KEUTAMAAN MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Menurut fatwa seorang Ulama besar : Asy-Syekh Al Hafidz As-Suyuthi menerangkan bahwa mengadakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad Saw, dengan cara mengumpulkan banyak orang, dan dibacakan ayat-ayat al-Quran dan diterangkan (diuraikan) sejarah kehidupan dan perjuangan Nabi sejak kelahiran hingga wafatnya, dan diadakan pula sedekah berupa makanan dan hidangan lainnya dengan cara yang tidak berlebihan adalah merupakan perbuatan Bid’ah hasanah, dan akan mendapatkan pahala bagi orang yang mengadakannya dan yang menghadirinya, sebab merupakan wujud kegembiraan, dan kecintaan / mahabbah kapada Rosullullah saw.

Seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw :
مَنْ أَحَبَّنِى كَانَ مَعِيْ فِي الْجَنـَّةِ
“Barang siapa yang senang, gembira, dan cinta kepada saya maka akan berkumpul bersama dengan saya masuk surga”.
 
Dalam kitab “Anwarul Muhammadiyah“ karangan : Syekh Yusuf Bin Ismail An-Nabhani, diterangkan bahwa pada saat hari kelahiran Nabi Muhammad Saw, seorang wanita budak belian dari Abu Lahab (tokoh kafir jahiliyyah) yang bernama Tsuwaibah menyampaikan kabar gembira tentang kelahiran Nabi Muhammad Saw kepada Abu Lahab. Karena senangnya Abu Lahab mendapat berita itu, spontan budak wanitanya yang bernama Tsuwaibah itu dibebaskan dan dihadiahkan kepada Siti Aminah : Ibunda Muhammad Saw untuk menyusui bayinya tersebut.

Ketika Abu Lahab telah meninggal dunia seorang sahabat Nabi ada yang bertemu dalam mimpinya dan menanyakan tentang nasibnya di akhirat.
Abu Lahab menjawab : Saya disiksa selama-lamanya karena kekafiran saya tetapi pada tiap-tiap hari senin saya diberi keringanan dari siksaan bahkan aku bisa mencium dua jari tanganku dan bisa keluar airnya untuk saya minum.
Dan ketika ditanya : mengapa bisa demikian? Abu Lahab menjawab : Ini adalah merupakan hadiah dari Allah karena kegembiraanku pada saat kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Dalam sebuah hadits dikatakan :
مَنْ عَظَّمَ مَوْلِدِىْ كُنْتُ شَفِيْعًا لَهُ يَـوْمَ الْقِيَا مَةِ. وَمَنْ أَنْفَقَ دِرْهَمًا فِى مَوْلِدِى فَكَأَ نَّمَا اَنْفَقَ جَبَلاً مِنْ ذَ هَبٍ فِى سَبِيْلِ اللهِ
“Barang siapa yang memulyakan / memperingati hari kelahiranku maka aku akan memberinya syafa’at pada hari kiamat. Dan barang siapa memberikan infaq satu dirham untuk memperingati kelahiranku, maka akan diberi pahala seperti memberikan infaq emas sebesar gunung fi sabilillah.

Sahabat Abu Bakar Ash-Shidiq berkata : 
مَنْ أَنْفَقَ دِرْ هَماً فِى مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ رَفِيْقِيْ فِى الْجَنَّةِ
“Barang siapa yang memberikan infaq satu dirham untuk memperingati kelahiran Nabi Saw : akan menjadi temanku masuk surga”.

Sahabat Umar Bin Khoththob berkata :
مَنْ عَظَّمَ مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَدْ أَحْيَا اْلإِسْلاَمَ
“Barang siapa yang memuliakan / memperingati kelahiran Nabi Saw, berarti telah menghidupkan Islam”.

Sahabat Ali Bin Abi Tholib berkata :
مَنْ عَظَّمَ مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْياَ اِلاَّ بِاْلإِ يْمَانِ
“Barang siapa yang memuliakan / memperingati kelahiran Nabi Saw, apabila pergi meninggalkan dunia pergi dengan membawa iman”.
 
Melihat besarnya pahala tersebut maka banyaklah kaum muslimn muslimat yang selalu melahirkan rasa cintanya kepada Nabi dan mengagungkan hari kelahiran Nabi dengan cara-cara yang terpuji seperti pada tiap-tiap malam Senin atau malam Jum’at mengadakan jama’ah membaca kitab Al- Barzanji, sholawat maulud, dan ada pula yang menyediakan tabungan yang berwujud uang hasil tanaman atau sebagian gajinya untuk kepentingan memperingati kelahiran Nabi Saw.

Perintis Peringatan Maulid Nabi

Peringatan Maulud Nabi sudah diadakan oleh kalangan umat Islam sejak pada kurun ketiga atau tiga ratus tahun setelah hijrah Nabi, yang pada saat itu kondisi umat Islam mulai rusak dalam berbagai hal.

Tokoh pemerintahan yang pertama kali menyelenggarakan peringatan Maulud Nabi adalah Penguasa Irbil Raja Mudzaffar Abu said Al Kukburi bin Zainuddin Ali bin Buktikin. Beliau adalah Raja yang cerdas ahli strategi di bidang pemerintahan, pemurah, alim dan adil. Saat itu pemerintahannya terasa kurang stabil, rakyatnya mulai banyak meninggalkan syariat agamanya, akhlaqnya mulai rusak, mulai terjadi banyak kerusuhan-kerusuhan dan kemaksiatan- kemaksiatan.

Raja Mudzaffar berinisiatif menyelenggarakan peringatan Maulid nabi setiap bulan Robi’ul Awal secara besar-besaran, dengan mengumpulakan semua masyarakat dari tokoh-tokohnya sampai rakyat kecil. Pada peringatan Maulid itu disampaikan penjelasan tentang sejarah dan perjuangan, serta keteladanan Nabi Muhammad SAW sejak lahir sampai wafatnya. Seorang ulama’ besar Syekh Al Hafidz Ibnu Dahyah yang mengarang kitab tentang sejarah Nabi yang diberi nama At-Tanwir fi Maulidil Basyir An-Nadzir, diberi hadiah oleh Raja 1000 dinar.

Setelah diadakan peringatan Maulid Nabi SAW tersebut, pemerintahan kembali stabil, semangat pengamalan agamanya makin baik, negaranya aman, tentram dan bertambah makmur. Sesuai dengan Firman Allah SWT :

وَلَوْ اَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوْا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَاكَانُوْا يَكْسِبُوْنَ. (الأعراف :٩٥)
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami (Allah) akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS : Al A’raf :96).

Anjuran memperingati Maulid Nabi

Anjuran supaya memperingati Maulid Nabi sudah diisyaratkan oleh Allah SWT, dan oleh nabi sendiri. Firman Allah surat Al A’rof : 157 :

فَالَّذِيْنَ آمَنُوْا بِهِ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَاتَّبَعُوا النُّوْرَ الَّذِيْ أُنْزِلَ مَعَهُ وَاُولئِكَ هُمُ اْلمُفْلِحُوْنَ. (الأعراف :١٥٧)
Maka orang-orang yang beriman kepadanya (Muhammad) memulyakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. Al A’rof :157)
 
Termasuk orang-orang yang memulyakan (dalam ayat ini) adalah orang-orang yang memperingati Maulid Nabi SAW, yang membaca Barzanji, Marhaban, Burdah, syair-syair dan qosidah-qosidah dan pengajian-pengajian, kalau dimaksudkan untuk memulyakan Nabi, maka akan mendapat pahala yang banyak dan akan beruntung.

Nabi Muhammad saw juga sudah memberikan isyarat tentang perlunya memperingati kelahiran Nabi sebagaimana hadis riwayat Muslim yang bersumber dari Abu Qotadah Al Anshory r.a :

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلعم سُئِلَ عَنْ صَوْمِ اْلإِثْنَيْنِ فَقَالَ فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ. (رواه مسلم)
“Sesungguhnya Rosulullah saw ditanya seorang sahabat tentang puasa hari Senin, maka beliau menjawab, sebab di hari Senin itu hari kelahiranku, dan wahyu diturunkan kepadaku”. ( HR. Muslim). Dari hadis ini Nabi sendiri juga memulyakan hari kelahirannya, dengan berpuasa (amal yang baik).
 
Beberapa pendapat tentang memperingati Maulid Nabi saw.

Di kalangan umat Islam ada beberapa pemahaman tentang memperingati Maulid nabi saw :
1. Golongan yang terbesar, yaitu yang merayakan Maulid Nabi setiap bulan Robi’ul Awwal, bahkan di bulan-bulan yang lain atau tiap-tiap malam Senin atau Jum’at dengan membaca Barzanji, membaca Marhaban dan kitab-kitab Maulid lainnya, sebagaimana yang biasa diamalkan umat Islam sejak dahulu. Golongan ini ada yang hanya membaca Barzanji saja, atau ada pula yang diteruskan dengan pengajian atau ceramah tentang riwayat dan perjuangan Nabi. Semua itu dengan maksud untuk melahirkan kecintaannya kepada nabi Muhammad saw.

2. Golongan umat Islam yang nerayakan maulid nabi tiap Bulan Robiul Awal, tetapi tidak dengan membaca Barzanji, tidak membaca Marhaban, atau kitab-kitab Maulid lainnya, karena dianggap tidak ada tuntunannya.

3. Golongan yang ekstrim, yaitu tidak mau merayakan peringatan maulid Nabi sama sekali, karena hal itu dianggap bid’ah yang harus ditinggalkan.
 
Share this article :
 

+ komentar + 38 komentar

Minggu, September 30, 2012 11:44:00 PM

.

Senin, Oktober 01, 2012 12:17:00 AM

Assalamualaikum.
Ustadz bebelum saya bertanya ijinkan saya memaparkan masalah2 ini.
Perayaan maulid nabi 10 abad lebih tlah berjalan.& BANYAK artikel2 yg menerangkan pahala2nya begitu besar. Namun saya tidaktau pasti yg mnerangkan phala prayaan maulid itu hadisnya derajatnya apa.
Yg bikin aneh kenapa 3 gnerasi tidak mrayakan apa enga kepingin phala2 itu. Juga kenapa sudah 10 abad lbih orang islam masih pro & kotra trhadap maulid nabi.
Nah saya orang awam harus bagaimana apa mengikuti sahabat enga merayakan. apa mengikuti orang2 yg merayakan.
Sahabat nabi orang yg paling mencintai nabi kenapa nga merayakan hri klahiran nabi.

Jumat, Januari 11, 2013 8:29:00 PM

Ana ikut komen ah, tentang posting Bang Amir Khan.
Coba deh liat lagi artikel menganai sejarah peringatan Maulid Nabi SAW.,
Kalau mau milih yang mana mau dilaksanakan, Ya.. laksanakan aja kegiatan yang mana yang menambah cinta kita sama Rasul kita, itu terserah Anda. Tapi, menurut ana mah, cinta perlu bukti. Nah, Bukti apa yang mau kita tunjukan...???

Selasa, Januari 15, 2013 12:47:00 AM

umat Islam yang enggan memperingati maulid nabi kebanyakan dari kalangan yang kurang wawasannya terhadap Al-Qur'an dan sunnah RasuliLlah SAW, demikian pula yang menolak kebanyakan karena sudah dirasuki racun faham-faham wahabi laknatullah..

Selasa, Januari 22, 2013 2:00:00 AM

Rosul tidak mencontohkan dan tidak ada pula anjuranya. para sahabat pun tidak memperingati hari kelahiran Rosulullah atau maulid. klo maksudnya untuk menunjukan kecintaannya kepada Rosul, kayanya ga pantas ajaran Islam mengadakan perayaan hari lahir!! Islam bukan seperti agama yg lain, hindu atau kristen! rasa cinta kita kepada Rosul "tumbuh" dengan mengikuti sunah-sunahnya yang kita terapkan "sehari-hari". Di Al-Quran pada surat Al-maidah ayat 3, menegaskan.. "sudah disempurnakan agamamu" jd Islam itu udah sempurna ajarannya.. ngapain dikembangin apalagi kolaborasi dengan ajaran budaya atau agama lain!!!
Sabda Nabi shallallahu `alaihi wasallam:
Hindarilah amalan yang tidak ku contohkan (bid`ah), karena setiap bid`ah
menyesatkan”. HR. Abu Daud dan Tarmizi.
Sabda Nabi shallallahu `alaihi wasallam:
“Siapa yang menghidupkan suatu "amalan" yang tidak ada dasarnya dalam dien
kami, amalannya ditolak.” Muttafaq ’alaih

Jumat, Januari 25, 2013 11:49:00 AM

ane suka maulid. dan merasa tentram akan nya setelah membaca artikel ini. syukran.

Rabu, Januari 30, 2013 7:40:00 PM

izin copas, JAZAKALLAH

Minggu, Februari 03, 2013 1:34:00 AM

Terlepas dr pro kontra ttg Maulid, kita perlu tahu bhwa Maulid prtama kali diadakan itu tjuannya adlh u/ menghdupkan rasa cnta kpd Nabi, krn pd wktu itu kondisi masyarakt Islam sngt bobrok, yaitu lupa agama dan lupa kpd Nabi. Nah keadaan jaman skrg justru lbh parah bobroknya, shngga Maulid ini menjadi sngt perlu sbg media dakwah.

Minggu, Februari 10, 2013 10:52:00 PM

Terima Kasih Banyak, semoga Blog ini mampu menfasilitasi kebutuhan ummat islam untuk meningkatkan keilmuwan dibidang agama. amien...

Minggu, Februari 17, 2013 8:58:00 AM

Alhamdulilah

Islam ini sempurnah dan orang yang tidak membaca maulid jangan pernah membaca sejarah orang lain lebih baik ente hidup tanpa harus membaca sejarah, jika ente membaca, ente telah melakukan sifat munafiq atau melakukan bidah dalalah, pantaskah seorang muslim tidak mau memperingati Kelahiran Rasulnya atau tidak mengenang perjalanan Rasulnya.

tolong renungkan.

wallau alam

Kamis, Maret 14, 2013 9:09:00 PM

Maulid Nabi memang harus dirayakan untuk menjadikannya tauladan,...
Salam Sukses Selalu By Satria Indonesia

Senin, Maret 25, 2013 10:49:00 AM

samsul umar@:cinta perlu bukti. Nah, Bukti apa yang mau kita tunjukan,"puitis amat kamu nak".tegakkan shalat kata Allah,shalatlah lima waktu Kata Rasul,UU Shalat yang dibawa Rasul ada gak kurang??? Itulah Bagian Taqlid kita hanya kepada Allah(Al qur'an) dan Rasul (Al Hadist),KItab Pesantern itu sebuah karangan Ulama, Ulama tentunya bermazhab,Al mazhab(AsSyafii) berkata:Jika kalian mendapati dalam kitabku yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah SAW maka
ambillah sunnah Rasulullah SAW dan tinggalkanlah pendapatku. Dalam sebuah riwayat
dikatakan ’Maka ikutilah dan janganlah kalian mengikuti pendapat siapapun’ Imam Malik juga komentar:Setiap perkataan orang boleh dipakai atau ditinggalkan kecuali perkataan Nabi SAW.
kita sekarang ini penuh dengan nafsu,menuntut ilmu rajin,tapi amalan minus.al hasil karena jarang sujud kita tidak mau mengkaji apa itu "Sujud",gmana cara sujud yg baik sesuai contoh Rasul.kita lbih sering gemari ilmu yg berada di khilafiyah hingga ke arah bid'ah(diada-adakan)tanpa pedoman Rasul.Itukah Bukti Puitis kita "cinta Rasul" dengan menghambur"kan uang,
maaf: di kampung saya saja agenda belanja dakwah aja sampai puluhan juta,sementara penyantunan anak yatim satu orang cuma dapat 20ribu,sementara tengku" ustad Amplop dapat 2juta,herannya lagi yg dengar ceramah jarang shalat jum'at,kalopun ada banyak ngorok jika khatib khutbah.mungkin kurang melawak x ya?.namun Intinya Kita(tmasuk saya dan Anda semua)"kita berilmu banyak tp beramal kurang"

Selasa, Maret 26, 2013 10:40:00 AM

Mydincell Kualasimpang@ kitab apa sudah anda ngaji tgk??
atw mungken anda tidak ngaji ea? kok beraninya anda bilang2 gtw?
imum nawawi aja menjelaskan peringatan maulid itu dalam iannah jilid du di dalam saya lpa hlman brapa,
bahwa peringatan maulid itu boleh! asal tidak memudharat kan orang lain, ya seikhlas2 org yg melakukannya lah!

Jumat, April 12, 2013 9:55:00 AM

Allah merayakan hari kelahiran para Nabi Nya
• Firman Allah : “(Isa as berkata di pangkuan ibunya) Salam sejahtera atasku, di hari
kelahiranku, dan hari aku wafat, dan hari aku dibangkitkan” (QS. Maryam : 33)
• Firman Allah : “Salam Sejahtera dari kami (untuk Yahya as) dihari kelahirannya, dan hari
wafatnya dan hari ia dibangkitkan” (QS. Maryam : 15)
• Rasul saw lahir dengan keadaan sudah dikhitan (Almustadrak ala Shahihain hadits
No.4177)
• Berkata Utsman bin Abil Ash Asstaqafiy dari ibunya yang menjadi pembantunya Aminah
ra bunda Nabi saw, ketika Bunda Nabi saw mulai saat saat melahirkan, ia (ibu utsman)
melihat bintang - bintang mendekat hingga ia takut berjatuhan di atas kepalanya, lalu ia
melihat cahaya terang - benderang keluar dari Bunda Nabi saw hingga membuat terang benderangnya kamar dan rumah (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
• Ketika Rasul saw lahir ke muka bumi beliau langsung bersujud (Sirah Ibn Hisyam)
• Riwayat Shahih oleh Ibn Hibban dan Hakim bahwa Ibunda Nabi saw saat melahirkan Nabi
saw melihat cahaya yang terang - benderang hingga pandangannya menembus dan melihat
Istana Istana Romawi (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
• Malam kelahiran Rasul saw itu runtuh singgasana Kaisar Kisra, dan runtuh pula 14 buah
jendela besar di Istana Kisra, dan Padamnya Api di Kekaisaran Persia yang 1000 tahun tak
pernah padam. (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
Kenapa kejadian kejadian ini dimunculkan oleh Allah swt?, kejadian kejadian besar ini muncul
menandakan kelahiran Nabi saw, dan Allah swt telah merayakan kelahiran Muhammad
Rasulullah saw di alam ini, sebagaimana Dia swt telah pula membuat salam sejahtera pada
kelahiran Nabi - Nabi sebelumnya.

Jumat, April 12, 2013 10:19:00 AM

"Sujud" tidak menjamin apa2...Iblis adalah ahlussujud, beribu tahun ia tak menyekutukan Allah swt, namun Iblis tak mau memuliakan orang yang dimuliakan Allah, padahal jika Iblis disuruh sujud pada Allah maka ia pasti taat pada Allah swt, namun Iblis
tak mau memuliakan orang yang mulia.

Jumat, April 12, 2013 10:23:00 AM

Tiada satupun para Muhadditsin dan para Imam yang menentang dan melarang PERINGATAN MAULID NABI SAW, mengenai beberapa pernyataan pada Imam dan Muhadditsin yang menentang maulid
sebagaimana disampaikan oleh kalangan anti maulid, maka mereka ternyata hanya menggunting dan memotong ucapan para Imam itu, dengan kelicikan yang jelas - jelas meniru kelicikan para misionaris dalam menghancurkan Islam.

Jumat, April 12, 2013 1:22:00 PM

Ok lah seandainya Surah Maryam 33 (yg katanya Allah merayakan kelahiran Nabi Isa ~ Ini tafsiran siapa sih sebenarnya? Apakah Rasulullah juga menafsirkan demikian?) dll itu digunakan sbg dalil untuk maulid, lalu kenapa di masa Rasulullah dan para sahabatnya tidak menggunakan dalil itu utk peringatan maulid? (Ingat bahwa para ulama sepakat tidak ada maulid di masa Rasulullah dan ratusan tahun setelahnya). Lalu apakah Rasulullah dan para sahabat lupa bahwa ternyata ada dalilnya untuk memperingati maulid? Kalo Rasulullah dan para sahabatnya tidak memperingati maulid, kalo kita ambil 3 golongan pada artikel di atas, berarti Rasulullah dan sahabat termasuk golongan yg ekstrim dong ya?

Sedikit informasi saja bahwa merayakan/memperingati hari kelahiran/birthday itu aslinya adalah ritualnya kaum pagan (silakan cek Wikipedia atau sumber lainnya). Apakah perlu kaum muslim mengadopsi ritual/budayanya kaum kafir, menggantinya dgn doa dan shalawat, dan menganggapnya sbg kebaikan & ibadah yg berpahala?

Kalo kita baca artikel di atas sebenarnya sudah kontradiksi, ada kalimat "Peringatan Maulud Nabi sudah diadakan oleh kalangan umat Islam sejak pada kurun ketiga atau tiga ratus tahun setelah hijrah Nabi", sumber lain juga sepakat bahwa maulid baru ada setelah Nabi wafat sekian ratus tahun, nah tp tiba-tiba kok ada hadits Nabi (dan sahabatnya) tentang maulid? Padahal katanya maulid diadakan sekian ratus tahun setelah Nabi ga ada. Berarti haditsnya palsu dong? Atau bagaimana?

Sebenarnya ga akan selesai masalah ini hingga nanti Allah yg akan memutuskan. Tp sbg muslim yuk kita beribadah berdasarkan tuntunan Rasulullah. Kita pelajari dulu dalilnya baru kita beribadah, jangan kita beribadah dulu lalu cari pembenaran lewat dalil. Demikian.

Sabtu, April 13, 2013 2:18:00 PM

klo dijelasin panjang lebar, bikin yg anti maulid tambah bingung lagi nanti..
ya udah gini aja..
bagi yg anti maulid ana mau nanya..
Salahkah kami memperingati/merayakan/gembira akan hari kelahiran Rasul saw kami?
a. tidak
b. salah
udah itu aja..silahkan jawab!!!
jawaban anda jadi pertanggungjawaban anda di hadapan Allah swt.

Selasa, April 16, 2013 4:41:00 PM

Ngapain bingung, biarpun anda mau jelasin panjang lebar pun ga ada dalilnya melakukan maulid/dalilnya gak pas semua (apalagi pake hadits palsu segala untuk pembenaran, nehi lah). Seandainya semua dalil itu adalah alasan untuk melakukan maulid tentunya Rasulullah adalah orang pertama yg melakukannya begitupun para sahabatnya yg sangat mencintai beliau, betul ga? Apakah anda bilang para sahabat tidak ada yg gembira dgn kelahiran Rasulullah? Pasti anda bilang para sahabat gembira & sangat mencintai beliau lebih daripada kita, tapi ga ada di jaman mereka yg melakukan maulid. Mereka mencukupkan dgn apa yg diajarkan Rasulullah. Begitu jg kami yg mencintai Rasulullah dan kami tidak melakukan maulid bukan karena kami tidak cinta tapi justru karena kami cinta kpd beliau dan ingin mengikuti sunnah-sunnahnya.

Anda tanya benar atau salahnya melakukan maulid urusan Allah yg memutuskan nanti. Yg pasti yg tidak melakukan maulid berarti mengikuti sunnah Rasulullah yg juga tidak melakukan maulid, betul kan? Yg melakukan maulid berarti mengikuti siapa? Kaum pagan kah?

Betul jawaban kami akan jadi pertanggungjawaban kami, begitupun perbuatan anda juga jadi pertanggungjawaban anda di hadapan Allah. Pertanyaan saya barusan di atas bisa anda persiapkan dulu sebelum nanti ditanya di hadapan Allah.

Coba kita renungkan kisah berikut: Suatu ketika, Sa’id Ibnul Musayyib rahimahullah melihat seseorang yang shalat lebih dari 2 raka’at setelah terbitnya fajar. Orang tersebut memperbanyak ruku’ dan sujud. Kemudian beliau melarang orang tersebut meneruskan sholatnya. Orang tersebut pun berkata, “Hai Abu Muhammad (panggilan Sa’id Ibnul Musayyib-pen)! Apakah Allah akan menyiksa aku karena sholatku?” Beliau menjawab, “Tidak, akan tetapi Allah akan menyiksamu karena kamu menyelisihi sunnah!”

Pasti tidak ada seorang muslim pun yg mengingkari bagus dan baiknya sholat, jg bacaan di dalamnya yg berisi doa, shalawat ataupun pujian kepada Allah, tp yg diingkari adalah caranya yg tidak sesuai sunnah. Begitupun kami tidak mengingkari bahwa dalam maulid banyak pujian kpd Allah dan Rasulnya, tapi yg kami ingkari adalah maulid/birthday nya karena tidak ada satupun dari generasi salaf yg memperingati kelahiran/tidak sesuai sunnah.

Karena bid'ah sudah dianggap hasanah makanya agama ini akan terus berubah/tidak murni lagi seperti ajaran Allah dan RasulNya. Padahal Rasulullah bilang semua bid'ah sesat, kok tiba-tiba ada bid'ah hasanah? Rasul bilang bid'ah = sesat, berarti bid'ah hasanah = sesat hasanah?

Ok? Saya stop disini saja. Kalo masih ada yg lanjut silakan diskusi ke email saya langsung abu.alfarezel@gmail.com, tp kalo sudah menjurus debat saya akan diamkan. Demikian.

Wassalamualaikum.

Rabu, April 17, 2013 2:47:00 PM

ko' stop sih, ayo bagi ilmunya lagi dong!!!!!!!!
ternyata masalahnya anda kurang dalam koleksi hadits to'..
ni ane bagi satu hadits, simak yaa..::

“Barangsiapa membuat - buat hal baru yang baik dalam Islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikit pun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk dalam Islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya”
(Shahih Muslim hadits No.1017. Demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah,
Sunan Baihaqi Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi).

Al Muhaddits Al Imam Muhammad bin Idris Assyafii rahimahullah (Imam Syafii), Berkata Imam Syafii bahwa bid’ah terbagi 2, yaitu Bid’ah Mahmudah (terpuji) dan Bid’ah Madzmumah (tercela), maka yang sejalan dengan sunnah maka ia terpuji, dan yang tidak selaras dengan sunnah adalah tercela, beliau berdalil dengan ucapan Umar bin Khattab ra mengenai shalat tarawih : “inilah sebaik baik bid’ah”. (Tafsir Imam Qurtubiy
juz 2 hal 86-87)

saya rasa Imam Syafii jauh bangeeeeeeeettt ilmunya di atas anda-anda yg anti bid'ah(bid'ah yg terpuji tentunya), apalagi dgn Sahabat Rasul saw Umar bin Khattab pasti sangat sangat sangat jauuuuuuuuuuhh skali..ya ngga?? tetapi mereka melakukan bid'ah(bid'ah yg terpuji tentunya)

Rabu, April 17, 2013 3:29:00 PM

niiii ane kasih tau bid'ah terbesar yg dilakukan Sahabat Nabi saw..dan anda-anda(anti bid'ah)pun pasti memiliki hasil dari kebid'ahan tersebut..apa itu??? mau tau..mau tauu...??

Sekarang kalau kita menarik mundur ke belakang sejarah Islam, bila Alqur’an tidak dibukukan oleh para Sahabat ra, apa sekiranya yang terjadi pada perkembangan sejarah Islam ?
Alqur’an masih bertebaran di tembok - tembok, di kulit onta, di hafalan para Sahabat ra yang hanya sebagian dituliskan, maka akan muncul beribu - ribu versi Alqur’an di zaman sekarang, karena semua orang akan mengumpulkan dan membukukannya, yang masing - masing dengan riwayatnya sendiri, maka hancurlah Alqur’an dan hancurlah Islam. Namun dengan adanya Bid’ah Hasanah, sekarang kita masih mengenal Alqur’an secara utuh dan
dengan adanya bid’ah hasanah ini pula kita masih mengenal hadits – hadits Rasulullah saw, maka jadilah Islam ini kokoh dan abadi. Jelaslah sudah sabda Rasul saw yang telah membolehkannya, beliau saw telah mengetahui dengan jelas bahwa hal - hal baru yang berupa kebaikan (Bid’ah Hasanah), mesti dimunculkan kelak, dan beliau saw telah melarang hal – hal baru yang berupa keburukan (Bid’ah Dhalalah).

“Bahwa Sungguh Zeyd bin Tsabit ra berkata : Abubakar ra mengutusku ketika terjadi pembunuhan besar - besaran atas para sahabat (Ahlul Yamaamah), dan bersamanya Umar bin Khattab ra, berkata Abubakar : “Sungguh Umar (ra) telah datang kepadaku
dan melaporkan pembunuhan atas ahlulyamaamah dan ditakutkan pembunuhan akan terus terjadi pada para Ahlulqur’an, lalu ia menyarankan agar Aku (Abubakar Asshiddiq ra) mengumpulkan dan menulis Alqur’an, aku berkata : “Bagaimana aku berbuat suatu
hal yang tidak diperbuat oleh Rasulullah..??, maka Umar berkata padaku bahwa “Demi Allah ini adalah demi kebaikan dan merupakan kebaikan, dan ia terus meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar, dan engkau (zeyd) adalah pemuda, cerdas, dan kami tak menuduhmu (kau tak pernah berbuat jahat), kau telah mencatat wahyu, dan sekarang ikutilah dan kumpulkanlah Alqur’an dan tulislah Alqur’an..!” berkata Zeyd : “Demi Allah sungguh bagiku diperintah memindahkan sebuah gunung daripada gunung - gunung tidak seberat perintahmu padaku untuk mengumpulkan Alqur’an, bagaimana kalian berdua berbuat sesuatu yang tak diperbuat oleh Rasulullah saw??”, maka Abubakar ra mengatakannya bahwa hal itu adalah kebaikan, hingga ia pun meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan mereka berdua dan aku mulai mengumpulkan Alqur’an”. (Shahih Bukhari hadits No.4402 dan 6768).

Bila kita menafikan (meniadakan) adanya bid’ah hasanah, maka kita telah menafikan dan membid’ahkan kitab Alqur’an dan kitab Hadits yang menjadi panduan ajaran pokok agama Islam karena kedua kitab tersebut (Alqur’an dan Hadits) tidak ada perintah Rasulullah saw untuk membukukannya dalam satu kitab masing - masing, melainkan hal itu merupakan ijma’ atau kesepakatan pendapat para Sahabat Radhiyallahu’anhum dan hal ini dilakukan
setelah Rasulullah saw wafat.

