

Anonim
Jumat, Juli 22, 2011 7:11:00 PM

Ha...ha...ha..
gak tau ya, aku kenal juga nggak...
pernah liat di TV.
Kalo menurutku Sunan Kalijogo gak butuh royalti, yang butuh royalti kan anda. Ada yang mau melantunkan dan mempublikasikan tembangnya saja Sunan Kalijogo sudah terima kasih sekali.
Royaltinya sudah dapat dari Alloh SWT.

Anonim
Rabu, Juli 27, 2011 10:25:00 PM

kita pada intinya kalau paham dalam memahami isi Al quran apa hadist seharusnya kita anti TBC karena didalamnya tidak ada perintahnya kecuali ibadah yg diperintahkan oleh Alloh SWT dan Nabi SAW. kita hanya saling menuduh pihak lainlah yg melakukan tbc . Coba kita introspeksi diri. kalau memang anda orang pesantren berarti anda belum paham apa yg banyak dilakukan oleh masyarakat kita. Mereka banyak sekali melakukan tbc. silahkan anda buktikan setelah lulus dari pesantren kemudian berfikir dan renungkan. ternyata masyarakat kita sudah banyak yg melenceng dari isi Al quran dan sunnah. mereka banyak melakukan peringatan hari kematian, tahlilan, muludan, puji2an yg kalimatnya mengandung kesyirikan, membaca AlQuran di kuburan, meminta berkah sama kuburan, mengadakan sesajian dll, yang semua itu tidak ada perintahnya di Al quran dan sunnah Nabi SAW. lha semua itu siapa yg akan menda'wahi mereka kalau bukan kita sendiri. apa malah kita juga ikut menyuburkan cara2 tsb, naudzubillah. Masyarakat kita banyak yg tidak mesantren shg menelan mentah2 ajaran agama yg disebarkan oleh ahli2 tbc.

Anonim
Rabu, Juli 27, 2011 10:41:00 PM

blog ini kalau memang blog utk da'wah ya utk da'wah bukan utk menghujat,menjelekan yg lain,membuat permasalahan. padahal masyarakat kita masih banyak membutuhkan pencerahan agama islam. ko malahan memuat komentar film sang pencerah kaya kurang penggawean. padahal isi film tsb bagus yaitu membrantas TBC dan mengenang Walisongo lewat lagu lir ilirnya. anda terlalu sensitif dan berprasangka buruk dg yg lain. mana katanya blog pesantren seharusnya isinya da'wah, pencerahan dan nasehat. isinya malahan jauh dari Al quran dan Sunnah. mari kita berfikir scr dewasa jgn seperti anak2 dlm menyikapi permasalan. kalau blog ini isinya tidak bermutu, menimbulkan perpecahan, saling hujat, picik, bukan da'wah berarti blog ini HARAM. semoga yg punya blog ini dapat hidayah dan bisa memperbaikinya shg masuk surga.

Anonim
Rabu, Juli 27, 2011 10:53:00 PM

kita kalo jadi orang islam jgn bangga dgn islam keturunan, gali islam ke sumber aslinya shg kita tidak taklid buta. kalau baca kitab jgn hanya membaca kita ihya ulumudin saja, safinah saja dll tapi bucajuga kitab riyadushsholihin, fathul majid, fathul barri dll. shg kita tidak fanatik golongan. kalau kita bermazhab jgn hanya satu mazhab saja yg kita pake, kan ada mazhab 2 yg lain krn imam mazhab2 tsb semuanya bagus dan baik, mereka panutan kita juga.

Anonim
Rabu, Juli 27, 2011 11:09:00 PM

mas saya ingatkan bahwa pendiri hizbut tahrir itu bukan Ustad Hasan Al Banna, tapi yg didirikan oleh Ustad Hasan Al Banna adalah Ihwanul Muslimin yg sekarang berkembang pesat di negara mesir bahkan di dunia. sy pengagum Ustad Hasan Al Banna, katanya anda paham sejarah. bacalah buku2 mengenai Ustad Hasan Al Banna dan juga mengenai Ihwanul Muslimin, jadi jgn asal komentar.

Anonim
Jumat, Juli 29, 2011 3:46:00 PM

woi....rame juga nih, padahal yang di perdebatkan hanya sebuah film, pada ngaku benar,gak ada yang mau introspeksi, padahal penuduh bid'ah adalah pelaku bid'ah yang amat sesat sendiri, yaitu golongan wahabi/salafi/muhammadiyah yang membagi tauhid menjadi 3 (trinitas) padahal Nabi tidak pernah mencontohkan pembagian tsb.

Anonim
Jumat, Juli 29, 2011 9:29:00 PM

seorang muslim itu yang dikagumi harus Nabi Muhammad SAW !!!

Anonim
Sabtu, Juli 30, 2011 2:13:00 AM

Nabi Muhammad tidak perlu dikagumi, tapi diteladani.

Anonim
Sabtu, Juli 30, 2011 2:18:00 AM

Penulis di sini suka banget pada kata-kata bid'ah dan TBC ya!!!!
kalo ada kata bid'ah dan TBC langsung aja dilahap habissss....
he..he..

Anonim
Sabtu, Juli 30, 2011 8:52:00 AM

mustahil meneladani Nabi Muhammad tanpa terlebih dahulu mengagumi,jadi yang benar adalah mengagumi dan meneladani.

Anonim
Sabtu, Juli 30, 2011 12:34:00 PM

mustahil?
itu katamu,

Anonim
Minggu, Juli 31, 2011 6:51:00 AM

memang mustahil, menurut anda apa, jangan dikira sebagai santri kita hanya belajar satu atau dua kitab saja, terus kita juga tidak tahu perkembangan dunia luar dan tidak mempunyai wawasan intelektual yang cukup, maaf...sekali lagi maaf...bukan saya bermaksud menyombongkan diri, saya pernah nyantri dan pernah pula masuk kampus walaupun hanya sampai setingkat S-2 di bidang kesehatan, lebih baik diskusi kita di fokuskan pada satu masalah saja agar tidak seperti debat kusir, mungkin anda bisa memberikan tambahan wawasan agama pada saya yang awam ini, mari kita mulai diskusi kita pada pengertian bid'ah menurut Al qur'an dan Assunah,atau topik lain sesuai dengan yang anda inginkan, monggo...mohon bimbingannya...

Anonim
Minggu, Juli 31, 2011 4:04:00 PM

Rasanya memang lebih fair seperti itu,agar ada nilai tambah dalam mengakses blog ini, gimana para wahabi/salafi/muhammadiyah,bukan bermaksud mengadu domba atau menantang nih ye....,tapi dengan niat Lillahi Ta'alah
lanjut mas....saya ikut nyimak...

Anonim
Senin, Agustus 01, 2011 6:13:00 AM

untuk saudaraku yang comment sebagai pengagum Hasan al Banna, tolong jawab dulu pertanyaan saya sebelum masuk pada diskusi yang sesungguhnya, apakah anda anggota Ikhwanul muslimin ?

