Lebih Dekat Dengan H. Mahrus Ali

Beredarnya buku-buku tulisan H. Mahrus Ali di berbagai tempat di wilayah Indonesia benar-benar sangat 
Buku menggugat kiyai NU
meresahkan ummat Islam. Otomatis itu menjadikan fitnah besar bagi kaum Nahdhiyyin dan bisa mengancam persatuan dan kesatuan ummat Islam di Indonesia, bahkan bisa mengancam eksistensi Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menganut ideologi Pancasila dan berazaskan Undang-undang Dasar 1945. Atas dasar itu, Tim Sarkub bersama kawan-kawan yang tergabung dalam group “SARKUBIYAH” melakukan silaturrahim ke rumah kediaman H. Mahrus Ali di Tambakwaru Sidoarjo, Surabaya – Jawa Timur untuk meminta penjelasan langsung mengenai buku-buku tulisannya yang meresahkan masyarakat dan menyesatkan itu.

Senin Wage, 22 November 2010 M/ 15 Dzulhijjah 1431 H menjadi hari bersejarah bagi Tim Sarkub. Di hari itulah mereka memulai perjalanan untuk ‘menginvestigasi” H. Mahrus Ali, pengarang buku-buku yang menyudutkan NU, di kediamannya di Tambakwaru Sidoarjo – Jawa Timur. Sebe lum menuju rumahnya H. Mahrus Ali (yang ngaku2 Mantan Kiai NU), mereka berlima silaturrahim terlebih dahulu ke rumah keponakannya yang bernama H. Mahmud alumni pesantren Langitan untuk berbincang-bincang sebentar sambil mengemukakan maksud dan tujuan kedatangan baik kami ke sana. Karena, rumahnya H. Mahmud terletak pas berada di gang yang mau menuju rumahnya H. Mahrus Ali. Tentunya tidaklahh sopan apabila melewati rumahnya begitu saja.

Dalam silaturrahim itu mereka mendapat gambaran tentang ajaran yang dianut oleh Mahrus Ali, bahkan mereka mendapat informasi bahwa Mahrus Ali itu mengharamkan makan daging ayam dikarenakan ayam mempunyai cakar. Begitupula, Mahrus Ali mengharamkan makan tahu dengan alasan tahu itu mengandung cuka.

Setelah bersilaturrahim kemudian mereka menuju langsung ke rumahnya Mahrus Ali untuk bersilaturrahim dan ingin menanyakan langsung tentang penggunaan istilah “Mantan Kiai NU” dalam setiap karangannya.
Alhamdulillah berkat anugerah Allah swt mereka bisa menemui dia dengan begitu mudahnya. Padahal menurut informasi yang didapatkan di masyarakatnya bahwa dia itu sulit sekali ditemuinya terutama dengan orang yang tidak sepaham dengannya. Bahkan ibu kandungnya sendiri ketika sakit keras, dia (Mahrus Ali) tidak mau menemuinya dengan alasan tidak sepaham dengannya.

Dalam silaturrahim itu Tim Sarkub sempat berdialog langsung dengannya dan alhamdulillah mereka berhasil membongkar kebohongan dan kebusukan Mahrus Ali yang menganut paham Wahhabi beserta penerbit buku-buku karangannya, yang telah menghina dan melecehkan NU. Dengan demikian, mereka sudah sepantasnya diseret ke pengadilan untuk diadili dan mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatan mereka.

Mereka sempat mengambil foto secara rahasia lewat hp untuk dijadikan sebagai data dan bukti yang valid. Karena, H. Mahrus Ali tidak mau difoto dan menghukumi haram masalah foto. Begitupula, mereka sempat berdialog dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Mahrus Ali termasuk masalah penggunaan istilah “Mantan Kyai NU” di setiap buku karangannya. Ternyata dalam jawaban Mahrus Ali penggunaan istilah “Mantan Kiai NU” itu bukanlah dari kemauan H. Mahrus Ali (Wahhabi tulen) sendiri, tetapi istilah itu merupakan keinginan dan hasil rekayasa dari penerbit “Laa Tasyuk” yang menerbitkan buku-buku karangannya dengan tujuan agar buku-buku tersebut best seller di pasaran. Buku2 tersebut pada hakikatnya merupakan suatu pelecehan dan penghinaan terhadap eksistensi NU baik di forum nasional maupun internasional. Dengan demikian, mereka meminta langsung kepada H Mahrus Ali dengan sejujurnya untuk membuat pernyataan mengenai istilah Mantan Kyai NU yang merupakan bukan pilihannya sendiri sebagai suatu klarifikasi agar tidak menjadi fitnah berkepanjangan di kemudian hari.

Kyai Thobary bersama Mahrus Ali di sampingnya yang sedang menulis Surat Pernyataan.
Kyai Thobary bersama Mahrus Ali di sampingnya yang sedang menulis Surat Pernyataan.
Inilah surat pernyataan Mahrus Ali yang sejujurnya kepada Kyai Thobary. Mahrus mengatakan bahwa penggunaan istilah “Mantan Kiai NU” bukan berasal dari dia sendiri. Tetapi itu merupakan pilihan dari pihak penerbit “Laa Tasyuk” yang terlalu dipaksakan demi untuk mengeruk keuntungan pribadi lewat buku2 tulisan Mahrus Ali yang diterbitkannya. Untuk lebih jelasnya lagi kami salin kembali surat pernyataan Mahrus Ali di bawah ini:

“MANTAN KYAI NU BUKAN PILIHAN SAYA DAN SAYA SUDAH BILANGKAN KEPADA WARTAWAN AULA, SAYA MINTA AGAR DIGANTI TAPI SAYA TIDAK MAMPU”
TGL 15 DZULHIJJAH 1431 H
WASSALAM
MAHRUS

Inilah scan surat pernyataan aslinya!!
Surat Pernyataan dari H. Mahrus Ali
Surat Pernyataan dari H. Mahrus Ali
Jadi, dalam hal ini penerbit “Laa Tasyuk” bersalah secara hukum. Begitupula dengan Mahrus Ali. Olehkarena itu, pihak NU harus menuntut dan menyeret mereka ke pengadilan demi tegaknya hukum di Indonesia. Kalau dibiarkan saja, pasti fitnah yang ditimbulkan oleh penerbit “Laa Tasyuk” dan H.Mahrus Ali akan semakin berkobar saja dan dapat mengancam kewibawaan NU, bahkan bisa merugikan bangsa Indonesia. Dengan demikian, Mahrus Ali dan penerbt “Laa Tasyuk” ini merupakan manusia-manusia pembohong besar. Pernah dia diundang debat terbuka di UIN Sunan Ampel di Surabaya Jawa Timur untuk mempertanggung-jawabkan buku karangannya yang menghina NU dan tidak ilmiah itu, tapi dianya tidak hadir dengan bermacam-macam alasan. Coba lihat di sini video Debat Terbuka NU – Wahhabi dari 3 sampai dengan 8.
Dengan ketidakhadirannya itu, takut ketahuan belangnya kali ya konspirasi politik Wahhabi ini?. Awas dan hati2 dengan fitnah dan kebohongan “The Phantom of Opera” ini !!!. Sekarang H. Mahrus Ali sedang dilanda ketakutan karena merasa bersalah. Dia juga suka nongkrong di warung kopi di depan balai desa di dekat rumahnya di desa Tambak Sumur RT 01 / RW 01 Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Itupun beraninya kalau keadaannya sedang sepi. Hidupnya pun semakin susah saja bahkan sudah terasing dari masyarakatnya. Dia itu ibarat cacing tanah kepanasan yang menjadi cemoohan masyarakat sampai ke anak-anak kecil. Itulah adzab Allah swt yang selalu menimpa dia dikarenakan atas perbuatannya sendiri. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi kita !!.