Rabu, April 17, 2013 3:54:00 PM

"Wahai Dzat yg jiwa kami dalam genggaman Mu..
masukkan saya ke dalam neraka Mu, jika dikarenakn memperingati Maulid Kekasih Mu itu termasuk perbuatan sesat dan mengikuti kaum pagan sbagaimana yg dituduhkan oleh sebagian saudara Muslim kami,

"sungguh bahwasanya peringatan Maulid Rasul saw kami itu tidak mengikuti kaum pagan..
"sebagaimana sujud kami ke ka'bah yg pasti kami tidak mengikuti sujudnya kaum kafir kepada berhala..

tetapi jika peringatan Maulid Rasul saw itu perbuatan baik dan Engkau ridhoi..maka berikanlah Hidayah dan Cahaya Keluhuran Mu atas mereka-mereka yg menuduh kami..

yaa Rabb.. kabulkan permintaan hamba ini, hingga mereka memuji syukur kepada Mu Rabbiy, salahkah bila hamba berharap mereka bersyukur dan memuji Mu Rabb..
maka kabulkanlah permintaan hamba Mu ini, jadikan ia bersyukur dan menyaksikan kedermawanan Mu Rabbiy.., Demi Sayyidina Muhammad Nabiy pembawa Rahmat .., amiin.

wassalam..

Rabu, April 17, 2013 5:01:00 PM

Saya sudah tau semua dalil yg anda tulis dan saya sudah ga pengen berdebat tentang hal ini, karena dari dulu saya sudah banyak berdebat dgn orang-orang spt anda, karena itu saya sudah tau semua dalil andalan anda spt pembukuan Quran dll. Pembukuan Quran bukan bid'ah karena dalam banyak ayat pun dikatakan KITAB. Anda tau kitab artinya apa? Dalam bahasa english dikatakan BOOK. Ya sudah pasti dibukukan toh? Allah sudah mensyariatkan demikian.

Intinya gini aja, ada hadits Nabi yg mengatakan "Semua bid'ah sesat", lalu ada hadits Nabi yg mengatakan “Barangsiapa membuat - buat hal baru yang baik (bid'ah?) dalam Islam dst", ini kan suatu hal yg kontras broer. Mungkin ga 2 hal yg bertolak belakang dikatakan oleh Rasulullah? Satu hal beliau mengatakan semua bid'ah sesat, tp di lain waktu beliau bilang boleh berbuat bid'ah yg baik? Aneh itu namanya. Lalu yg boleh menjadi takaran/patokan hasanah/baik atau buruknya itu siapa? Ulama atau siapa? Apakah baik menurut ulama juga pasti baik menurut Allah? Ulama itu manusia juga, bisa benar bisa salah. Baik menurut anda belum tentu baik menurut saya, begitu jg baik menurut saya belum tentu baik menurut anda. KArena standar manusia dalam menentukan hasanah aja sudah beda2, maka yg jadi patokan kita adalah Rasulullah. Kalo anda membolehkan bid'ah dann anda bilang Rasulullah membolehkan bid'ah dgn dalil hasanah tentunya agama ini akan terus berubah dong(dan memang sudah berubah) karena ketambahan ibadah yg tidak disyariatkan/tidak ada di jaman RAsulullah. Padahal Islam sudah sempurna ketika itu. Kenapa tidak kita cukupkan saja dgn yg sudah diajarkan Rasulullah? Kenapa harus ada tambahan bid'ah hasanah? Apa kurang sempurna gitu?

Sujud kita ke Ka'bah ya beda dong dgn sujud kafir ke berhala. Sujud ke Ka'bah sudah jelas diajarkan Rasul. Tapi kalo maulid kan ngga pernah diajarkan? Anda mencari persamaan tapi standarnya ga sama.

Singkatnya gini, kalo maulid ada dalilnya, kenapa Rasulullah ga maulid? Apa beliau ga ngerti kalo maulid ada dalilnya atau beliau lupa atau bagaimana? Gitu aja pertanyaannya. Dan saya sungguh ga ingin berdebat panjang lagi karena benar-benar sudah bosan dgn debat spt ini.

Note : Untuk penjelasan hadits andalan anda silakan baca http://asysyariah.com/adakah-bidah-hasanah.html

Kamis, April 18, 2013 12:28:00 PM

naaahh gitu dong, masalah ini jangan anda jadikan perdebatan..!!
knp saya bilang anda yg memperdebatkan, karena anda sengaja masuk kedalam web/forum ini dan menuduh yg tidak-tidak kpd kami pencinta MaulidurRasul saw..!!

kami yg melakukan bid'ah hasanah sejak kurun ketiga atau tiga ratus tahun setelah hijrah Rasul saw(yang pada saat itu kondisi umat Islam mulai rusak dalam berbagai hal) santai-santai saja dan..

"Tiada satupun para Muhadditsin dan para Imam di zaman itu yang menentang dan melarang PERINGATAN MAULID NABI SAW(mengenai beberapa pernyataan pada Imam dan Muhadditsin yang menentang maulid sebagaimana disampaikan oleh kalangan anti maulid, maka mereka ternyata hanya menggunting dan memotong ucapan para Imam itu, dengan kelicikan yang jelas - jelas meniru kelicikan para misionaris dalam menghancurkan Islam)"..yaa nggaaa??

jadi..kita saling hormat-menghormati aja perbedaan pendapat ini,
kita pegang pendapat kita masing-masing, kita ini sesama Muslim, jgn biarkan kaum kafir, yahudi ketawa-ketawa, gembira melihat anda memperdebatkan masalah ini..(knp saya bilang anda yg memperdebatkan, karena anda sengaja masuk kedalam web/forum ini dan menuduh yg tidak-tidak kpd kami pencinta MaulidurRasul saw)..!!

perbedaan pendapat itu memang hal yg harus ada ko' di dunia ini, biar rame gitu..yaa nggaaa?? biar syurga dan neraka itu ada penghuninya..sayang Allah swt nyiptain syurga dan neraka itu ngga ada penghuninya..yaa nggaaa?? kasian Iblis laknatullah ngga ada temannya...yaa nggaaa??