Anonim
Selasa, Agustus 02, 2011 8:15:00 PM

saya tidak kagum dg orang yg sudah belajar dg dua kitab atau lebih, sy juga tidak kagum dg orang yg belajar sampai tingkat s2. Yg saya kagumi adalah orang islam yg benar2 menjalankan syarekat islam sesuai dg Ai Quran dan Sunah tanpa ditambah atau dikurangi. Nabi SAW yg tidak pernah kuliah sampai s2 saja hatinya mulia, akhlaknya terpuji,ibadahnya bagus, beliau bisa menjadi pemimpin dunia yg disegani karena yg Beliau amalkan memang benar2 perintah Alloh SWT atau Al Quran murni. Dan saya yg tamatan SD saja ingin meneladani Beliau walaupun masih banyak kekurangannya dari diri saya. Jadi kita belajar islam tidak harus sekolah yg tinggi, sekolah tinggi tidak menjamin orang bisa masuk sorga, tidak bisa menjamin orang akan dapat hidayah, berhati bersih dll. Tapi jg lupa bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban dan kita juga harus ittiba kepada Rasul SAW. Bahkan banyak orang yg berpendidikan tinggi hanya berlaku sombong, merendahkan orang, menghasut, menghujat, tidak peduli dg orang islam yg lain, bahkan sesama orang islam sendiri saling mencerca na'uzdubillah

Anonim
Selasa, Agustus 02, 2011 8:31:00 PM

Saya adalah pengagum Nabi SAw dan Ustad Hasan Albana adalah salah satunya tokoh dari sekian tokoh yg saya kagumi, saya tidak fanatik golongan.Saya sangat suka membaca buku dari tokoh2 islam baik itu Imam Ghozali, Imam Syafi'i, Ibnu Taimiyah, Abdullah bin Wahhab, Abdullah bin Baz, Abdul Kodir Jaelani. Saya yakin beliau2 ini adalah orang yg dipilih Alloh SWT untuk mendakwahkan islam walaupun dg cara yg berbeda2. Dan dalam karya2 mereka tidak satupun kalimat yg isinya untuk memecah belah umat, yg isinya agar orang islam disuruh membenci orang islam, tapi isinya adalah bagaimana agar islam bisa membumi/makmur di jagat ini.

Anonim
Rabu, Agustus 03, 2011 4:17:00 PM

skrg anda mengaku sbg pengagum Nabi SAW, lantas siapa yang mengaku/comment bahwa Nabi Muhammad tidak perlu dikagumi tapi diteladani diatas ?
wk...wk...wk....hebat benar bersilat kata memutar balikkan opini.

Anonim
Rabu, Agustus 03, 2011 5:47:00 PM

Anda siapa? Apa yang mengaku lulusan S2?
Sama sekali tidak ada tanda tanda bahwa anda adalah lulusan S2.
Argumen anda tidak lebih dari argumen seorang lulusan MTs.
Saya sama sekali tidak silau dengan orang yang bertitel. Mau yang lulusan S1, S2, S3, S4....S100 silakan. Tapi tinggalkan TBC, karena itu menyimpang dari ajaran Islam.

Anonim
Kamis, Agustus 04, 2011 10:44:00 AM

Ha..ha...ha..., mending lulusan Mts, dari pada anda yang hanya lulusan SD tapi sok pintar

Anonim
Kamis, Agustus 04, 2011 11:44:00 AM

Betul...betulll...betullll...,tong kosong nyaring bunyinya, diajak diskusi masalah bid'ah saja masih mbulet, sampai-sampai lupa dengan tulisannya sendiri

Anonim
Kamis, Agustus 04, 2011 8:27:00 PM

saudara2 ku kita harus maklum dalam berdiskusi dengan anak lulusan SD, selain sangat sensitif dalam menanggapi permasalahan, kita juga harus maklum dengan keterbatasan pengetahuannya, di universitas manapun didunia ini tidak akan pernah ada yang namanya lulusan S4 apalagi S100. wk...wk...wk.....

Anonim
Jumat, Agustus 05, 2011 8:18:00 AM

Di Balik Pemujaan Wahabi
Islam sama sekali tak bisa dilepaskan dari sosok Baginda Nabi SAW. Beliau adalah insan yang menerima wahyu dari Allah SWT untuk memberikan pencerahan kepada umat manusia dengan agama yang sempurna ini. Tiada sosok yang patut diagungkan di muka bumi melebihi Baginda Nabi SAW. Segenap keindahan fisik dan budi pekerti terdapat dalam figur Baginda Rasulullah SAW. Mencintai Baginda Nabi SAW adalah bagian dari mencintai Allah SWT. Beliau bersaba:
مَنْ أَحَبَّنِي فَقَدْ أَحَبَّ اللهَ وَمَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطاَعَ اللهَ
“Barangsiapa mencintaiku, maka ia benar-benar telah mencintai Allah SWT. Barangsiapa menaatiku, maka ia benar-benar telah taat kepada Allah SWT.”
Cinta haruslah disertai dengan penghormatan dan pengagungan. Oleh sebab itu Allah SWT memerintahkan manusia agar mengagungkan sosok Baginda Nabi SAW. Allah SWT berfirman:
إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (8) لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ
“Sesungguhnya kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya dan mengagungkan Rasul-Nya.”
Cinta para sahabat kepada Baginda Rasul SAW adalah cinta yang patut diteladani. Dalam hadits-hadits disebutkan bagaimana para sahabat saling berebut bekas air wudhu Baginda Nabi SAW. Meski hanya tetesan air, namun air itu telah menyentuh jasad makhluk yang paling dekat dengan Sang Pencipta. Karena itulah mereka begitu memuliakannya dan mengharap berkah yang terpendam di dalamnya. Ketika Baginda Nabi SAW mencukur rambut, para sahabat senantiasa mengerumuni beliau. Mereka ingin mendapatkan potongan rambut beliau meski sehelai. Dengan rambut itu mereka hendak mengenang dan mengharap berkah Nabi SAW. Demikianlah rasa cinta para sahabat kepada Baginda Nabi SAW.