Adapun mengenai tulisan-tulisan H Mahrus Ali di setiap buku karangannya, semuanya itu berisikan pengkajian dan pembahasan yang tidak ilmiah dan mengandung ketidakbenaran, karena tidak disertai dengan dalil-dalil yang kuat dan penjelasan-penjelasan yang ilmiah secara keilmuan. Hanya saja dalil-dalil yang diambil olehnya baik dari Al-Qur’an maupun Hadits Nabi hanyalah merupakan hasil terjemahan secara tekstual atau letterleg saja sehingga sama sekali tidak mengenai sasaran yang tepat. Bahkan dalam mengartikan ayat-ayat suci al-Quran yang ada asbabun nuzulnya, dia itu sangat anti sekali dengan asbabun nuzul (sebab2 diturunkannya ayat2 suci Al-Qur’an). Karena, menurut dia asbabun nuzul itu dipenuhi dengan sanad-sanad (sandaran-sandaran hukum) yang dhaif atau lemah. Selain itu beliau sangat anti sekali terhadap kitab-kitab karangan Imam Syafi’i. Dia hanya menggunakan tafsir yang dilakukan oleh sahabat Nabi SAW. Dengan demikian, pengkajian Al-Qur’an yang ia lakukan merupakan suatu kekeliruan dan penyimpangan yang besar, karena tidak berdasarkan ilmu tafsir Al-Qur’an dari para ulama yang tidak diragukan lagi mengenai kredibilitas keilmuan mereka. Padahal ilmu tafsir Al-Qur’an itu sangat penting sekali dalam memecahkan setiap permasalah hidup (problem solving) terutama yang berkaitan dengan ayat-ayat mutasyabbihat dan ayat-ayat kauniyah.

Selain itu, dia menganggap bahwa ilmu hisab itu bid’ah dholalah dan yang paling benar hanyalah ilmu rukyat semata dalam penentuan awal bulan Qamariyah seperti awal Ramadhan, Syawal dan Dzul-Hijjah. Bahkan dia menyalahkan NU, Muhammadiyah, PERSIS dan ormas-ormas Islam lainnya. Dalam masalah jatuhnya waktu wukuf di Padang Arafah Saudi Arabia dan masalah jatuhnya hari puasa Arafah di Indonesia juga dia mengikuti keputusan pemerintah Saudi Arabia. Alasannya pemerintah Saudi Arabia itu menggunakan rukyat dan rukyatnya didukung dengan teropong-teropong yang canggih dari Maroko. Kata saya kepadanya: “Bagaimana kita dapat melakukan rukyat (melihat hilal) dengan baik dan benar kalau tanpa didukung dengan data hisab yang akurat”? Karena, rukyat yang baik itu harus dilakukan hisab terlebih dahulu, dengan kata lain ” الرؤية بعد الحساب “. Rukyat tanpa data hisab yang akurat sudah barangtentu akan terjadi kesalahan dalam merukyat. Karena, untuk mengetahui posisi dan ketinggian hilal itu harus menggunakan ilmu hisab. Begitupula lamanya hilal di atas atau di bawah ufuk itu hanya bisa diketahui dengan ilmu hisab, yaitu lamanya hanya sekitar beberapa menit atau detik saja tergantung ketinggian hilalnya.

Salah seorang dari mereka, KH. Thobary Syadzily berkata kepada Mahrus Ali: “Ilmu hisab itu ibarat alamat lengkap seseorang pak. Sedangkan, rukyat itu ibarat rumah seseorang. Bagaimana kita bisa menemukan rumah seseorang kalau tanpa adanya alamat yang jelas. Coba bapak pikirkan baik-baik !. Saya ini datang dari jauh dan ingin ke rumah bapak. Apakah saya akan menemukan rumah bapak kalau saya tidak mempunyai alamat rumah bapak yang jelas?”. Jawab Mahrus Ali: “Oh iya ya pasti sampeyan tidak bisa menemukan alamat rumah saya!”. Itulah penjelasan KH. Thobary kepada Mahrus Ali dan diapun mengakuinya secara jujur.

Kemudian KH. Thobary bertanya lagi kepada dia: “Ngomong-ngomong ! Apakah bapak bisa tidak ilmu hisab?.”
Jawab dia: “Saya tidak bisa sama sekali ilmu hisab.“
“Mengapa bapak menulis ilmu hisab di buku karangan bapak yang berjudul “Amaliyah Sesat Di Bulan Ramadhan?. ” tanya KH. Thobary lagi. “Bahkan bapak mencela NU dan Muhammdiyah serta Kementrian Agama Republik Indonesia. “
Jawab Mahrus Ali: “Oh itu saya ambil dari internet saja. “
Kata KH. Thobary: “Memangnya bapak punya internet?.”
“Ya, saya punya.”, jawab Mahrus Ali.

Itulah pengakuan sejujurnya Mahrus Ali kepada KH. Thobary Syadzily. Karena, mereka berusaha meyakinkan dan memeluruskan pemahaman dia yang salah dan keliru itu tentang ilmu hisab. Wal hasil H Mahrus Ali itu tidak faham sama sekali tentang ilmu hisab dan rukyat. Ternyata tulisan dia tentang hisab itu hanyalah merupakan copy paste dari internet alias google saja.

Adapun dalam masalah penentuan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzul-Hijjah di Indonesia dia menyerahkan sepenuhnya kepada NU. Dari sini kita fahami bahwa dia tidak konsisten dengan pendiriannya semula, padahal secara keilmuan NU itu menggunakan perpaduan antara Hisab dan Rukyat. Tapi, mengapa dia menganggap ilmu hisdab itu bid’ah (maksudnya bid’ah dholalah atau sesat).