kalau anda memang anti banget yg namanya bid'ah..
saran saya,, anda ganti dulu dech nama "julian" menjadi nama-nama yg Islami yg diajarkan Rasul saw...soalnya saya lihat tidak ada tu nama para Nabi, para Rasul, para Muhadditsin, para Imam, para Ulama dan orang-orang sholeh yg bernama "julian", menurut anda ada ngga?? kasih tau dong!!!

eh, tapi ada ni sejarah nama "julian"..
Sejak Abad ke-7 SM bangsa Romawi kuno telah memiliki kalender tradisional. Namun kalender ini sangat kacau dan mengalami beberapa kali perubahan. Sistem kalendar ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap munculnya bulan dan matahari, dan menempatkan bulan Martius (Maret) sebagai awal tahunnya.
Pada tahun 45 SM Kaisar Julius Caesar mengganti kalender tradisional ini dengan Kalender Julian. Urutan bulan menjadi: 1) Januarius, 2) Februarius, 3) Martius, 4) Aprilis, 5) Maius, 6) Iunius, 7) Quintilis, 8) Sextilis, 9) September, 10) October, 11) November, 12) December. Di tahun 44 SM, Julius Caesar mengubah nama bulan “Quintilis” dengan namanya, yaitu “Julius” (Juli).Sementara pengganti Julius Caesar, yaitu Kaisar Augustus, mengganti nama bulan “Sextilis” dengan nama bulan “Agustus”. Sehingga setelah Junius, masuk Julius, kemudian Agustus. Kalender Julian ini kemudian digunakan secara resmi di seluruh Eropa hingga tahun 1582 M ketika muncul Kalender Gregorian.

wah, ternyata bagus juga..diambil dari nama kalender Romawi kuno dari kaisar julius caesar...!!! Kenapa tidak kita cukupkan saja dgn nama-nama yg sudah diajarkan Rasulullah?? kenapa harus mengambil nama-nama bangsa romawi kuno??

PENTIIIING!!!
oO iya, satu lagi,,bagi anda yg anti bid'ah, khususnya anti Maulid Nabi saw,, kalau anda menemui suatu web/forum atau apa saja yg berhubungan dgn PERINGATAN MAULID NABI SAW..mending cuekin aja..ngga usah berkomentar ini itu...,,ngga usah masuk didalamnya, takutnya nanti anda tersesat, tidak tau jalan pulang, mau nanya maluuu..okey bro..!!

Note:: Tiada satupun para Muhadditsin dan para Imam di zaman itu yang menentang dan melarang PERINGATAN MAULID NABI SAW.

Kamis, April 18, 2013 1:03:00 PM

Alhamdulillah wa syukurillah..
Kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya swt semoga selalu menaungi hari hari kita semua..

Saudaraku pecinta Maulid Nabi saw yg di muliakan Allah swt..
PERINGATAN MAULID NABI SAW..yg diadakan oleh kalangan umat Islam sejak kurun ketiga atau tiga ratus tahun setelah hijrah Nabi saw hingga sekarang masih menggema cetar membahana dimana-mana di seluruh penjuru dunia, khususnya di negara kita yg tercinta ini.

Ini semata-mata..karena keridhoan Allah swt,
dan juga tidak terlepas..
-karena kecintaan kita kepada Nabi saw dan Nabi saw pun cinta kepada kita,
-dan juga karena perjuangan para Habaib, para Ulama dan orang-orang sholeh..

Maulid Nabi saw ini akan terus menggema hingga ke kota MadinaturRasul saw,, sebagaimana yg dikatakan seorang wali ALLAH SWT..Guru Mulia Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin Hafidh..
"yg ketika itu seorang terpercaya bertanya di madinah, wahai guru mulia(Guru Mulia Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin Hafidh), kapan Madinah ini akan membaca maulid besar besaran?, beliau menjawab : aku dan engkau akan masih hidup saat pembacaan maulid agung di masjidinnabawiy dan masjidil Alqsha...!
Subhanallah..!!

semoga kita para pencinta Maulid Nabi saw akan menjumpai hal yg sangat luar biasa tersebut..aaaaamiin yaa sami'ad du'aa..

Sabtu, April 20, 2013 11:10:00 PM

saran : pos dengan riwayat atau kalau bisa menyertakan sumber siapa ?

Senin, April 29, 2013 6:45:00 AM

thanks infonya bermanfaat sekali,...

Senin, April 29, 2013 4:09:00 PM

Sahabat Abu Bakar Ash-Shidiq berkata :
مَنْ أَنْفَقَ دِرْ هَماً فِى مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ رَفِيْقِيْ فِى الْجَنَّةِ
“Barang siapa yang memberikan infaq satu dirham untuk memperingati kelahiran Nabi Saw : akan menjadi temanku masuk surga”.

Sahabat Umar Bin Khoththob berkata :
مَنْ عَظَّمَ مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَدْ أَحْيَا اْلإِسْلاَمَ
“Barang siapa yang memuliakan / memperingati kelahiran Nabi Saw, berarti telah menghidupkan Islam”.

Sahabat Ali Bin Abi Tholib berkata :
مَنْ عَظَّمَ مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْياَ اِلاَّ بِاْلإِ يْمَانِ
“Barang siapa yang memuliakan / memperingati kelahiran Nabi Saw, apabila pergi meninggalkan dunia pergi dengan membawa iman”.

Ini dusta besar atas nama para sahabat radiyallahu anhum

Para sahabat nabi kaga ada yg meriwayatkan maulid nabi coyyyy

Selasa, Desember 17, 2013 8:22:00 AM

kalau pengin membuktikan cintanya kepada nabi, kita laksanakan perintahnya dan kita tinggalkan larangannuya. serta meninggalkan sesuatu yang tidak ada tuntunannya atau faedahnya

Minggu, Desember 29, 2013 9:02:00 AM

bener yang komen, kalau cinta Rosul kerjakan perintahnya dan tinggalkan larangannya. Kerjakan yang ada tunodohi tunannya, Jangan mencari2 hadist untuk pembenaran, Memmbodohi ummatnamanya.