Anonim
Jumat, Agustus 05, 2011 8:19:00 AM

Primitif
Apa yang berlaku saat ini di Bumi Haramain adalah sesuatu yang bertolak belakang dengan kaidah cinta. Di sana orang-orang Wahabi mengaku mencintai Baginda Nabi SAW, akan tetapi mereka sama sekali tidak menghormati beliau SAW. Mereka bahkan melecehkan beliau dan melakukan perbuatan yang teramat tidak pantas kepada sosok sebesar beliau. Bayangkan saja, rumah yang ditempati beliau selama 28 tahun, yang semestinya dimuliakan, mereka ratakan dengan tanah kemudian mereka bangun di atasnya toilet umum. Sungguh keterlaluan!
Fakta ini belakangan terkuak lewat video wawancara yang tersebar di Youtube. Adalah Dr. Sami bin Muhsin Angawi, seorang ahli purbakala, yang mengungkapkan fakta itu. Dalam video berdurasi 8:23 menit itu, ia mengungkapkan bahwa ia telah melakukan penelitian selama bertahun-tahun untuk mencari situs rumah Baginda Nabi SAW. Setelah berhasil, ia menyerahkan hasil penelitiannya kepada pihak yang berwenang.
Respon pihak berwenang Arab Saudi ternyata jauh dari perkiraan pakar yang mengantongi gelar Doktor arsitektur di London itu. Bukannya dijaga untuk dijadikan aset purbakala, situs temuannya malah mereka hancurkan. Ketika ditanya oleh pewawancara mengenai bangunan apa yang didirikan di atas lahan bersejarah itu, Sami Angawi terdiam dan tak mampu berkata-kata. Si pewawancara terus mendesaknya hingga akhirnya ia mengakui bahwa bangunan yang didirikan kelompok Wahabi di atas bekas rumah Baginda Nabi SAW adalah WC umum. Sami Angawi merasakan penyesalan yang sangat mendalam lantaran penelitiannya selama bertahun-tahun berakhir sia-sia. Ia kemudian mengungkapkan harapannya, “Kita berharap toilet itu segera dirobohkan dan dibangun kembali gedung yang layak. Seandainya ada tempat yang lebih utama berkahnya, tentu Allah SWT takkan menjadikan rumah itu sebagai tempat tinggal Rasul SAW dan tempat turunnya wahyu selama 13 tahun.”
Ulah jahil Wahabi itu tentu saja mengusik perasaan seluruh kaum muslimin. Situs rumah Baginda Nabi SAW adalah cagar budaya milik umat Islam di seluruh penjuru dunia. Mereka sama sekali tidak berhak untuk mengusik tempat terhormat itu. Ulah mereka ini kian mengukuhkan diri mereka sebagai kelompok primitif yang tak pandai menghargai nilai-nilai kebudayaan. Sebelum itu mereka telah merobohkan masjid-masjid bersejarah, di antaranya Masjid Hudaybiyah, tempat Syajarah ar-Ridhwan, Masjid Salman Alfarisi dan masjid di samping makam pamanda Nabi, Hamzah bin Abdal Muttalib. Pada tanggal 13 Agustus 2002 lalu, mereka meluluhkan masjid cucu Nabi, Imam Ali Uraidhi menggunakan dinamit dan membongkar makam beliau.
Selama ini kelompok Wahabi berdalih bahwa penghancuran tempat-tempat bersejarah itu ditempuh demi menjaga kemurnian Islam. Mereka sekadar mengantisipasi agar tempat-tempat itu tidak dijadikan sebagai ajang pengkultusan dan perbuatan-perbuatan yang mengarah kepada kemusyrikan. Akan tetapi dalih mereka agaknya kurang masuk akal, sebab nyatanya mereka berupaya mengabadikan sosok Syekh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin, salah seorang tokoh pentolan mereka. Mereka mendirikan sebuah bangunan yang besar dan mentereng untuk menyimpan peninggalan-peninggalan Syekh al-Utsaimin. Bandingkan perlakuan ini dengan perlakuan mereka kepada Baginda Nabi SAW. Mereka merobohkan rumah Baginda Nabi SAW dan menjadikan tempat yang berkah itu sebagai WC umum, kemudian membangun gedung megah untuk Al-Utsaimin. Siapakah sebetulnya yang lebih mulia bagi mereka? Baginda Rasulullah SAW ataukah Syekh al-Utsaimin?
Bangunan berdesain mirip buku itu dibubuhi tulisan “Yayasan Syeikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin.” Di dalamnya terdapat benda-benda peninggalan Syekh al-Utsaimin, seperti kaca mata, arloji dan pena. Benda-benda itu diletakkan pada etalase kaca dan masing-masing diberi keterangan semisal, “Pena terakhir yang dipakai Syekh al-Utsaimin.”
Sungguh ironis, mengingat mereka begitu getol memberangus semua peninggalan Baginda Nabi SAW. Ulama mereka bahkan mengharamkan pelestarian segala bentuk peninggalan Baginda Nabi SAW. Beruntung, sebagian benda peninggalan beliau telah dipindahkan ke Turki.

Anonim
Jumat, Agustus 05, 2011 10:31:00 AM

Haul Wahabi
Wahabi melarang keras pengkultusan terhadap diri Baginda Nabi SAW, akan tetapi mereka sendiri melakukan pengkultusan terhadap diri Syekh al-Utsaimin. Mereka membid’ahkan peringatan haul seorang ulama atau wali, akan tetapi belakangan mereka juga menghelat semacam haul untuk Syekh al-Utsaimin dengan nama ‘Haflah Takrim.” Betapa ganjilnya sikap kelompok Wahabi ini.
‘Haul’ al-Utsaimin mereka adakan pada bulan Januari 2010 lalu di sebuah hotel di Kairo di bawah naungan Duta Besar Saudi di Kairo, Hisham Muhyiddin. Rangkaian acara haul itu dibuka dengan pembacaan ayat-ayat Quran, dilanjutkan sambutan-sambutan berisi pujian terhadap almarhum. Sambutan pertama disampaikan Ketua yayasan ar-Rusyd sekaligus Presiden Asosiasi Penerbit Saudi, yang memuji peran Syekh Utsaimin dalam penyebaran agama Islam. Sambutan selanjutnya disampaikan Abdullah, putra Utsaimin, kemudian Atase Kebudayaan Saudi Muhammad bin Abdul Aziz Al-Aqil. Yang disebutkan belakangan ini banyak mengulas manakib Syekh al-Utsaimin dengan menjelaskan tahun lahir dan wafatnya. “Perayaan ini adalah sedikit yang bisa kami persembahkan untuk mendiang Syekh Utsaimin,” ujarnya.

