CANTIK: BERKAH ATAU MUSIBAH ?

Oleh: Jum’an Basalim

Dihadapan Allah cantik dan kaya bukan masalah karena hati dan amal yang akan dinilai. Karena cantik adalah genetis dan diluar kemauan, tidak adil jika wanita cantik mendapat bonus pahala dan wanita yang biasa-biasa tidak, apalagi bonus dosa. Tetapi diantara sesama manusia, didunia yang fana ini wanita cantik mendapatkan pernilaian dan perlakuan yang berbeda. Melamar kerja diterima duluan, membuka warung segera dikerumuni pembeli senyum sedikit saja untuk iklan dibayar jutaan mencari pasangan menjadi rebutan. Artinya cantik itu cepat menghasilkan. Sekretaris, pramuniaga, presenter dan pegawai bank yang melayani nasabah semuanya lebih diutamakan untuk yang cantik. Karena cantik itu menarik, menyabarkan orang menunggu, melunakkan hati dan mudah menggaet klien. Wanita cantik itu ibarat magnet. Semua pria yang kaya yang miskin, yang alim yang munafik, tua dan muda semua tertarik olehnya. Cantik itu sungguh berkah; sedikit usaha banyak laba. Alangkah berbahagianya mereka! Bacalah novel-novel remaja kalau anda menyangsikannya.

Dugaan saya tentang pikiran anda sebagai seorang wanita cantik, katakan yang bernilai delapan adalah begini: Pertama-tama tentu anda akan mencari pasangan seorang pria sesama yang bernilai 8. Kalau bisa yang 9 atau 10. Mencari pria dengan nilai setinggi itu disekitar anda tidaklah terlalu mudah. Ada sedikit tapi yang sebaya dan masih single lebih sedikit lagi. Kalau terlalu lama belum juga memperoleh pria bernilai delapan anda mungkin memutuskan pria tujuh pun tak apa asalkan kaya atau sarjana. Bila anda jadi menikah dengan pria tujuh mungkin hubungan biologis anda selalu terganggu oleh rasa kurang puas karena dalam hati anda merasa berhak menikmati pria bernilai 8 atau lebih kalau sabar menunggu. Apalagi kalau anda merasa gadis bernilai 9 atau 10; anda tidak akan berselera dengan pria 7 apalagi pria 6. Jadi kenyataan dan perasaan bahwa anda cantik sudah menimbulkan kesulitan mencari pasangan yag sesuai meskipun peminat anda bererot. Berbeda halnya bila anda gadis bernilai 5 atau 6. Sesama teman kuliah, mahasiswa yang bernilai 5, 6 atau 7 cukup banyak dan semua akan memuaskan pilihan anda. Belum lagi diluar kampus. Dan omong-omong banyak lho gadis yang dulu bernilai 6, pada usia 40 berubah menjadi ibu-ibu bernilai sembilan!

Bahkan seandainya anda bernilai 9 atau 10 dan tidak mengutamakan tampan dalam memilih pasangan, anda tetap memperoleh kesulitan karena terlalu banyak pilihan yang tersedia :yang saleh, yang sarjana dan yang kaya semua banyak yang menaksir anda. Menentukan satu dari terlalu banyak pilihan akan menyebabkan anda bingung, cemas, ragu dan takut salah pilih. Sesudah menetapkan pilihanpun anda masih akan merasa bahwa pilihan anda sepertinya bukan yang terbaik dan masih kurang puas. Kebanyakan kita menganggap bahwa cantik adalah berkah tetapi bila anda terus menerus dipuji karena cantik dan anda merasa memang cantik lama-lama anda akan kerasukan, dan meyakini bahwa cantik adalah atribut penting yang dapat digunakan mencapai berbagai tujuan yang tak dapat anda capai dengan cara lain. In adalah awal musibah. Apabila anda wanita bernilai tujuh keatas, kami pria-pria 6 kebawah umumnya tidak berani menaksir anda. Sebagai gantinya kami saling berimajinasi membicarakan anda sebagai pasangan dalam angan-angan. Kalau anda tahu apa yang kami bayangkan pasti anda akan meludahi muka kami. Pada umumnya wanita kelas 5 dan kelas 6 juga mempunyai anggapan wanita kelas 7 sebagai ancaman ancaman yang kemungkinan suatu waktu akan menggoda suami mereka dan karena itu lebih baik digosipkan saja. Pokoknya menjadi wanita cantik serba sengsara. Tetapi jika ditimbang-timbang secara adil dan menyeluruh tetap saja cantik itu lebih baik.
 
Share this article :
 

Poskan Komentar

Silahkan tulis

Bacaan Populer

 
Didukung : Salafiyyah Fans Page | PISS-KTB | Group Alumni
Copyright © 2006. Pesantren As-Salafiyyah - Boleh dicopy asal mencantumkan URL dokumen
Template Modified by info@as-salafiyyah.com | Published by BoloplekCD
Proudly powered by ePUSTAKA ISLAMI