Bukan hanya itu saja, H. Mahrus Ali pun sama sekali tidak paham tentang ilmu mantik (logics). Bagaimana dia bisa memahami isi Al-Qur’an dan Hadits kalau dia tidak paham tentang ilmu itu. Sedangkan, ilmu mantiq merupakan salah satu pendukung untuk membongkar rahasia Al-Qur’an dan Hadits. Begitupula ketika ditanya tentang ilmu tauhid pun pemahamannya sangat dangkal sekali, sehingga apa yang dia pahami dalam masalah ilmu tauhid tidak sesuai dengan pemahaman aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Dengan demikian, pemahaman keilmuan H. Mahrus Ali benar-benar sangat diragukan tentang kebenarannya karena tidak sesuai denagn fakta-fakta keilmuan yang berlaku di dalam ajaran agama Islam. Itulah ajaran Wahhabi yang dianut oleh H. Mahrus Ali untuk menyesatkan ummat Islam di Indonesia. Memang Mahrus Ali itu otaknya sudah dicuci oleh Wahhabi ketika dia belajar dahulu di Saudi Arabia selama 8 tahun.

Inilah buku karangan Mahrus Ali yang ternyata cuma diambil dari internet saja!
Buku Mahrus Ali
Awas jangan sampai terprovokasi atau terpengaruh dengan keberadaan buku ini !!. Buku ini dan buku2 lainnya karangan H. Mahrus Ali penuh dengan kebohongan dan hasil rekayasa dari Wahhabi di atasnya saja. Dengan kata lain, buku2 itu hanyalah sebagai penyambung lidah Wahhabi (termasuk penerbit buku “LAA TASYUK” Jln Pengirian No 82 Surabaya dan oknum2 yang berada di belakangnya) saja yang bertujuan untuk mengadu domba antara NU, Muhammadiyah, Persis dan ormas2 lainnya dan memperdaya ummat Islam di Indonesia khususnya para warga Nahdhiyyin. Itulah gaya politik Wahhabi yang murahan dan rendahan (cheap and low political style of Wahhabi) yang selalu ditampilkan dalam da’wahnya. Cirinya: Wahhabi itu sangat licik sekali dan suka memecah belah ummat Islam saja. Cara berpikirnya pun sangat dangkal sekali dan sangat egoistis alias ingin menang sendiri saja serta suka usilan terhadap urusan ibadah orang lain yang tidak sepaham dengannya dengan mengecam sesat, musyrik dan murtad. Dalam hal ini Wahhabi bukannya memajukan ummat Islam di bidang sains & tehnologi, justru sebaliknya hanya membuat ummat Islam semakin terperangkap saja dalam jurang kebodohan, sehingga sikapnya itu bisa menjadikan Indonesia sebagai negara yang tidak bermartabat dan bermoral baik di forum nasional maupun internasional. Pengarang buku ini sebenarnya bukan mantan kiai NU, apalagi pernah menjadi anggota atau menjabat di NU. Dia itu orang kampung biasa yang keadaan hidupnya sangat sederhana sekali dan tidak punya power sedikitpun di masyarakatnya. Olehkarena itu, penerbit “Laa Tasyuk” memanfa’atkan dia untuk dijadikan sebagai tumbal politik ekonominya.


Kalau melihat tampang muka dan tata cara shalatnya beserta jama’ahnya, pasti semua orang menilai bahwa aliran yang dianutnya sangat menyesatkan ummat Islam. Coba saja lihat di sini foto-foto profil aslinya beserta jama’ahnya !!. Ini benar-benar merupakan foto-foto asli dan bukan hasil rekayasa:
Khutbah Jum’atan di rumahnya sendiri diikuti sedikit jamaah yang mungkin sama-sama kurang waras.
Sujud di atas tanah dan memakai sandal ketika sholat jum’at bertempat di rumahnya Mahrus Ali. (gile bener!)
Mahrus Ali bersama komplotannya di kediamannya usai sholat jum’at.
Shalat pake sandal di atas tanah, tidak mau shalat di atas keramik atau ubin. hihihi
Jama’ahnya masih waras gak ya?
Sujud langsung di atas tanah tanpa alas, lalu kaki masih terbungkus sandal.
Shalat pakai sandal jepit di rumahnya Mahrus Ali. sandal bau telek! hihihi
Pengikutnya sok alim pake sorban tapi gak waras kayaknya. hehe..
terekam stasiun tv
Kesesatannya sempat terekam oleh stasiun tv swasta nasional sewaktu shalat Id.
Shalat Id dengan komplotannya di atas tanah
Shalat Id dengan komplotannya di atas tanah
Tulisan ini semata-mata sebagai nasehat agar tidak mudah menerima (menelan) informasi yang datang kepada kita tanpa mengecek atau meneliti informasi tersebut. Dan Tim Sarkub telah berhasil menginvestigasi langsung H. Mahrus Ali yang meresahkan ummat itu. Maka sangatlah mengherankan dengan sikap sebagian kalangan yang tidak pernah mau mengambil hikmah dan pelajaran dari fenomena kebohongan yang mengatas namakan ulama seperti kasus di atas, yaitu seorang H. Mahrus Ali yang mengaku sebagai mantan Kiayi NU dengan tujuan memojokkan NU.

Al-Qur’an telah mengajarkan kepada kita agar tidak mudah mengambil begitu saja informasi-informasi yang datang kepada kita, semua itu agar kita terhindar dari tindakan yang bisa menyebabkan kerugian terhadap orang lain, baik berupa fitnah atau yang lainnya, sebagaimana tercantum dalam surat Al-Hujarat ayat 6 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
‘Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”

Berikut ini salah satu kutipan yang jelas-jelas bohong, yang berasal dari penulis buku “Menggugat Tahlilan” dan mengatas namakan pengarang kitab I’anath Thalibin,
Didalam buku yang berjudul “Membongkar Kesesatan Tahlilan”, hal. 31, disana dituliskan :

“Dan di antara bid’ah munkaroh yang sangat dibenci adalah apa yang dilakukan orang di hari ketujuh dan di hari ke-40-nya. semua itu haram hukumnya” (lihat buku Membongkar Kesesatan Tahlilan, hal. 31).

Penulis buku tersebut mengutip kalimat tersebut dari kitab Ianatuth Thalibin, yang mana kalimatnya telah di gunting/dipotong atau belum tuntas dan ini yang dijadikan rujukan oleh remaja korban internet. Kutipan diatas juga tercantum dalam buku “Mantan Kiai NU Menggugat Tahlilan”, isinya sebagai berikut :

“Di antara bid’ah munkarat yang tidak disukai ialah perkara yang sangat biasa diamalkan oleh individu dalam majelis untuk menyampaikan rasa duka cita (kenduri arwah), berkumpul dan membuat jamuan majelis untuk kematian pada hari keempat puluh, bahkan semua itu adalah haram” (lihat buku Mantan Kiai NU Menggugat Tahlilan, hal. 69).