Acara haul ditutup dengan saling tukar tanda kehormatan antara Yayasan ar-Rusyd, Yayasan Utsaimin, Atase Kebudayaan dan Deputi Menteri Kebudayaan dan Informasi. Begitu pentingnya perayaan untuk Utsaimin ini sampai-sampai seorang pengagumnya menggubah sebuah syair:
وَاللهِ لَوْ وَضَعَ اْلأَناَمُ مَحَافِلاَ # مَاوَفَتِ الشَّيْخَ اْلوَقُورَحَقَّهُ
“Demi Allah, Seandainya segenap manusia membuat banyak perayaan untuk Syeikh Utsaimin, hal itu tidaklah mampu memenuhi hak beliau.”
Syair itu menunjukkan pengkultusan orang-orang Wahabi terhadap Syekh Utsaimin. Pengagungan yang kebablasan juga mereka berikan kepada pendiri aliran Wahabi, Muhammad bin Abdul Wahab. Seorang Mahasiswa Universitas Riyadh pernah memprotes dosennya, Dr. Abdul Adhim al-Syanawi, karena memuji Rasulullah SAW. Sang dosen menanyakan apa penyebab si mahasiswa membenci Nabi SAW? Mahasiswa itu menjawab bahwa yang memulai perang kebencian adalah Baginda Nabi sendiri (sambil menyitir hadits seputar fitnah yg muncul dari Najed, tempat kelahiran Muhamad bin Abdul Wahab). “Kalau begitu, siapa yang kamu cintai?” tanya sang dosen. Lalu si mahasiswa menjawab bahwa yang dicintainya adalah Syekh Muhammad bin Abdul Wahab. Selanjutnya sang dosen menanyakan alasan kecintaan mahasiswanya itu. “Karena Syekh Muhammad Abdul Wahab menghidupkan sunnah dan menghancurkan bid’ah,” Jawab mahasiswa itu. (kisah ini dicatat Ibrahim Abd al-Wahid al-Sayyid,dalam kitabnya, Kasf al-Litsam ‘an Fikr al-Li’am hlm.3-4.)
Sungguh benar Baginda Nabi SAW. yang dalam salah satu hadits beliau mengisyaratkan bahwa akan ada fitnah (Wahabi) yang bakal muncul dari Najed. Isyarat itu menjadi nyata semenjak munculnya Muhammad bin Abdul Wahab dari Najed yang dengan bantuan kolonial Inggris mencabik-cabik syariat Islam.
Syekh Utsaimin adalah salah satu penerus Muhammad bin Abdul Wahab. Ia juga gencar menyebarkan fitnah lewat tulisan-tulisannya. Salah satu fitnah itu seperti tertera di dalam karyanya, al-Manahi al-Lafdziyyah hal 161. Di situ ia menulis:
وَلاَ أَعْلَمُ إِلىَ سَاعَتيِ هَذِهِ اَنَّهُ جَاءَ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَفْضَلُ اْلخَلْقِ مُطْلَقاً فيِ كُلِّ شَئٍْ
“Dan saya tidak mengetahui sampai detik ini bahwa Muhammad adalah makhluk Allah yang lebih utama dari segala makhluk apa pun secara mutlak.” Agaknya kalimat inilah yang membuat penganut Wahabi lebih mengagungkan Utsaimin dari pada Baginda Rasulullah SAW….!

Anonim
Selasa, Agustus 09, 2011 12:14:00 PM

Coba buka alamat ini, ini adalah blognya orang NU yang sudah mendapat hidayah dari Alloh SWT..
http://muslim.or.id/biografi/kisah-taubat-seorang-kyai.html

Selasa, Agustus 09, 2011 12:50:00 PM

Lucu dan Unik.......
gara2 hal seperti ini banyak yang berpikir mending gua gak punya agama jika dalam agama gua aja banyak pertentangan? ( itu untuk orang yang berpikir dengan otaknya sendiri)lalu muncul lagi aliran lain karena menganggap " ah ikut yang ini kebanyakan peraturan", ato ah'kalo yang itu Ibadahnya Ribet, lalu Munculah Ajaran baru Yang Menginginkan Islam secara instan, seperti NII.
dan seterusnya akan muncul ajaran2 baru karena mereka2 yang berpikir hanya dengan otaknya Tapi tanpa Syariat Islam itu sendiri.
Subhanallah'.......

Anonim
Selasa, Agustus 09, 2011 10:01:00 PM

Untuk lebih jelasnya lagi, buka di blog salafi/wahabi tobat, dimana disana dijelaskan alasan2 mengapa orang2 salafi/wahabi/muhammadiyah meninggalkan ajarannya dan kembali pada ajaran ahlussunnah wal jamaah dengan hidayah dari Alloh SWT.

Anonim
Selasa, Agustus 09, 2011 10:40:00 PM

Beberapa waktu yang lalu rombongan yang terdiri dari KH. Thobari Syadzili, Ustadz Dafid Fuadi Mbah Aqil Fikri dan seorang kru aula berkunjung di rumah afrokhi sang penulis buku putih kyai NU dan mengaku sebagai kyai NU yang sudah tobat untuk bersilaturrahim dan berdiskusi, berada di dusun puthuk desa banaran kecamatan kandangan kabupaten kediri terdapat sebuah rumah kecil dan sederhana yang teras depan rumahnya ada papan mana yang sudah menua bertuliskan "pondok Pesantren dan Madrasah Rohmatulloh" akan tetapi menurut warga setempat tidak satu orangpun santri yang tinggal ditempat itu. Ketika rombongan datang dirumahnya ternyata afrokhi ngumpet, tidak berani keluar dengan alasan keluar kota padahal mobilnya ada, motornya juga ada dan ada tetangga yang mendengar batuknya afrokhi dan menyatakan bahwa afroki tidak keluar kota. Inikah yang anda maksud dengan seorang kyai, yang ternyata hanya seorang guru ngaji biasa, tidak mengerti adab dalam menerima tamu yang ingin bersilaturrahim dengannya dan cuma berani lempar batu sembunyi tangan ?!

Anonim
Selasa, Agustus 09, 2011 10:59:00 PM

waahh...ulasan yang sangat jelas, ilmiah, sesuai fakta dan tidak dibuat2, ternyata blog/situs http://muslim.or.id/biografi/kisah-taubat-seorang-kyai.html adalah situs yang hanya mencari sensasi dan bersifat profokasi.

Anonim
Rabu, Agustus 10, 2011 8:25:00 PM

Anda pintar bersilat lidah, pintar memberikan data tapi data tidak anda lihat secara langsung anda hanya mengira dan menerka anda hanya benci dgn kelompok lain. seharusnya jadi orang islam itu bertabayyun dulu sebelum berkomentar. sbg orang islam seharusnya kata2nya enak didengar tidak menghasut dan menebarkan kebencian dan akhirnya sy ragu dgn keimanan anda. komentar anda tidak bermutu tidak ada tujuan untuk berdakwah katanya orang islam tapi masih suka bermusuhan. jangan mengaku paling benar sendiri paling pintar sendiri kalo masih mengaku orang islam dan beriman. kata2 anda dan perbuatan anda jauh sekali dari ajaran Rasulullah SAW. ilmu anda dibandingkan dgn ilmu Alloh SWT dan Nabi SAW belum ada apa2nya. anda bukan orang islam sejati kalo orang islam sejati kata2nya sejuk jauh dari hasut anda hanya fanatik golongan.

sakarepe dewe
Kamis, Agustus 11, 2011 1:21:00 AM

Betul...betul...betulll....

sakerepe dewe
Kamis, Agustus 11, 2011 1:24:00 AM

Ini blognya wong ngaku pinter sendiri, ngaku benar sendiri, sakarepmu rek....

Anonim
Kamis, Agustus 11, 2011 5:45:00 AM

Astagfirulloh hal adzim, ingat saudaraku...siapa yang berani menulis dan membandingkan ilmu saya sebagai manusia biasa dengan ilmu Rasululloh SAW apalagi dengan ilmu Allah SWT ? andalah yang menulis dan membanding2kan hal itu, maka fitnah dan keberanian anda itu nanti yang akan anda pertanggugjawabkan dihadapan Alloh SWT !!!