Selasa, Januari 07, 2014 5:56:00 PM

gatel jg pengen nimbrung neh
yg ngga suka/menentang maulid itu cuma org2 wahabi doang, yg menafsirkan al-bid'atun dholalah, adhdholalatu fin-nar. yg akibatnya umat islam hrs spt robot dn ga boleh mengikuti perkembangan jaman. pake celana hrs spt org banglades/pakistan yg bukan cuma keliat mata-kakinya tapi sampe setengah betis (bukan menyontoh org2 arab yg pake gamis), piara jenggot ngga boleh dipotong walau cuma sebelas lembar, (padahal Rasulullah, para sahabat, tabi'in, & tabi'it-tabi'in punya cambang yang dipangkas rapih), terus seolah ada kewajiban bahwa jidatnya harus kaya pantat monyet sbg tanda sering solat, (padahal itu cuma perbuatan riya aja). Bayangin kalo ada karyawati/pegadang muslimah dipasar yang semuanya pake baju hitam cadar hitam.... iiiih ngeriii... deh....
Sy bolak-balik mekah/madinah belasan kali ngga pernah nemu muslimahnya pake hitam2 kaya ninja, kecuali TKW/KTI (itupun kalo majikannya org2 borju aja)
belum lagi bagi cowonya, seolah ada keharusan bagi yang mau berlebel ustadz; maka namanya hrs diganti dengan nama depan "ABU" teruyama bg yg nama aslinya dinyatakan ngga islami.
Ada 1 ponpes di Mekah yg diqishah oleh pemerintahnya karena melaksanakan perayaan maulid, telp. diputus, air PAM diputus, PLN diputus, pemilik & pengurus yg semula diangkat PNS, diberhentikan dengan tidak hormat.

Selasa, Januari 07, 2014 6:07:00 PM

Rasulullah SAW tidak butuh pemuliaan dari umatnya, karena beliau sudah dimuliakan Allah dan para malaikatNya.
Merayakan maulidurrasul pada dasarnya upaya memuliakan sipelakunya, karena didalamnya ada pencarian SHIRATAL MUSTAQIM a.l. dengan meneladani ahlak beliau, perjuangan beliau, kualitas kepribadiannya, dan mendalami kembali ajaran2nya.
mosok gitu bagusnya pelakunya bakal penghuni norakaaa?
Ustadz Arifin Ilmah dibilang ahli neraka karena melakukan bid'ah melalui majelis dzikirnya. sebab Rasulullah SAW belum pernah ngumpulin orang banyak utk dzikir berjamaah dan beluai yang jadi pemimpinannya.

Senin, Januari 13, 2014 11:32:00 PM

adakah hadits atau ayat qur'an yang terjemahnya "HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, JANGANLAH KAMU MERAYAKAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW", adakah?

Selasa, Januari 14, 2014 7:55:00 AM

Saya orang awam kok jadi ingin bertanya. Mereka yang begitu semangat kontra maulid dg beralasan belum pernah dilakukan oleh Nabi saw dan shahabatnya, kenapa kalau berkhutbah Jum'ah mereka masih dg berbahasa indonesia ???? Apakah baginda Nabi saw dan sahabatnya ada yang khutbah Jum'ah dg bahasa Indonesia?? Apakah bukan bid'ah pula? Sedangkan khutbah Jum'ah menjadi syarat sahnya jumatan dan dilakukan setiap hari Jum'at?? Dan Peringatan Maulid Nabi saw dilakukan setahun sekali dan tidak menjadi syarat sahnya apa-apa? Kenapa gak ada yang mempermasalahkan??? Kalau beralasan untuk memberi manfaat kepada jama'ah Jum'ah agar faham isinya khutbah; peringatan maulidpun juga beralasan untuk menambahkan rasa cinta kepada Nabi saw sedangkan mencintai nabi saw melebihi yang lain menjadi syarat mutlak sempurnanya iman seseorang.
Yang saya tanyakan: ada apa di balik kontra maulid nabi saw dg begitu semangat?????
,

Selasa, Januari 14, 2014 1:59:00 PM

Tolak wahabi... mereka yg paling getol melarang maulid nabi. Harusnya ditolak juga ceramah khutbah jumat pake bsgasa indonesia

Minggu, Januari 19, 2014 10:18:00 AM

saya sepakat dengan mbak ...B!5NiS M3nY3N4nGkan
banyak sekali bid'ah2 yang setiap hari kita kerjakan, dan khusus untuk wahabi yang gemar menfitnahpun juga turut melakukannya.
diantaranya adalah Da'wah melalui internet, Khutbah dengan menggunakan bahasa indonesia, Naik Haji dengan mengunakan teknologi, Adzan menggunakan Speker (bahkan di di mekah pun hal itu dilakukan) kemesjid dengan menggunkan motor.
tapi apakah mereka tidak menyadari dan tidak membuka mata bahwa hal-hal yang demikian itu adalah bid'ah yang baik.
saran saya sih untuk mereka yang gemar memfitnah untuk naik haji dengan menggunakan onta, jdi dr indonesia menuju kemekah jangan menggunakan pesawat, karna itu bid'ah.

Jumat, Januari 24, 2014 10:33:00 PM

Saya senang dengan perayaan Maulid ....!

Orang yang anti Bid'ah adalah orang yang faham Agama yang dangkal dan hanya belajar dari buku-buku terjemahan.
buat para ANTI BID'AH, Muka ente tuh Bid'ah ga ada di zaman Rosulullah ......
Kalo ente mengatakan Bid'ah itu Sesat, Kenapa ente masih pake Teknologi informasi dan Komunikasi, dan kenapa ente masih makan ama Nasi, bukan Gandum. . . ..

Belajar Ilmu Fiqih yg bener dooong !!!

TUMANLAH

Rabu, Februari 26, 2014 1:54:00 PM

Alhamdulillah..... luar biasa Allah Swt berikan ilmu kepada para saudaraku yang telah menuliskan pendapatnya yang katanya benar... tapi perlu diingat Hak Allah lah yang nantinya menilai apa yang kita perbuat... kita hanya bisa berdo'a semoga Amal Ibadah yang selama ini kita yakini kebenarannya mendapatkan keridhaan di sisi Allah..... Amin. wal 'afwu minkum wassalam

Poskan Komentar

Silahkan tulis

Bacaan Populer

 
Didukung : Salafiyyah Fans Page | PISS-KTB | Group Alumni
Copyright © 2006. Pesantren As-Salafiyyah - Boleh dicopy asal mencantumkan URL dokumen
Template Modified by info@as-salafiyyah.com | Published by BoloplekCD
Proudly powered by ePUSTAKA ISLAMI