Perhatikanlah kutipan kalimat diatas, maka silahkan bandingkan dengan teks asli dari kitab I’anah,

وفي حاشية العلامة الجمل على شرح المنهج: ومن البدع المنكرة والمكروه فعلها: ما يفعله الناس من الوحشة والجمع والاربعين، بل كل ذلك حرام إن كان من مال محجور، أو من ميت عليه دين، أو يترتب عليه ضرر، أو نحو ذلك.
“Dan didalam kitab Hasiyatul Jamal ‘alaa Syarh al-Minhaj (karangan Al-‘Allamah asy-Syekh Sulaiman al-Jamal) ; “dan sebagian dari bid’ah Munkarah dan Makruh mengerjakannya yaitu apa yang dilakukan orang daripada berduka cita , berkumpul dan 40 harian, bahkan semua itu haram jika (dibiayai) dari harta yang terlarang, atau dari (harta) mayyit yang memiliki (tanggungan) hutang atau (dari harta) yang bisa menimbulkan bahaya atasnya, atau yang lain sebagainya”

Kalimat yang seharusnya di lanjutkan tapi di potong. Mereka telah menyembunyikan maksud yang sebenarnya dari ungkapan ulama yang berasal dari kitab aslinya. Mereka memenggal kalimat secara “seksama” (penipuan yang direncanakan/kebohongan disengaja, red) demi tercapainya tujuan mereka yaitu melarang bahkan mengharamkan Tahlilan, seolah olah tujuan mereka didukung oleh pendapat Ulama, padahal hanya didukung oleh tipu daya mereka sendiri yang mengatas namakan ulama. Bukankah hal semacam ini juga termasuk telah memfitnah Ulama ? Ucapan mereka yang katanya menghidupkan sunnah sangat bertolak belakang dengan prilaku penipuan dan kebohongan yang mereka lakukan.
Itulah sekilas kebohongan yang dijadikan kebanggaan oleh sebagian da’i-da’i keblinger.
Mengenai Kebohongan H. Mahrus Ali dalam bukunya, bisa anda baca di buku yang telah diterbitkan oleh Tim Bahtsul Masail PC NU Jember, bukunya berjudul : “MEMBONGKAR KEBOHONGAN BUKU MANTAN KIAI NU MENGGUGAT SHOLAWAT & DZIKIR SYIRIK (H.MAHRUS ALI”
Wallahu a’lam bishshowab.

Share this article :
 

+ komentar + 43 komentar

Anonim
Senin, Januari 24, 2011 11:07:00 PM

Aiman menulis :
Ust Mahrus Sudah bilang bahwa apa yang di tuklis oleh wartawan blog ini tidak akurat dan banyak keliru . Ingat kepada ayat :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu
Ust Mahrus ali bilang : Saya tidak pernah takut di kampung saya, kok di bilangi ketakutan, takut ama siapa. Jadi itu fitnah yang keji boleh ditanyakan langsung kepada penghuni kampung saya. Bagaimana takut buku barunya juga terbit tentang tauhid. Apalagi di katakan , Ust Mahrus ali benci kepada kitab – kitab syafiiyah. Seluruh kitab kuning boleh di baca dan ambillah yang cocok dengan quran dan hadis yang valid. Lalu di katakan Ust Mahrus tidak bisa mantik . Pada hal beliau sering mengajar mantik di pondok atau di rumahnya . Bagaimana orang tidak mengerti mantik bisa berani ,engarang buku yang penuh dengan keberanian menyampaiakn kebenaran dan ingin mengubur bid`ah dan syirik yang sekarang telah mengakar dan membudaya. Itu omongan kosong belaka. Silahkan kunjungi http://www.mantankyainu.yahoo.co.id atau telp. 03192153325 -08819693849 . Kalau ingin debat terbuka , silahkan , tapi yang mengadakan pemerintah, aman dan di siarkan ke seluruh indonesia.

Anonim
Sabtu, Februari 05, 2011 11:28:00 PM

gimana bisa kunjungi alamat http://www.mantankyainu.yahoo.co.id ,
tulisan alamat yang salah, alamat web atau email
ini?
dulu pernah diajak dialog eeh ndak brani?kalo mrasa tdk salah harusnya brani...

Anonim
Minggu, Februari 27, 2011 10:22:00 PM

Kalau debat terbuka diadakan di kota suci Mekkah atau Madinah, mungkin Ustad Mahrus Ali bisa hadir…

Anonim
Sabtu, Juli 23, 2011 9:29:00 PM

"SEKIRANYA PERBUATAN ITU BAIK, TENTULAH PARA SAHABAT(ROSULULLOH) TELAH MENDAHULUI KITA MENGAMALKANNYA"...

Anonim
Minggu, Agustus 07, 2011 2:34:00 AM

Sudahlah para saudaraku, "maling tak ada yang ngaku", sudah jelas pak H.yang terbukti otentik tidak lazim dan de fakto bersalah dan sudah minta maaf kok masih dibelain...

mari introspeksi diri kita masing2.
5 waktunya tepat waktu apa tidak? ada qobliyah-ba'diyah atau tidak. istiqomah atau tidak. hari2 dengan alquran atau tidak???

Semoga kita termasuk hamba Alloh yg beruntung..

Selasa, September 06, 2011 1:00:00 PM

Tolong yang mati2an membela pak H.Mahrus,lihat dulu video Debat terbuka dengan NU (di youtube ada: Debat terbuka NU - Wahabi, seri 1-8), di situ terlihat jelas kedangkalan ilmu di buku H.Mahrus, bahkan yang memberi pengantar pada buku tsb (salah satu pimpinan Muhammadiyah Jatim- yg dulu saya kagum pd beliau), ternyata dalam debat tsb ilmunya kelihatan Cekak alias dangkal, semua argumen beliau bisa dipatahkan dengan dalil yang bahkan beliau sendiri belum menguasai ilmunya. saya semakin mantap dengan NU....

Rabu, Oktober 12, 2011 6:03:00 PM

apa yang menjadi komentar-komentar di atas terkait dengan mahrus ali itu kiranya tidak makin mendangkalkan akal kita, yang mendukung mahrus ali silahkan, yang tidak mendukung ya jangan disalahkan

Senin, Oktober 17, 2011 2:12:00 AM

lihat aja cara dia sholat apakah nabi mengajarkan solat seperti itu hahahahahha

Senin, Oktober 31, 2011 7:39:00 PM

Tulisan anda juga menunjukan anda emosional & masalah sholat pakai sandal ada kok hadistnya jadi kalau anda mencela org yg sholat pakai sandal anda juga salah apalagi mengatakan sandal bau tai, Apa anda menciumi sandal mereka satu persatu?