Anonim
Senin, Agustus 15, 2011 9:06:00 PM

Kalau beristighfar jangan hanya lewat tulisan tapi dengan hati dan dibuktikan dengan ucapan dan perbuatan yg baik, Alloh Mahatahu. Percuma beristighfar tapi dgn sesama muslim masih saling menjelekkan, berburuk sangka, fanatik golongan, menghujat ulama yg lain dan belum tentu yg menghujat lebih baik di hadapan Alloh dari pada yg dihujat. Insyaallloh ustad Ustaimin, Ustad Abdullah Bin Wahhab dan Ustad2 yg lain yg anda hujat tidak sejelek yg anda sangka, Alloh lah yg Mahatahu. sbg orang muslim dilarang utk berburuk sangka karena berburuk sangka adalah ajakan syetan utk memecah belah umat islam. Dan saya sendiri sangat menghormati ulama2 yg anda agung2kan kerana mereka adalah orang yg diciptakan/dipercaya Alloh SWT utk berdakwah di muka bumi ini. Karena tanpa para ulama seperti mereka mungkin kita tidak akan mengenal islam seperti sekarang dan kita hargai pengorbanan mereka. Mari kita hormati para ulama yg berjuang secara gigih utk berdakwah, ulamaku ya ulamamu, ulamamu ya ulamaku, kita baca ilmu2 mereka biar kita terbuka hatinya, tidak fanatik golongan, dan apriori. Coba kita bayangkan kalau orang islam terus2an berpecah belah kapan kita akan hidup damai, hidup aman, hidup tentram, sementara mungkin kita bisa hidup damai dgn orang2 kafir yg jelas musuh kita, nauzdubillah.

sakarepe dewe
Selasa, Agustus 16, 2011 11:55:00 AM

betul...betul...betul....
fitnah memang sepantasnya dibalas dengan fitnah.
syaiton selalu mengajak umat manusia kepada kemunkaran.
teruskan perjuanganmu sobat, apapun resikonya, kebenaran memang harus ditegakkan.
kembalikan umat pada ajaran Islam yang murni, sesuai Al Qur'an dan Al Hadits.

Anonim
Kamis, Agustus 18, 2011 12:18:00 AM

kalo ga ada wahabi/muhamadiyah saya pikir sekarang ini umat islam indonesia masih terbelenggu hal-hal yang berbau klenik dll, karena apa? karena tidak ada yang berusaha memberantas itu.

kalo ga ada NU saya pikir umat islam indonesia sudah kehilangan ciri indonesianya, berubah jadi mirip orang arab.

kalo ga ada wali ya ga ada islam di indonesia.

kalo wali berdakwah seperti jalan sunan kalijaga semua ya di indonesia islam akan kehilangan bentuk aslinya.

kalo ga ada yang kaya sunan kalijaga ya islam ga bakalan jadi mayoritas di indonesia.

kalo ga ada kiai dahlan ya ga ada pendidikan modern bagi umat saat itu.

kalo ga ada kiai hasyim ya umat islam indonesia mirip orang barat/belanda saat itu.

kalo ga ada anti TBC ya umat islam indonesia ga bakal tahu apa itu bid'ah, karena ga ada yang membahasnya.

kalo ga ada pro TBC ya umat islam indonesia tumbuh menjadi umat yang individualis. kurang ukhuwahnya.

sakarepe dewe
Kamis, Agustus 18, 2011 1:41:00 AM

betul...betul...betul...
memang dari dulu hingga saat ini masih banyak orang Islam yang melakukan ritual-ritual yang berbau klenik. Klenik merupakan bagian dari TBC.
Kalau tidak ada yang memberantas sudah tentu akan menjalar kemana-mana dan semakin kronis. Sehingga banyak umat Islam yang kesasar dan salah jalan.
Untuk itu mari jangan henti-hentinya memberantas TBC agar umat Islam tidak mengikuti jalan yang sesat, jalan syaiton.
Teruskan perjuanganmu kawan untuk beramar ma'ruf nahi munkar.

Anonim
Kamis, Agustus 18, 2011 11:47:00 AM

Yang banyak komentar adalah mereka yang tanpa disadari paling banyak salahnya, "air beriak tanda tak dalam"

sakarepe dewe
Kamis, Agustus 18, 2011 9:01:00 PM

Betul... betul...betul...
Sama seperti blog ini,"air beriak tanda tak dalam".

BUKAN KAMANDA-NU & KAMANDI-YAH
Rabu, Agustus 24, 2011 3:07:00 PM

Gua sih bukan KAMANDANU (NU), dan juga bukan KAMANDIYAH (MUH) tapi yang jelas gua orang islam yang taat beragama..insyaAllah..mengikuti ajaran Rasulullah..dan dalam ajaran rasullullah memang tidak ditemukan YASINAN/TAHLILAN kalo emang ada tolong dong referensinya...tapi yang shohih loh..kalo yang lemah/palsu mah buanyak banget...

sakarepedewe
Kamis, Agustus 25, 2011 4:34:00 PM

Yang pasti, kita sebagai umat Islam dalam beribadah harus berpedoman pada Al Qur'an dan As-Sunnah.
Suatu amalan yang menyimpang dari keduanya adalah tertolak.

Kamis, Agustus 25, 2011 11:54:00 PM

@sakarepe dewe tolong jelaskan pernyataan anda yang menyatakan bahwa fitnah memang sepantasnya dibalas dengan fitnah, mana hadits dan ayat yang menyatakan demikian, Nabi SAW tidak pernah mengajarkan yang demikian, itu bukan ajaran islam, jangan hanya menjadi pecundang dan pengecut !!!

Jumat, Agustus 26, 2011 12:29:00 AM

@bukan kamandanu & kamandiyah sebentar lagi kita berdiskusi tentang pertanyaan anda tapi setelah sakarepe dewe menjawab pertanyaan saya

Anonim
Jumat, Agustus 26, 2011 10:22:00 AM

Blog ini hanya membesar-besarkan kebencian terhadap wahabi dan MD kenapa sih? Wahabi dan MD pedomannya Al Quran dan hadist anda/NU juga sama pedomannya Al Quran dan hadist. Kalau NU dan MD beda itu hanya dalam bidang geraknya dan amaliyahnya, insyaalloh aqidahnya sama dan setiap organisasi pasti punya ciri khas tersendiri dan itu sudah sunatulloh. Tergantung kita cara memandang perbedaan itu, kalau perbedaan itu bisa kita kelola dg baik pasti akan mendatangkan rahmat tapi kalo tidak bisa mengelolanya akan mendatangkan petaka. Saya yakin orang NU yg diatas dan orang MD yg diatas bisa saling memahami atas perbedaan itu tapi dikalangan menengah kebawah perbedaan sangat menonjol. Ini butuh kearifan kita dalam menyikapi. Nu dan MD pasti punya tujuan agar pengikutnya masuk surga, lha semua ini harus dilandasi dg cara ibadah yg telah dicontohkan oleh Nabi SAW. Coba kalau orang NU dan MD berlomba-lomba dalam beribadah yg sesuai dg yg dicontohkan oleh Nabi SAW tanpa ditambah-tambahi atau dikurangi insyaalloh kita akan damai dan bisa hidup rukun. Tapi kalau kita dalam beribadah sudah tidak sesuai dg tuntunan Nabi SAW, disitulah jurang perbedaan. Wahai saudaraku mari kita instropeksi, apakah kita dalam beragama sudah benar? sesuai dg yg dicontohkan Nabi SAW.

