PERBEDAAN PONDOK SALAFIYYAH NU DAN SALAFI WAHABI


PERBEDAAN PONDOK SALAFIYYAH NU DAN SALAFI WAHABI

PESANTREN SALAF

Pesanten Salaf adalah bentuk asli dari lembaga pesantren. Sejak pertama kali didirikan oleh Wali Songo, format pendidikan pesantren adalah bersistem salaf. Kata salaf berasal dari bahasa Arab السلف.

Kata salaf dalam pengeritan pesantren di Indonesia dapat dipahami dalam makna literal dan sekaligus terminologis khas Indonesia. Secara literal, kata salaf dalam istilah pesantren adalah kuno, klasik dan tradisional sebagai kebalikan dari pondok modern.

Secara terminologi, pesantren salaf adalah sebuah pesantren yang mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada para santri meliputi Al-Quran, hadits, fikih, akidah, akhlak, sejarah Islam, faraidh (ilmu waris Islam), ilmu falak, ilmu hisab, dan lain-lain. Semua materi pelajaran yang dikaji memakai buku berbahasa Arab yang umum disebut dengan kitab kuning, kitab gundul, kitab klasik atau kitab turats.
Metode Belajar Mengajar

Metode belajar mengajar di pesantren salaf terbagi menjadi dua yaitu metode sorogan dan bandongan. Metode sorogan adalah sistem belajar mengajar di mana santri membaca kitab yang dikaji di depan ustadz atau kyai. Sedangkan sistem bandongan adalah kyai membaca kitab yang dikaji sedang santri menyimak, mendengarkan dan memberi makna pada kitab tersebut. Metode sorogan dan bandongan merupakan metode klasik dan paling tradisional yang ada sejak pertama kali lembaga pesantren didirikan dan masih tetap eksis dan dipakai sampai saat ini.

Adapun metode klasikal adalah metode sistem kelas yang tidak berbeda dengan sistem modern. Hanya saja bidang studi yang diajarkan mayoritas adalah keilmuan agama.
Ciri Khas Kultural  dan Administratif

Ciri khas kultural yang terdapat dalam pesantren salaf yang tidak terdapat dalam pondok modern antara lain:

  • Santri lebih hormat dan santun kepada kyai, guru dan seniornya.
  • Santri senior tidak melakukan tindak kekerasan pada yuniornya. Hukuman atau sanksi yang dilakukan biasanya bersifat non-fisikal seperti dihukum mengaji atau menyapu atau mengepel, dll.
  • Dalam keseharian memakai sarung.
  • Berafiliasi kultural ke Nahdlatul Ulama (NU) dengan ciri khas seperti fikih bermadzhab Syafi’i, akidah tauhid Asy’ariyah Maturidiyah, tarawih 20 rakaat plus 3 rokaat witir pada bulan Ramadan, baca qunut pada shalat Subuh, membaca tahlil pada tiap malam Jum’at, peringatan Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj.
  • Sistem penerimaan tanpa seleksi. Setiap santri yang masuk langsung diterima lama. Sedangkan penempatan kelas sesuai dengan kemampuan dasar ilmu agama yang dimiliki sebelumnya.
  • Biaya masuk pesantren salaf umumnya jauh lebih murah.
  • Infrastruktur lebih sederhana.

Ciri Khas Kualitas Keilmuan

Santri pesantren salaf memiliki kualitas keilmuan yang berbeda dengan santri pondok modern antara lain sebagai berikut:

  1. Menguasai kitab kuning atau literatur klasik Islam dalam bahasa Arab dalam berbagai disiplin ilmu agama.
  2. Menguasai ilmu gramatika bahasa Arab atau Nahwu, Sharaf, balaghah (maany, bayan, badi’), dan mantiq secara mendalam karena ilmu-ilmu tersebut dipelajari serius dan menempati porsi cukup besar dalam kurikulum pesantren salaf di samping fikih madzhab Syafi’i.
  3. Dalam memahami kitab bahasa Arab santri salaf memakai sistem makna gandul dan makna terjemahan bebas sekaligus.

PONDOK MODERN

Pondok modern adalah antitesa dari pesantren salaf. Sistem ini dipopulerkan pertama kali oleh Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo yang kemudian diduplikasi di pesantren lain yang memakai label modern. Pondok Modern disebut juga dengan pesantren kholaf (modern).
Metode Belajar Mengajar

  • Umumnya memakai sitem klasikal.
  • Ilmu umum dan agama sama-sama dipelajari.
  • Penekanan pada bahasa asing Arab dan Inggris percakapan.
  • Penguasaan kitab kuning kurang.
  • Sebagian memakai kurikulum sendiri seperti Gontor. Sedangkan sebagian yang lain memakai kurikulum pemerintah.