Jumat, Desember 09, 2011 9:26:00 PM

NU, ormas alussunah waljamaah yg sering ja tumpangan orang utk tenar termauk makerus kali ini

Minggu, Desember 11, 2011 6:54:00 AM

Wis to yang mendukung si Mahrus Ali sudah jelas2 kalah, masih ngeles aja. ngaku wae ngopo sih??
Shalat juga harus mempertimbangkan kesucian baik kesucian diri, pakaian,tempat. lha di atas, tempat sholatnya (tanah.Red) aja belum tentu suci. shalat jg pakai sandal, padahal sandal juga dibuat kemana-mana, ke kandang ayam, sapi, kambing juga pakai sandal itu, masak di buat shalat. Wis ora waras!!!
Rasulullah SAW mengajarkan bersuci lahir & batin.

Minggu, Desember 11, 2011 1:21:00 PM

Hanya ingin membela sunnah, H. Mahrus Ali saya tidak kenal


Rasulullah terkadang shalat tanpa alas kaki dan terkadang memakai sandal. Beliau membolehkan hal itu kepada umat beliau dengan sabdanya:

“Apabila salah seorang dari kalian shalat, maka hendaknya ia memakai kedua sandalnya atau ia lepaskan di antara kedua kakinya, dan jangan ia mengganggu orang lain dengan kedua sandalnya.” (HR. Al-Hakim, ia berkata, “Shahih di atas syarat Muslim.” Disepakati oleh Adz Dzahabi.)


Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Sa'id Abu Maslamah dia berkata; saya bertanya kepada Anas "Apakah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat dengan menggunakan sandal?" Dia menjawab; 'Ya, pernah.' (HR. Bukhari)

jadi jangan pernah menghina sunnah Nabi Shalallahu'alaihi Wasallam:

".......Maka barangsiapa yang tidak suka dengan Sunnahku, dia bukan dari golonganku.” (Shahih, HR. Muslim)

Kamis, Desember 15, 2011 5:21:00 PM

kalau begitu bagi antum2 yang masih pake dalil tentang bolehnya sholat pake alas kaki,yang sudah di nasakh oleh hadist yang lain yang lebih kuat dam Mutawattir,kalau pergi haji sholatnya pake sendal aja yaaa...awas kalau engga

Sabtu, Desember 31, 2011 9:59:00 AM

hemm, yg nulis ini argumen siapa sih? org islam atau orag kafir? toh klopun sesama islam tidak akan menghina saudara sesama muslim. mencari-cari kesalahan orang adalah hal yg kurang waras, tidak berdalil lagi.
mahruh ali juga gak bakal rugi dgn ulah argumen ini, malah yg rugi yg nulis nd komentar, kena azab neraka. na'udzubillah..

Minggu, Januari 15, 2012 8:51:00 PM

Yang ilmunya dangkal itu justru yang mendebat Mahrus Ali. Keliatannya sih spt orang pinter, liat aja komentar2 di sini, kata-katanya sangat kotor, menunjukkan kedangkalan ilmunya.

Sabtu, Januari 21, 2012 9:56:00 PM

Assalamu'alaykum
Waduh-waduh pembela H. Mahrus yg katanya pembela sunnah seenaknya aja pake dalil2 hadist.
Mas, ada keterangan "barangsiapa yang mengambil arti dzohir dari Quran dan hadist maka orang tersebut telah kufur juga sesat".
Kalo nyantumin keterangan hadist ga boleh pake huruf latin pake teks arab dong biar bisa digali maknanya mnurut ilmu bahasa. yah minimal kamu harus sudah mnguasai ilmu diatas nahwu-shorof sprti balagoh dan ma'ani. Jg yg paling penting hadist itu harus tau dulu asbabul wurudnya, biar ga salah nempatin hukum..
haduuh, akhir zaman..semakin banyak orang sok pintar, padahal bodoh. Yaa Alloh..

Sabtu, Januari 21, 2012 10:11:00 PM

Coba liat sendal2 mereka, apa yakin suci dari najis? keliatannya itu sendal buat dipake kemana-mana. eh dipake solat, kan tau solat itu harus suci brsih dari najis.
Rasul SAW itu dulu shalat di madinah dan di mekah meskipun memakai sandal dan meskipun sandalnya untuk dipake ksana-sini karena mekah itu kota suci, saking sucinya meskipun seumpamanya ada kotoran nempel di sandal beliau SAW tidak akan mengapa karena kesucian Makah (Masjidil Haram) mengalahkan najis yg ada. buktinya smpai skarang yg berhaji bila menginjak kotoran burung tidak mengapa meskipun trbawa solat, asalkan di masjidil haram.
kaji dulu ushul fiqh, jgn asal pake hukum. kaji kitab bukhori yg 4 Juz sampe tamat beserta Syarh-nya biar lengkap ada asbabul wurudnya..
haduuh..seenaknya aja berhukum pake hadist tanpa pake ilmu hadist + bahasa, pantes hasil hukumnya juga gitu...
Mas, ngaji hadist itu harus ke ahlinya. ke yang bersanad sampe rasulullah saw, ga boleh ke sembarang orang ataw smbarang buku atau browsing di google..bahaya mas, ntar ente bisa sesat lho!

saya sokong randisruption

Selasa, Februari 07, 2012 9:58:00 PM

kalo mas randi Anda juga termasuk manusia akhir jaman lho...

Rabu, Februari 22, 2012 5:02:00 PM

Ehm ! saudara-saudaraku jangan berbantah yang kalah ga mau ikut yang menang juga ga dapat manfaat. di Kata pengantar bukunya pak Mahrus itu dibilang ini wacana, kalau kurang jelas bagi yang punya ilmu galilah lagi. Bagi yang cocok sependapat dan yakin pake dan yang ga cocok ga usah pake asal sejauh kemampuan kita memahami kita yakin dengan semangat menggali kebenaran sesuai dengan Al'Quran dan sunah Rasul. Kalau komen ini ada yang salah ya saya minta maaf. tetap semangat!!

Selasa, Februari 28, 2012 11:35:00 AM

sholat pake sandal gak ada yang melarang kok ribut, nabi aja sholat pake khuf.

Rabu, Februari 29, 2012 9:46:00 AM

SANDAL,HAUF ZA BEDA.....
GAK ADA FAEDAHNYA DEBAT DENGAN MEMAKAI EMOSI

Sabtu, Maret 17, 2012 7:28:00 PM

Sekte Wahabi menggunakan cara-cara yang kurang elok.Dia berani membohongi ummat, supaya ikut dibarisan mereka. Wahabi ini kumpulan-kumpulan orang bodoh yang pura-pura pintar. Contahnya H. Mahrus Ali yang menggunakan mantan NU .

Sabtu, Maret 17, 2012 7:42:00 PM

Kalau tidak tahu kita tanyakan orang yang lebih tahu, H. Makrus Ali tidak tahu kok ngarang buku, ini namanya penyesatan.

