Bom Gereja dalam Pandangan Islam


Bom Gereja dalam Pandangan Islam

Irwan Masduqi

 

Baru-baru ini kita dikejutkan kembali oleh bom bunuh diri di Gereja Oikumene di Samarida yang menewaskan bocah kecil yang tak berdosa. Kejadian ini mengingatkan kita akan bahaya terorisme yang siap mengancam kita kapan saja dan dimana saja tanpa bisa diduga-duga. Bom bunuh diri itu juga semakin mencoreng citra Islam yang sejatinya agama rahmatan lil alamin.

Tak hanya di Indonesia, di Timur Tengah pun banyak tempat-tempat ibadah yang diledakkan oleh kelompok ISIS yang berbasis pada doktrin Wahabi Jihadi ekstrem. Seiring masuknya Wahabi dan kelompok radikal di Mesir, kasus pengerusakan gereja pun meningkat tajam. Gereja Koptik sering menjadi sasaran terorisme. Para ulama Al-Azhar dengan cepat merespon hal itu dengan menerbitkan buku berjudul Himayatul Kanais fil Islam, Menjaga Gereja dalam Islam. Dalam buku ini diterangkan bahwa:

1) Islam menghargai kebebasan keyakinan
2) Rasulullah melarang umat Islam merusak Gereja, Sinagog, dll.
3) Islam meletakkan kaidah bahwa muslim dan non muslim memiliki hak dan kewajiban yg sama sebagai warga; berhak dilindungi dan wajib melindungi sesama.
4) Melukai non muslim yg dilindungi keselamatan jiwanya sama saja melukai Allah dan Rasulullah.
5) Jika umat Islam diserang oleh non muslim, maka umat Islam berhak jihad membela diri. Namun dalam jihad tidak boleh memerangi para pendeta, perempuan, dan anak-anak. Bahkan tdk boleh merusak lingkungan dengan cara menebangi pohon2 dll.

Belandaskan prinsip-prinsip di atas maka bom bunuh diri di gereja di Samarinda dan di tempat-tempat lainnya sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin. Pelakunya tidak akan mendapatkan bidadari surga yang sering dijadikan iming-iming para teroris. Jangankan mendapat bidadari, mencium bau surga saja tidak bisa, sebagaimana sabda Nabi: “Siapa pun yg melukai non Muslim yg dilindungi maka tidak akan mencium bau surga”.

Atas dasar hukum inilah, Banser NU senantiasa menjaga gereja dari ancaman para teroris. Tindakan Banser NU ini sangatlah mulia, sebab Islam turun merahmati dan mengayomi, bukan membasmi. Islam datang merangkul, bukan memukul. Islam adalah agama kasih sayang universal. Islam datang membawa misi perdamaian serta membangun peradaban bangsa.

Untuk menghadapi ancaman terorisme, sudah selayaknya kita sebagai warga negara Indonesia terus berupaya menjaga keharmonisan kehidupan bersama. Kebhinekaan dan keanekaragaman suku, ras, dan agama harus dirawat dan dijaga sebagai kekayaan yang berharga bangsa kita.

 

15036485_10211813898441900_8047159834312608961_n


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *