(Term of Reference) Kelas Pemikiran Gus Dur Jaringan GusDurian Indonesia

oleh Muhammad Idris Mesut pada 16 Desember 2011 pukul 12:23 


  1. A.    Pendahuluan

Kelas Pemikiran Gus Dur merupakan satu ruang-diskusif dari Jaringan GusDurian yang konsentrasi pada intelektualisme Gus Dur. Disebut kelas, karena ruang ini merupakan upaya untuk menempatkan pemikiran Gus Dur, sebagai “mata pelajaran” yang dipelajari layaknya proses belajar di dalam sistem kelas, pendidikan kita.

Hal ini berangkat dari kesadaran, bahwa pemikiran Gus Dur memang bisa dikodifikasi, menjadi puluhan mata-pelajaran yang tertata secara didaktik. Maka Kelas Pemikiran Gus Dur akhirnya memiliki keketatan di dalam dirinya sendiri, yang mengacu pada rigiditas dari detail pemikiran Gus Dur, secara komprehensif. Oleh karenanya, sebagai kelas pembelajaran, Kelas Pemikiran Gus Dur memuat pra-syarat di dalam dirinya sendiri.

Pertama, ia bersifat tekstualis. Artinya, pembelajaran pemikiran Gus Dur harus memuat kepemilikan, pemahaman, dan penguasaan atas teks-teks pemikiran Gus Dur. Sehingga diskusi di dalamnya tidak berangkat dari pemahaman awam, common sense, atau pembacaan bukan dari teks utama. Di dalam kelas ini, para pengajar dan pelajarnya haruslah memiliki teks-teks pemikiran Gus Dur, sebagai buku ajaran yang menjadi panduan utama dalam proses pembelajaran.

Kedua, menempatkan Gus Dur sebagai pemikiran. Dalam kelas ini, diskusi atas Gus Dur tidak mengacu pada Gus Dur sebagai personalitas, melainkan Gus Dur sebagai teks pemikiran. Dengan menempatkan Gus Dur sebagai teks pemikiran, maka cita-cita beliau bisa dikaji, dirumuskan dan dilanjutkan melalui kerja-kerja ilmu pengetahuan. Ketiga, Kelas Pemikiran Gus Dur hendak mengodifikasikan segenap pemikiran Gus Dur dalam suatu sistem kurikulum yang bisa menjadi pedoman bagi para pelajar pemikiran Gus Dur. Oleh karenanya, kelas ini telah menyediakan kurikulum awal pemikiran Gus Dur, untuk dilengkapi secara bersama.

Dengan pra-syarat ini, maka Kelas Pemikiran Gus Dur diharapkan mampu melahirkan para peneliti pemikiran Gus Dur, secara spesialis. Artinya, akan dilahirkan para peneliti muda yang melakukan penelitian secara spesifik, atas cabang-cabang pemikiran Gus Dur. Tujuannya jelas. Selain merumuskan cabang pemikiran itu, para peneliti muda ini akhirnya bisa melanjutkan kerja intelektual Gus Dur, secara ilmiah. Dengan demikian, gagasan-gagasan besar yang dilahirkan Gus Dur bisa dikembangkan dan dirumuskan bangunan metodologis, konseptual, komparatif-teoritisnya. Akhirnya pemikiran Gus Dur bisa dirumuskan menjadi bangunan ilmiah yang valid secara akademis, menjadi suatu sistem pemikiran tersendiri.  

  1. B.    Tujuan kegiatan

  1. Kajian atas pemikiran Gus Dur secara rutin, sistematis, mendalam dan komprehensif.
  2. Perumusan dan penyempurnaan kurikulum pemikiran Gus Dur.
  3. Pendalaman atas cabang pemikiran Gus Dur secara spesialis, sebagaimana dirumuskan dalam kurikulum.
  4. Penggodogan para aktivis, mahasiswa dan penulis muda NU menjadi peneliti pemikiran Gus Dur secara spesialis.
  5. Membangun pemikiran Gus Dur sebagai school of thought, yang bermanfaat bagi dunia ilmu pengetahuan.
  6. Mengembangkan pemikiran Gus Dur pada ranah metodologis, teoritis, dan komparasinya dengan teori-teori yang lain.
  7. Menyiapkan dasar kurikulum, menuju suatu sistem pemikiran (pendidikan) Gus Dur, sehingga pemikiran beliau bisa dijadikan mata pelajaran dan mata kuliah di lembaga pendidikan formal, atau jika memungkinkan menuju pendirian sekolah pemikiran Gus Dur tersendiri.