Rabu, April 04, 2012 8:20:00 PM

podo bnere g ush ribt yo sdulur ksbeh

Kamis, April 26, 2012 11:53:00 AM

Gak usah pada ribut, semua juga punya dalil. Jadi mendingan amalkan apa yang diyakini sendiri, orang lain biar mengamalkan yang diyakininya pula. Besok di sana kita ditanya apa yang kita perbuat dan bukan apa yang diperbuat orang lain. Jadi kita akan bertanggungjawab terhadap apa-apa yang kita lakukan/perbuat. Itu yang bijaksana.

Selasa, Mei 29, 2012 2:43:00 PM

aneh....kok semua saling menghujat...kenapa sih kok kelihatannya pada benci banget sama wahabi....saya hanya orang awam...kalo memang wahabi seperti yg panjenengan2 katakan di atas itu benar...kok bisa ya di arab sana negaranya memakai syariat islam.....tapi di negeri kita yg mayoritas islam dan ngaku ahli sunnah lah ya kok tidak ada yg berani memakai syariat islam......aneh...??????????

Minggu, September 02, 2012 11:47:00 PM

Saya orang awam . . . yang cuman ngikutin ulama yang saya percaya saya ga mau comment tentang hal apapun karena ilmu saya sebatas saya bisa mengerjakan ibadah,blum bisa apa2.saya komentar hanya ingin bilang kepada yang nulis alamat websitenya salah karena saya seorang programmer dan yang saya ingin katakan hanya : WKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWK

Kamis, Desember 20, 2012 2:34:00 AM

Yang aku setuju ihwal Mahrus Ali adalah, kesiapan melepas pola pikir yang selama ini hanya itu-itu saja, menuju kepada cara bierpikir pilihan lain atau tidak itu-itu saja. Aku senang terhadap perubahan cara berpikir, Adapun tentang hasil pemikiran Mahrus Ali, boleh jadi aku setuju dan tidak tertutup kemungkinan tidak seirama.

Sabtu, Desember 29, 2012 12:26:00 AM

Orang gila yg namay marus ini da ja yg ikutin. da ja yg belain
.aneh!

Rabu, Januari 09, 2013 7:21:00 PM

Ojo nesu

Kamis, Januari 24, 2013 10:17:00 AM

Uda pada baca bukunya ga...? Jgn2 belum?

Rabu, Februari 13, 2013 1:20:00 PM

coba perhatikan waktu tidak sholat duduk diatas tiker ...dan waktu sholat pake sendal dan ditanah lagi ....?????!!!!!!!
WARAS GAK ???!!!!! OTAKNYA DIKEMANAIN YA.....???!!!
lihat aja wajah nya mahrus ali,yang awampun bisa nilai...he....he.....
gak ada jalan lain bagi wahabi selain membela mahrus ali untuk menutupi wajahnya yang suram tidak ada cahaya .
WAHABI .....WAHABI......sudah cepat cepat tobat aja dech.... he..he...he....

Kamis, April 11, 2013 11:13:00 AM

Bismillaah,

Mengenai shalat, mari kita cocokkan shalat kita dengan shalat yang diajarkan oleh Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam kepada para sahabatnya agar shalat kita benar dan diridhai oleh Allah yang telah mengutus Rasulullaah untuk mengajari umatnya untuk beribadah termasuk shalat.

Jangan-jangan shalat kita tidak sesuai dengan shalat yang diajarkan oleh Rasaulullaah kepada para sahabatnya.

Wallaahu a'lam.

Minggu, Mei 19, 2013 11:27:00 PM

sangger nu sak senengmu

Senin, Juli 22, 2013 1:47:00 AM

Ya Allah selamatkanlah aku dan keturnanku dari yang sedemikian,Y a Robb,lindungilah kami ya Robb dari kejahatan diri kami,lindungilah kami dari was-was tiap-tiap hembusan jahil yg mengkotak-kotakan jalanmu yang lurus..amin..

Kamis, September 12, 2013 10:07:00 AM

Ya Alloh, bimbinglah hamba agar tetap di jalanMU, curahkanlah rakhmat dan hidayahMU. Hadirkanlah hati mahba ditengah-tengah para ahli dzikir. Amin Amin Amin YRA.

Jumat, Oktober 18, 2013 9:06:00 AM

YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,,BERKAT BANTUAN AKY SEKARAN ORANG TUA SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTAN2NYA DAN SAWAH YANG DULUNYA SEMPAT DIGADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKY SUGENG YANG MEMBERIKAN ANGKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DISANKA SANGKA TERNYATA BERHASIL.[ ].BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA AKY SUGENG SEPERTI KAMI SILAHKAN HBG 0823=1897=7769 INI KISAH NYATA DARI KAMI.
? ? ? ? ? ? ?
+–+—–++—–
++++—–¦¦—-+
-¦¦¦-¦¦¦+¦-¦¦¦¦¦
-+++—++¦-++¦-+
——-+-+-+-+–
? ? ? ? ? ? ?
SAYA PAK RIANG INGIN BERT ERIMAKASIH BANYAK KEPADA AKY SUGENG YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,,BERKAT BANTUAN AKY SEKARAN YANG DULUNYA SEMPAT DIGADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKY SUGENG YANG MEMBERIKAN ANGKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DISANKA SANGKA TERNYATA BERHASIL.[ ].BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA AKY SUGENG SEPERTI KAMI SILAHKAN HBG 0823=1897=7769 INI KISAH NYATA DARI KAMI.
? ? ? ? ? ? ?
+–+—–++—–
++++—–¦¦—-+
-¦¦¦-¦¦¦+¦-¦¦¦¦¦
? ? ? ? ? ? ?




YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,,BERKAT BANTUAN AKY SEKARAN ORANG TUA SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTAN2NYA DAN SAWAH YANG DULUNYA SEMPAT DIGADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKY SUGENG YANG MEMBERIKAN ANGKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DISANKA SANGKA TERNYATA BERHASIL.[ ].BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA AKY SUGENG SEPERTI KAMI SILAHKAN HBG 0823=1897=7769 INI KISAH NYATA DARI KAMI.
? ? ? ? ? ? ?
+–+—–++—–
++++—–¦¦—-+
-¦¦¦-¦¦¦+¦-¦¦¦¦¦
-+++—++¦-++¦-+
——-+-+-+-+–
? ? ? ? ? ? ?
SAYA PAK RIANG INGIN BERT ERIMAKASIH BANYAK KEPADA AKY SUGENG YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,,BERKAT BANTUAN AKY SEKARAN YANG DULUNYA SEMPAT DIGADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKY SUGENG YANG MEMBERIKAN ANGKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DISANKA SANGKA TERNYATA BERHASIL.[ ].BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA AKY SUGENG SEPERTI KAMI SILAHKAN HBG 0823=1897=7769 INI KISAH NYATA DARI KAMI.
? ? ? ? ? ? ?
+–+—–++—–
++++—–¦¦—-+
-¦¦¦-¦¦¦+¦-¦¦¦¦¦
? ? ? ? ? ? ?