Anonim
Jumat, Agustus 26, 2011 10:39:00 AM

MD, salafi, Hisbut Tahrir, Jamaah Muslimin Hizbullaoh, Ikhwanul Muslimin, Jamaah Tabligh dan lain2 tidak semua saya sebutkan, semua itu bisa hidup damai dan rukun tidak ada perpecahan karena diikat oleh aqidah yg sama berlandaskan Al Quran dan hadist. Dan dalam soal gerak dan amaliyah yg mungkin berbeda tidak ada masalah. Perbedaan itu bisa dikelola dg baik, baik dikalangan atas maupun dikalangan bawah semuanya bisa saling menghargai. Dan kenapa dg orang NU sendiri yg selalu tidak ada kecocokan dg kelompok2 diatas? ini pasti ada sesuatu yg tidak sesuai dg apa yg dicontohkan oleh Nabi SAW. Mari kita buka wawasan khasanah kita, kita jg bangga dg islam keturunan saja, kita jg taqlid, dan kita diberi akal oleh Alloh SWT utk berpikir dan ternyata islam sangatlah luas.

sakarepedewe
Jumat, Agustus 26, 2011 5:37:00 PM

@prbuminakjinggo,
"jangan sok bego lu ya!"

Sabtu, Agustus 27, 2011 9:22:00 AM

@sakarepe dewe, jangan emosi, tolong jelaskan pernyataan anda yang menyatakan bahwa fitnah memang sepantasnya dibalas dengan fitnah, itukah pemahaman anda tentang islam, mana ayat Alquran dan Hadits Nabi SAW yang menyatakan demikian ?
Untuk yang comment tanpa identitas/anonim, jangan hanya berani lempar batu sembunyi tangan, jangan seperti banci, mari kita berdiskusi & belajar bersama2 memahami Alquran dan Hadits Nabi SAW dengan arah yang jelas, tunjukkan identitas anda, kalau tidak berani lebih baik anda turun saja dari forum ini.

sakarepe dewe
Minggu, Agustus 28, 2011 10:03:00 PM

emosi atau tdk gak usah ditanggapi. Kalau anda tau dalil Al Qur'an atau As-Sunnah apakah kata2 itu termasuk dalil?
Gak usah sok bodoh begitu!

Senin, Agustus 29, 2011 10:40:00 PM

Oraang islam itu yang dipegang ucapannya, jangan asal komentar kalau tidak tahu dalil yang benar sesuai dengan Alquran dan Hadits Nabi SAW, wah...kelihatannya sakarepe dewe mulai kelihatan aslinya nih, sudah tidak bisa mempertanggung jawabkan ucapannya, eh...malah hobinya menuduh orang lain bodoh, ingatlah wahai sakarepe dewe, Nabi Muhammad SAW tidak pernah dengan mudah menuduh orang lain itu bodoh.

sakarepedewe
Senin, September 05, 2011 10:58:00 AM

Buat Prabu Minakjinggo,

Taqobalallohu minna wa minkum, minal'aidin wal faidzin.

coba anda baca-baca artikel di blog ini. agar anda tidak kaget membaca comen-comen di sini!

Selasa, September 06, 2011 11:31:00 AM

Mohon maaf lahir dan batin.
Kita semua bersaudara, kita jaga ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah, boleh beda pendapat tapi jangan sampai memutus persaudaraan sesama muslim

Patih
Rabu, September 07, 2011 3:58:00 PM

untuk prabu minakjinggo gadungan maksudmu apa lempar batu sembunyi tangan dan kata2 banci. namanya saja dunia maya ya otomatis saya dan anda juga gak saling mengenal. prabu minak jinggo adalah prabu yg punya nama yg besar, lantas anda pake nama ini seharusnya ngaca. Saya kasihan dg prabu minak jinggo yg asli namanya dicatut oleh orang yg tidak bermoral dalam kata2nya, yg menebarkan kebencian dan yg hatinya masih banyak noda amarah. sekarang saya juga pake nama PATIH dan bukan patih siapa2 sya gak mau mencatut nama besar seseorang , kasihan nama mereka kita pake tapi kita miskin ahlak ,semoga anda puas dg nama samaran saya.
dari patih minta maaf karena kata2 yg tidak berkenan di hati dan menyakitkan dari awal komentar sampai akhir komentar. semoga anda mau memaafkan.

Kamis, September 08, 2011 10:18:00 AM

Kalau sikap dan kata2 kita setelah ramadhan masih kasar seperti yang anda kemukakan diatas, sungguh rugi anda melewatkan bulan ramadhan yang penuh hikmah, tampaknya makna suci bulan ramadhan belum membekas di hati anda.
Sesama muslim memang harus saling minta maaf dan saling memaafkan.

sakarepe dewe
Kamis, September 08, 2011 4:23:00 PM

@prabuminakjinggo,
rupanya anda tidak sadar bahwa anda juga sama seperti yang anda bilang.
tidak beda dengan patih,anda juga harus memperbaiki diri, agar memberi contoh yang baik supaya orang lainpun bersikap baik kepada anda seperti yang anda harapkan.

Jumat, September 09, 2011 9:24:00 AM

Itulah sebabnya mengapa sekarang comment saya berubah, apakah anda tidak menyadarinya, lalu bagaimana dengan anda sendiri ?

Anonim
Minggu, September 11, 2011 4:29:00 AM

1. Di zaman nabi, internet nggak ada, jd ini termasuk bid'ah.

2. Internet ini buatan orang musyrik, jd orang muslim nggak boleh pake karena haram.

kesimpulan

Orang NU dan Muhammadiya tidak diperkenankan menggunakan/mengakses/memakai internet karena haram dan bid'ah

Anonim
Minggu, September 11, 2011 7:38:00 PM

kalo tidak tau arti bid'ah jangan nulis kata bid'ah.
yang tidak tau arti bid'ah bukan orang Islam.

Rabu, Januari 11, 2012 11:49:00 PM

Astaghfirullahal 'adzhim... Rame juga ya?

Ada pepatah arab mengatakan.: An nasu a'da-u ma jahiluu.. Sungguh manusia itu adalah musuh atas sesuatu yg tidak diketahuinya.

Mari kita betul2 belajar islam lebih dalam lagi kawan dan mohon berhati-hatilah dalam berbicara.
jangan saling-saling yah.

Mari sama-sama arif dalam menyikapinya. Nabi kita satu khan? sudah kenal beneran belum??

jangan sampai yang terjadi disini bukanya ikhtilaful 'ulama awil fuqoha, tapi ikhtilaful juhala, yah.