  1. C.    Pengasuh kegiatan

Pembina:
Alissa Wahid

Tim ahli:
Syafiq Aliel’ha
Hamzah Sahal
Saifullah Amin

Koordinator:
Syaiful Arif

Sekretaris:
Mahbib Khoiron
Abdullah Zuma Alawi
Mustiko Dwipoyono


  1. D.    Peserta kegiatan

Peserta Kelas Pemikiran Gus Dur adalah mahasiswa, aktivis, penulis muda, dan santri yang terbiasa dengan kegiatan pemikiran, dan siap menjadi peneliti pemikiran Gus Dur.

  1. E.    Mekanisme kegiatan

Kelas Pemikiran Gus Dur adalah kelas diskusi, berbasis proses penelitian dari para peserta diskusi. Sebagai acuan, dihadirkan pula para pemikir yang concern dengan pemikiran Gus Dur, sehingga proses penelitian para peserta bisa dibimbing secara sistematis.

  1. F.    Waktu/Tempat kegiatan

Kelas Pemikiran Gus Dur diadakan secara rutin sebulan sekali dalam jumat terakhir, di Pojok Gus Dur, Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya No. 164, Jakarta.

  1. G.    Kurikulum Pemikiran Gus Dur

Kurikulum pemikiran Gus Dur adalah sistematisasi pemikiran beliau, menjadi mata pelajaran yang memuat sub-tematik pemikiran. Dalam kurikulum ini, pemikiran yang hendak dikaji memuat dua hal. Pertama, gagasan original Gus Dur, dengan mengacu pada terma khas yang dicetuskan Gus Dur. Tema yang dicetak miring, mengacu pada terma khas Gus Dur. Kedua, tema-tema atau persoalan yang dikaji oleh Gus Dur. Kelas Pemikiran Gus Dur akan mengkaji tiap sub-tema dari mata pelajaran yang telah dirumuskan sebagai berikut:

  1. 1.    Pemikiran Islam
    1. a.    Pribumisasi Islam
    2. Islam sebagai Etika Sosial
    3. c.     Islam Komplementer
    4. d.    Gerakan Islam Berwawasan Struktural
    5. Tentang Fundamentalisme Islam
    6. Tentang Negara Islam
    7. Tentang Pluralisme agama
    8. h.    Agama, Ideologi, dan Pembangunan

  1. 2.    Pemikiran Politik
    1. a.    Demokrasi “Seolah-Olah”
    2. Tentang Konstitusionalisme
    3. Tentang Pancasila
    4. Kritik atas Pembangunan

  1. 3.    NU
    1. Tentang Aswaja
    2. Nahdloh dalam NU
    3. Fiqh politik NU

  1. 4.    Pemikiran Pesantren
    1. a.    Pesantren sebagai Sub-Kultur
    2. b.    Pengembangan Masyarakat
Melalui Pesantren
  1. c.     Fiqh-Sufistik
  2. d.    Kritik atas Kiai as a cultural broker
  3. Pesantren dan Modernisasi

  1. 5.    Pemikiran Kebudayaan
    1. a.    Human Social Life
    2. b.    Debirokratisasi Kebudayaan
    3. c.     Seni sebagai Katarsis Politik
    4. Seni dan Islam

  1. 6.    Pemikiran Sosial
    1. Kritik atas Modernisasi
    2. Kritik atas Fungsionalisme
    3. Kritik atas Evolusionisme
    4. d.    Transformasi Non-Revolusioner

  1. 7.    Pemikiran Ekonomi
    1. Ekonomi Kerakyatan
    2. Pemerataan Pembangungan
    3. Negara Maritim

  1. H.    Kegiatan perdana

Kelas Pemikiran Gus Dur perdana merupakan upaya penyaringan awal para calon peneliti pemikiran Gus Dur. Untuk itu diskusinya bertujuan menguraikan kurikulum pemikiran Gus Dur, sebagai pijakan awal bagi proses pembelajaran. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal     : Jumat, 23 Desember 2011
Waktu               : 14.00 WIB
Tema                : Sistem Pemikiran Gus Dur
Nara sumber      : Syaiful Arif
                          Penulis buku, Gus Dur dan Ilmu Sosial Transformatif (2009)
Tempat             : Pojok Gus Dur, Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta


  1. I.     Penutup

Demikian TOR ini dibuat, semoga mendapat perhatian dan sambutan positif, khususnya bagi jaringan GusDurian se-Indonesia.




Jakarta, 9 Desember 2011

Syaiful Arif
(Koordinator)

Share this article :
 

Poskan Komentar

Silahkan tulis

Bacaan Populer

 
Didukung : Salafiyyah Fans Page | PISS-KTB | Group Alumni
Copyright © 2006. Pesantren As-Salafiyyah - Boleh dicopy asal mencantumkan URL dokumen
Template Modified by info@as-salafiyyah.com | Published by BoloplekCD
Proudly powered by ePUSTAKA ISLAMI