Jumat, Oktober 18, 2013 9:07:00 AM

YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,,BERKAT BANTUAN AKY SEKARAN ORANG TUA SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTAN2NYA DAN SAWAH YANG DULUNYA SEMPAT DIGADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKY SUGENG YANG MEMBERIKAN ANGKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DISANKA SANGKA TERNYATA BERHASIL.[ ].BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA AKY SUGENG SEPERTI KAMI SILAHKAN HBG 0823=1897=7769 INI KISAH NYATA DARI KAMI.
? ? ? ? ? ? ?
+–+—–++—–
++++—–¦¦—-+
-¦¦¦-¦¦¦+¦-¦¦¦¦¦
-+++—++¦-++¦-+
——-+-+-+-+–
? ? ? ? ? ? ?
SAYA PAK RIANG INGIN BERT ERIMAKASIH BANYAK KEPADA AKY SUGENG YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,,BERKAT BANTUAN AKY SEKARAN YANG DULUNYA SEMPAT DIGADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKY SUGENG YANG MEMBERIKAN ANGKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DISANKA SANGKA TERNYATA BERHASIL.[ ].BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA AKY SUGENG SEPERTI KAMI SILAHKAN HBG 0823=1897=7769 INI KISAH NYATA DARI KAMI.
? ? ? ? ? ? ?
+–+—–++—–
++++—–¦¦—-+
-¦¦¦-¦¦¦+¦-¦¦¦¦¦
? ? ? ? ? ? ?

Selasa, Juli 22, 2014 8:27:00 AM

SAYA INGIN BERBAGI CERITA KEPADA SEMUA ORANG BAHWA MUNKIN AKU ADALAH ORANG YANG PALING MISKIN DIDUNIA DAN SAYA HIDUP BERSAMA SUAMI YANG SAKIT-SAKITAN DAN 3 BUAH HATI SAYA SELAMA 10 TAHUN DAN 10 TAHUN ITU KAMI TIDAK PERNAH MERASAKAN YANG NAMANYA KEMEWAHAN,,SETIAP HARI SAYA SELALU MEMBANTIN TULANG UNTUK KELUARGA SAYA NAMUN ITU SEMUA TIDAK PERNAH CUKUP UNTUK KEBUTUHAN HIDUP KELUARGA SAYA..AKHIRNYA AKU PILIH JALAN TOGEL INI DAN SUDAH BANYAK PARA NORMAL YANG SAYA HUBUNGI NAMUN ITU SEMUA TIDAK PERNAH MEMBAWAKAN HASIL DAN DISITULAH AKU SEMPAT PUTUS ASAH AKHIRNYA ADA SEORANG TEMAN YANG MEMBERIKAN NOMOR AKII DEWA,,SAYA PIKIR TIDAK ADA SALAHNYA JUGA SAYA COBA LAGI UNTUK MENGHUBUNGI AKII DEWA DAN AKHIRNYA AKII DEWA MEMBERIKAN ANKA GHOIBNYA DAN ALHAMDULILLAH BERHASIL..KINI SAYA SANGAT BERSYUKUR MELIHAT KEHIDUPAN KELUARGA SAYA SUDAH JAUH LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA,DAN TANDA TERIMAH KASIH SAYA KEPADA AKII DEWA SETIAP SAYA DAPAT RUANGAN PASTI SAYA BERKOMENTAR TENTAN
BELIAU…BAGI ANDA YANG INGIN SEPERTI SAYA SILAHKAN HUBUNGI 085=293=577=799 AKII DEWA

SAYA INGIN BERBAGI CERITA KEPADA SEMUA ORANG BAHWA MUNKIN AKU ADALAH ORANG YANG PALING MISKIN DIDUNIA DAN SAYA HIDUP BERSAMA SUAMI YANG SAKIT-SAKITAN DAN 3 BUAH HATI SAYA SELAMA 10 TAHUN DAN 10 TAHUN ITU KAMI TIDAK PERNAH MERASAKAN YANG NAMANYA KEMEWAHAN,,SETIAP HARI SAYA SELALU MEMBANTIN TULANG UNTUK KELUARGA SAYA NAMUN ITU SEMUA TIDAK PERNAH CUKUP UNTUK KEBUTUHAN HIDUP KELUARGA SAYA..AKHIRNYA AKU PILIH JALAN TOGEL INI DAN SUDAH BANYAK PARA NORMAL YANG SAYA HUBUNGI NAMUN ITU SEMUA TIDAK PERNAH MEMBAWAKAN HASIL DAN DISITULAH AKU SEMPAT PUTUS ASAH AKHIRNYA ADA SEORANG TEMAN YANG MEMBERIKAN NOMOR AKII DEWA,,SAYA PIKIR TIDAK ADA SALAHNYA JUGA SAYA COBA LAGI UNTUK MENGHUBUNGI AKII DEWA DAN AKHIRNYA AKII DEWA MEMBERIKAN ANKA GHOIBNYA DAN ALHAMDULILLAH BERHASIL..KINI SAYA SANGAT BERSYUKUR MELIHAT KEHIDUPAN KELUARGA SAYA SUDAH JAUH LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA,DAN TANDA TERIMAH KASIH SAYA KEPADA AKII DEWA SETIAP SAYA DAPAT RUANGAN PASTI SAYA BERKOMENTAR TENTAN
BELIAU…BAGI ANDA YANG INGIN SEPERTI SAYA SILAHKAN HUBUNGI 085=293=577=799 AKII DEWA

Selasa, Oktober 21, 2014 8:01:00 AM

Jawaban Untuk Idrus Ramli & Tokoh-Tokoh NU Jlid 01

Perseteruan antara yang Benar dan yang Sesat, belumlah berakhir! Setelah Tim LBM NU Cabang Jember, menanggapi buku “MANTAN KIAI NU MENGGUGAT SHOLAWAT & DZIKIR SYIRIK” ( H. Mahrus Ali)”, dengan menghadirkan hadits-hadits shohih. Karena ditulis begitu. Apalagi ketua penulisnya seorang Kiai, punya gelar lagi – ahli hadits – KH. Abdullah Syamsul Arifin, MHI. Siapapun orangnya yang membaca buku bantahan itu, saya yakin banyak orang percaya kebenaran hadits-haditsnya.

Begitu hadir buku, “BONGKAR KESESATAN DEBAT TERBUKA KYAI NU DI IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA’, 'SESAT TANPA SADAR’ & ’MEMBONGKAR KESESATAN KYAI-KYAI PEMBELA BID’AH HASANAH”, KH. Mahrus Ali membongkar kebohongan demi kebohongan serta kesesatan Kyai LBM NU Cabang Jember tersebut !! Kini muncul buku kedua yang beredar belakangan ini, dan kalau kita perhatikan di bagian atas sampul depannya maka akan terpampang dua nama orang besar, yaitu bapak Prof. Dr. KH. Malik Madani (Katib Aam Pengurus Besar NU) dan Habib Zain Bin Hasan Baharun (Pengasuh PP Darullughah Wadda’wah Raci Bangil Pasuruan Jatim). MasyaAllah, dua nama tokoh yang cukup terkenal dan berkedudukan pula.

Namun apakah sudah menjamin bahwa buku,”Kiai NU atau Wahabi YANG SESAT TANPA SADAR?” Jawaban Terhadap buku-buku Mantan Kiai NU, yang diberi pengantar oleh tokoh-tokoh besar ini isinya bagus, benar dan bermutu?! Mohon para pembaca sabar sebentar, insyaAllah akan kita buktikan bersama. Dan sebentar lagi kita akan mengetahui jawabannya ! Siapakah Yang Benar-benar SESAT TANPA SADAR ?!

Selamat Membaca.



Selasa, Oktober 21, 2014 8:02:00 AM

Bongkar Kesesatan Idrus Ramli Dalam Buku, ' Kiai NU atau Wahabi YANG SESAT TANPA SADAR?” Jawaban Terhadap buku-buku Mantan Kiai NU', Buku ini merupakan buku kedua (jilid II) dari buku Jawaban Untuk Idrus Ramli & Tokoh-Tokoh NU



Idrus Ramli adalah kyai brekele-pendusta, semoga Allaah Subhanahu wa Ta'ala tetapkan hidayah dan taufiq kepada beliau. Dalam Buku, ' Kiai NU atau Wahabi YANG SESAT TANPA SADAR?” Jawaban Terhadap buku-buku Mantan Kiai NU', Idrus Ramli mengatakan:
Sedangkan dalam buku kedua ”Sesat Tanpa Sadar”, Mahrus Ali mengupas secara tuntas buku bantahan yang dituis oleh Tim LBM NU Jember. Akan tetapi, setelah penulis membaca dua buku jawaban tersebut, ternyata Mahrus jarang sekali menanggapi apa yang ditulis oleh Tim LBM Jember. Bahkan, Mahrus terbukti banyak memelintir dan serta tidak jujur dalam mengutip teks-teks para ulama Ahlusunnah Wal Jamaah. Lebih dari itu, Mahrus juga berani menyalahkan pendapat para ulama yang menjadi rujukan utama sekte Wahabi seperti Ibnu Taimiyah, Ibnu Qoyyim al Jauziyyah, dan lain-lain, Oleh karena itu, dalam buku ini, kami menyingkap dalil-dalil LBM NU Jember yang tidak ditanggapi oleh Mahrus Ali. Kami juga akan mengungkap ketidak jujuran Mahrus dalam mengutip pernyataan para ulama dan beberapa pandangan nyeleneh Mahrus Ali dalam buku-bukunya yang lain. Wallaahu A’lam.
Pembaca yang Dirahmati Oleh Allah swt, dengan ini sangat jelas sekali bahwa kyai brekele-pendusta salah faham dalam pernyataannya ini, jika saya berani menyalahkan para ulamaa besar, dan yang semisalnya ini jelas tuduhan yang jauh dari kebenaran !! Mohon para pembaca sabar, sebentar lagi akan mengetahui jawabannya, insyaAllah akan kita buktikan. Kemudian yang kedua! Benarkah saya mengupas secara tuntas buku bantahan yang dituis oleh Tim LBM NU Jember ? Inilah salah satu ketidak jelian Idrus Ramli ! Coba anda baca lagi ! bukankah buku, ‘SESAT TANPA SADAR’, hanya membahas seputar memakai jimat, tawassul, sholawat syirik dll, & ini merupakan Trick yang dilakukan oleh Penerbit, untuk menjernihkan persoalan, agar tidak membut merah kuping serta kebakaran jenggot warga NU, seakan-akan begitu mudahnya mematahkan hujjah Tim LBM NU Jember yang bagaikan sarang laba-laba. Oleh sebab itu buku bantahan yang di keluarkannya pun pada sub—bab per sub—bab, kemudian disusul buku yang ketiga yaitu, ’MEMBONGKAR KESESATAN KYAI-KYAI PEMBELA BID’AH HASANAH', yang secara khusus mengupas permasalahan bid'ah hasanah dengan hujjah begitu kuat dari al-Qur-an dan as-Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah, sehingga InsyaAllah mereka tidak akan mampu berhujjah dan membantah. Sedangkan buku Idrus Ramli yang beredar belakangan ini, memang buku bantahannya tidak segera dikeluarkan oleh penerbit, agar bergulir di masyarakat luas dulu, disamping itu bersamaan dengan terbitnya buku yang ketiga. Sehingga mereka akan mengetahui siapakah yang serampangan dalam menyampaikan keterangan, bahkan pontang panting kesana kemari tanpa dalil yang shahih ?! Nah jika demikian maka siapakah Yang Sesat Tanpa Sadar… menurut anda ?? Kiai NU… ataukah Ahlussunnah wal Jama’ah ?! Jelas! KH. Idrus Ramli dkk.

Selamat Membaca.

Selasa, Oktober 21, 2014 8:03:00 AM

Alhamdulillah Buku-buku Laa Tasyuk! Press, telah mendapat respon dari tokoh-tokoh NU! Walaupun belum ada satupun yang bisa mematahkan dalil-dalilnya, mengapa demikian ? Karena kami senantiasa menyertakan sanad dalam pendalilannya, hal ini menunjukkan dengan jelas ketelitian dan sikap berhati-hati kami dalam menyampaikan hadits. Dengan begitu, klaim orang-orang yang sesat dan senang membuat keraguan umat dapat ditolak, dan syubhat-syubhat yang mereka lon¬tarkan seputar keshahihan hadits dapat dipatahkan ! Dengan demikian maka semua buku Laa Tasyuk! Press, bisa memukul balik apa yang dituduhkan para pengusung kesesatan. Namun, bisa memukul balik Para Penyesat bukanlah tujuan. Yang lebih penting adalah menjelaskan bahwa al-haq atau kebenaran, tidak mungkin bisa dikalahkan oleh kebathilan atau kesesatan !!

Poskan Komentar

Silahkan tulis

Bacaan Populer

 
Didukung : Salafiyyah Fans Page | PISS-KTB | Group Alumni
Copyright © 2006. Pesantren As-Salafiyyah - Boleh dicopy asal mencantumkan URL dokumen
Template Modified by info@as-salafiyyah.com | Published by BoloplekCD
Proudly powered by ePUSTAKA ISLAMI