Mari semangt belajar Islam!

Minggu, Januari 15, 2012 11:30:00 AM

Sungguh manusia itu adalah musuh atas sesuatu yg tidak diketahuinya.

Minggu, Januari 22, 2012 2:40:00 PM

pemaparan@ anda tdk rasional, anda tdk memahami ensensi pemikiran MD. lihat sejarah KH Dahlan secara objektif, terutama pendidikannya.............

Kamis, Februari 09, 2012 2:33:00 PM

kalau sekadar berbantah-bantahan tdk akan ada habisnya. dan memang begitulah salah satu cara kerja syetan (wal'iyaadz billaah); menumbuhkan rasa permusuhan. mari merenung sejenak, adakah di hati kita niat utk mencari kebenaran lalu menerimanya dgn lapang dada? sombong adalah penolakan terhadap kebenaran. bukankah kita setiap raka'at dlm shalat memohon pd Allah SWT utk selalu ditunjukkan dan diantarkan kepada jalan yg lurus? khusyu'kah kita ketika memohon itu? meresapikah hati kita ketika lisan kita membaca bacaan2 dan dzikir2 dlm shalat kita?
hadaanallaah...waffaqanallaah...fa innahuu waliyyuttawfiiq.

Jumat, Maret 02, 2012 4:00:00 PM

aku boleh makan sekarng kan....

Jumat, Maret 02, 2012 4:02:00 PM

saya akan tetap teguh memegang dengan hati sampai sekarang Ahlussunah Wal Jama'ah bermazhab syafi'ie. demikian untuk dipergunakan sbgmana mestinya.

Selasa, Maret 13, 2012 2:15:00 PM

Berpegang teguhlah kpd Al-Qur'an dan Hadist Rosulluloh itulah yang paling benar, >>>>>> Wahabi, Muhhaddiah, Nu hanyalah suatu organisasi yg dibuat oleh manusia >>>> maka jangan berdebat, sadarlah kita sesama muslim yang setujuan, semoga kita semua diberi petunjuk Allah SWT, Amin ........

Kamis, Maret 15, 2012 8:36:00 PM

Bismillahirrahmaanirrahiim, Na'udzubillah mindzalik tsumma na'udzubillahi mindzalik, mempersoalkan sesuatu tidak berdasar pada dalil dan pemahaman yang sama, memang tidak kan pernah bertemu, sampe hari kiamat, karena itu alangkah baiknya masing-masing menyadari bahwa NU/MD/wahabi sama-sama berjuang untuk islam, bertuhan yang sama, bernabi yang sama, berkiblat yang sama, syahadat yang sama,sholat wajib sama,puasa wajib sama, haji sama, LIHATLAH PERBEDAANNYA SEDIKIT SEKALI, tidak perlu dibesar-besarkan, tidak perlu ditonjol-tonjolkan, masing-masing ada kelebihan dan kekurangan sudah pasti, TAPI JUNJUNG DAN MULYAKAN PERSAMAANNYA, pasti kan membawa ukhuwah islamiyah yang kokoh sessama umat islam. aaaaaaaaaaaaaaaaammmmiiiiiiiiiiiiiiiiin!Ingat syetan, orang-orang kafir, munafik, musyrik selalu mendorong kita untuk saling bermusuhan, akibatnya mereka yang diuntungkan, kita yang dihancurkan. Na'udzubillah mindzalik tsumma na'udzubillahi mindzalik!!!

Selasa, April 24, 2012 7:17:00 AM

Saya sarankan juga untuk membuat film tentang tokoh tokoh Islam Indonesia lainnya, saya yakin akan bermanfaat, setidaknya akan mendewasakan ummat kita, dan akan memahami apa makna persatuan bagi kita semua, bagi bangsa dan negara. Trims. Wass.

Senin, April 30, 2012 1:12:00 PM

@walaupun ada yang tidak suka dengan film sang pencerah, realitasnya film tersebut telah menjadi Box Office di Indonesia. Artinya lebih banyak yang suka dari pada yang tidak.
@walaupun ada orang yang tidak suka Muhammadiyah, bahkan sering dituduh wahhabi, kamandiyah, agama sesat, dll. Realitasnya Muhammadiyah tidak sekedar wacana dan berwacana diruang kosong, tapi Muhammadiyah terus konsisten beramal, dan terbukti bahwa amal Muhammadiyah menunjukan kebenaran dan jati diri Muhammadiyah dari pada orang-orang yang menuduh dan menyebar fitnah kemana-mana. Ini sekaligus menunjukan kualitas dan kemenangan Muhammadiyah terhadap orang-orang yang suka omong, tapi tidak melakukan sesuatu "kabura maqtan 'indallah antaqulu mala taf'alun.
@iri hati dan kebencian, sering kali menutup mata orang terhadap kebenaran, bahkan kegelapan mata menumbuhkan sikap tidak adil terhadap sesama orang-orang Muslim. Padahal sikap adil dan bijak adalah tuntunan Islam yang paling mendasar. ingatlah Firman Allah: "wa la yajrimannakum sana'anu qaumin ala alla ta'dilu i'dilu". jalan dakwah tidak bisa ditlikung dengan sikap cerboh, seperti pandangan picik, iri hati, kebencian, dan sikap tidak adil. kapan pun dakwah model begini tidak akan mendapat rahmat dari allah. Bisa buktikan sendiri...?

Senin, April 30, 2012 3:45:00 PM

kok aneh yah....ya ini resikonya kalo beragama sudah di kotak2an ada nu,md,persis,jt,ldii,dll......anehnya lagi semua merasa paling benar....saya pernah mendengar seorang kyai di kampung saya ceramah begini....dibaan,yasinan,solawat nariyahan,tahlilan adalah amalan ahli sunnah wal jamaah ala nahdiniyah....coba kita renungkan.....apakah mohamadiyah,persis,ldii juga punya amalan2 aswaja yg lain lagi yg menjadi ciri khas suatu organisasi...?????????? jangan sampai kecintaan kita pada organisasi melebihi rasa cinta kita pada islam.....kalo misalnya bendera NU,MOHAMADIYAH,PERSIS,LDII,JT, DI INJAK2 di hina kira2 marah tidak...? kalo marah seberapa besar kemarahan anda bila yg di lecehkan adalah ajaran islam.....? tanyakan diri anda lebih fanatik ke organisasi ato ke agama....?????????

Selasa, Mei 15, 2012 10:47:00 PM

sip, bukan masalah filem atau adegannya mas bro yang belum faham islam, tapi ini soal aqidah, jadi setiap apa yang kita lihat, baca, jalani harus extra hati hati. jadi jangan slah.................................................ok ko

http://elbaruqy.blogspot.com/

wahabi berdarah, lanjutkan.

Selasa, Mei 15, 2012 11:08:00 PM

titi bos
AQIDAH KESALAHAN PARAMETER KEKUFURAN DAN KESESATAN DI ZAMAN SEKARANG LARANGAN MENJATUHKAN VONIS KUFUR ( TAKFIR ) SECARA MEMBABI BUTA



Banyak orang keliru dalam memahami substansi faktor-faktor yang membuat seseorang
keluar dari Islam dan divonis kafir. Anda akan menyaksikan mereka segera memvonis
kafir seseorang hanya karena ia memiliki pandangan berbeda. Vonis yang tergesa-gesa
ini bisa membuat jumlah penduduk muslim di dunia tinggal sedikit. Kami, karena
husnuddzon, berusaha memaklumi tindakan tersebut serta berfikir barangkali niat mereka
baik. Dorongan kewajiban mempraktekkan amar ma’ruf nahi munkar mungkin
mendasari tindakan mereka. Sayangnya, mereka lupa bahwa kewajiban mempraktekkan
amar ma’ruf nahi munkar harus dilakukan dengan cara-cara yang bijak dan tutur kata
yang baik (bil hikmah wal mau’idzoh al–hasanah). Jika kondisi memaksa untuk
melakukan perdebatan maka hal ini harus dilakukan dengan metode yang paling baik
sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Nahl : 125, yang artinya: Serulah (manusia)
kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka
dengan cara yang baik.
Praktek amar ma’ruf nahi munkar dengan cara yang baik ini perlu dikembangkan karena
lebih efektif untuk menggapai hasil yang diharapkan. Menggunakan cara yang negatif
dalam melakukan amar ma’ruf nahi munkar adalah tindakan yang salah dan tidak
semestinya.


lanjunya di http://elbaruqy.blogspot.com/2012/04/aqidah-kesalahan-parameter-kekufuran.html

Sabtu, Juni 23, 2012 8:40:00 PM

seperti kata orang, semakin banyak bicara semakin banyak kesalahan yg ditimbulkannya,

"Ketidaksukaan Darwis remaja terhadap praktek pemberian sesaji dan upacara membakar kemenyan di bawah ringin kurung di alun-alun selatan kraton, misalnya, terasa janggal. Saat itu, Darwis belum tercerahkan. Bahwa ia kurang sreg terhadap praktek klenik demikian, boleh jadi benar. Hanya saja, tak ada penjelasan, dari mana dan atas ajaran siapa sehingga memunculkan sikap dan tindakan penolakan yang frontal."

saya tidak mau menyamakan ahmad dahlan dengan Nabi SAW, tp kalo anda berpikir darimana ahmad dahlan dapat ajaran yg menolak tradisi disekitarnya. bukankah sebelum datang wahyu nabi SAW juga dihindarkan dari sifat2 kaum bahkan keluarganya sendiri yg dulu musyrik?, itu salah satu pemikiran anda yg saya kira dangkal,

saya ga membela NU ato muhammadiyah, q adalah muslim itu aja, bukan pengikut sebuah golongan,
yang pasti

kebenaran hanya milik Allah, dan kesalahan adalah milik kita dan setan

saya ga akan mengomentari satu2 pernyataan anda yg salah karena "semakin banyak bicara semakin terlihat kesalahan kita"

itu aja, wassalammualaikum

Sabtu, Juni 23, 2012 8:44:00 PM

kalo ada yg kurang berkenan silakan hubungi saya di facebook: id----> ricky kun

berdiskusilah atas nama muslim, bukan pengikut sebuah golongan

Rabu, Juli 11, 2012 1:25:00 PM

mau ikut berpendapat, maaf kalo salah, pada awal masuknya Islam dulu kan memang para penyebar agama Islam ini (walisongo) g mungkin dengan langsung merubah frontal adat dan kebiasaan masyarakat jaman itu yang masih kental pengaruh hindu dan budha, makanya dilakukan pengislaman sedikit2, makanya masih ada praktek2 ibadah yang seperti perpaduan dari budaya lama (hindu, budha) dengan Islam, yang seharusnya memang tujuan utamanya untuk membawa ke ajaran Islam yang murni...nah, sepertinya yang sekarang patut disayangkan adalah kalau kita tidak melanjutkan cita2 perjuangan para penyebar agama ini dahulu untuk membawa masyarakat ke ajaran Islam yang murni, tapi malah yang kita jaga itu budaya yang masih campur aduk (setengah Islam, setengah dari budaya hindu budha)

Kamis, Juli 19, 2012 6:24:00 PM

Tidak ada satu dalihpun yang bisa merubah aqidah kecuali "Dialah Yang Awal Dan Yang Akhir" (Q.57:3-4) karena hanya Dia yang telah menciptakan langit dan bumi.

lihat ref:

http://hubungantersembunyi.blogspot.com/

Senin, Desember 17, 2012 2:48:00 PM

sebenarnya para pengikut2 bawahan aliran suatu agama lah yang ngeyel, suka menjelek-jelekkan, dangkal keilmuan agama,menyalahkan ajaran A dan B, padahal para pemimpin2 organisasi2 yang dianggap berseteru itu..fine2 aja...saling menghormati,santun...tetapi kita lah pengikutnya yang suka cari perkara antar sesama kita sendiri.

Jumat, Desember 21, 2012 12:17:00 AM

yahh..
Islam kan agama yang kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa, tuhan Yang tidak ada tuhan selain dia (Allah).
kenapa masing2 memperjuangkan agamanya sampai membuat organisasi yang membuat dirinya terkotak kotak kepada suatu organisasi.
inget, kita hidup di dunia untuk membenahi dunia yang semakin rusak ini.
jika kita menasehati atau membenahi dunia dengan diri kita terkotak kotak di dalam suatu organisasi, gimana kita bisa membenahi dunia ini dengan baik?

Senin, Desember 31, 2012 12:30:00 PM

saya berfaham ahlisunan wal jamaah , NAMUN SAYA SANGAT SENANG SEKALI DENGAN FILM ISLAM INI .

YANG PERLU DITANYA KAN SEKARANG:
MENDING FILM ISLAM INI APA FILM2 PORNO / SINETRON YANG BEREDAR??
YAH, BEDAKWAH LAH , ILMU APA SAJA YANG KITA PUNYA. KEBENARAN MILIK ALLAH, SESAMA UMAT ISLAM SEBAIKNYA KITA SALING BERSATU ..

Rabu, Januari 09, 2013 6:52:00 AM

no comment

Kamis, Januari 31, 2013 9:44:00 AM

Kalo gak ngerti, gak usah mengkritisi, sama aja kayak orang wahabi, gak tau tapi sok tau. Dasar salafi. Anda yang mengkritisi, sudah merasa lebih baik dari KH Ahmad Dahlan? Mending hapus aja nih posting, bikin mudharat aja ente.

Kamis, Februari 07, 2013 11:15:00 AM

cuccok mas....

Poskan Komentar

Silahkan tulis

Bacaan Populer

 
Didukung : Salafiyyah Fans Page | PISS-KTB | Group Alumni
Copyright © 2006. Pesantren As-Salafiyyah - Boleh dicopy asal mencantumkan URL dokumen
Template Modified by info@as-salafiyyah.com | Published by BoloplekCD
Proudly powered by ePUSTAKA ISLAMI