Ciri Khas Kultural dan Administratif

  • Lebih disiplin dan lebih agresif.
  • Mirip dengan sistem militer, santri senior mendominasi. Kekerasan menjadi budaya dalam memberi sanksi pada santri yunior.
  • Sopan santun agak kurang setidaknya menurut standar pesantren salaf.
  • Pendaftaran dengan sistem seleksi sehingga tidak semua calon santri diterima.
  • Biaya masuk umumnya lebih tinggi dari pesantren salaf.
  • Ada daftar ulang setiap tahun layaknya sistem administrasi di sekolah.
  • Secara finansial lebih tercukupi karena biaya relatif tinggi dibanding salaf.

Kualitas Keilmuan

  • Pintar berbahasa Arab percakapan tapi kurang dalam kemampuan penguasaan literatur kitab kuning karya para ulama salaf.
  • Kemampuan membaca kitab gundul kurang.
  • Kemampuan memahami Al-Quran dan tafsirnya kurang.
  • Kemampuan dan pengetahuan tentang hadis dan ilmu hadis kurang.
  • Kemampuan dalam ilmu fikih dan ushul fiqih sangat kurang.
  • Kemampuan ilmu gramatika Bahasa Arab seperti Nahwu, sharaf, balaghah, mantiq, kurang.

ASSALAFIYYAH MLANGI MEMADUKAN SALAF DAN MODERN

Sebagai pendidikan yang menganut sistem Salafiyyah/tradisional, selama ini Pesantren Assalafiyyah Mlangi telah berusaha mempertahankan pembelajaran ilmu-ilmu keislaman klasik warisan ulama salaf. Namun seiring perkembangan zaman dan tuntuntan kondisi dan situasi, Pesantren Assalafiyah Mlangi terdorong untuk terus menjaga tradisi keilmuan klasik sembari mengembangkan wawasan pengetahuan umum yang modern. Upaya konservasi tradisi dan modernisasi ini merupakan bentuk perwujudan dari prinsip al-muhafadhah ‘ala al-qadim al-shalih wal akhdhu bi jadid al-ashlah (menjaga tradisi keilmuan klasik yang baik dan mengadopsi keilmuan modern yang lebih baik). Assalafiyyah Mlangi kini memadukan antara sistem salaf di pesantren dan sistem modern di Madrasah Tsanawiyyah dan Aliyah.

 

PESANTREN SALAFI WAHABI

Ciri khas yang paling mudah diketahui dari ponpes Wahabi adalah: tidak ada qunut saat shalat subuh dan tidak ada tahlilan pada malam Jumat serta tidak ada materi pelajaran tasawuf dan tauhid Asy’riyah.

Istilah Salafi ada dua macam. Pertama, Salafi sebagai sinonim dari salaf atau salafiyah. Sebagian pesantren NU juga memakai istilah Salafi.  Kedua, salafi sebagai gerakan yang dikampanyekan oleh kelompok Islam radikal yang bernama gerakan Wahabi. Pesantren Salafi dengan makna kedua ini berbeda jauh dengan pesantren salaf (tanpa ‘i’) atau salafiyah. Keduanya berbeda jauh bagaikan langit dan bumi. Pesantren Wahabi Salafi adalah pesantren yang akidahnya menganut idelogi Wahabi Arab Saudi yang radikal. Akan tetapi mereka lebih suka menyebut dirinya dengan Pesantren Salafi, bukan Pesantren Wahabi. Atau, Salafi Wahabi. Itulah sebabnya banyak kalangan muslim NU (Nahdlatul Ulama) yang merasa tertipu ketika masuk ponpes Wahabi Salafi yang dikira berfaham salaf atau salafiyah tapi ternyata berfaham Wahabi.

Kalau pesantren salaf atau salafiyyah lebih terkait dengan metode pendidikan yang berada di sebuah pesantren, sedangkan Pesantren Salafi lebih bermakna sebuah pesantren yang berideologi Wahabi atau Wahabi Salafi.
Akidah dan Ciri Khas Pesantren Salafi Wahabi

Akidah pesantren Salafi Wahabi sama dengan akidah gerakan Wahabi itu sendiri yang ciri khasnya sebagai berikut:

  • Doktrin tauhid sebagaimana yang diajarkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab, pendiri Wahabi yang mengambil inspirasi dari Ibnu Taimiyah. Salah satu ciri khasnya adalah pembagian tauhid menjadi tiga yakni tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid al-asma was shifat.
  • Dalam bidang fikih umumnya merujuk pada madzhab Hanbali. Yang salah satu ciri khasnya yang menonjol adalah tidak ada qunut waktu shalat subuh, dan tidak najisnya kotoran hewan. Walaupun dalam bidang tertentu seperti soal talak dan tawasul mereka berbeda pendapat dengan mazhab Hanbali.
  • Dalam persoalan hukum baru, mereka merujuk pada pandangan ulama fikih kontemporer mereka yaitu Abdullah bin Baz, Ibnu Uthaimin, Al-Bani (dalam soal hadits), Al-Fauzab, dan lain-lain. Banyak dari ulama utama Wahabi ini yang cenderung bermazhab Zhahiri, yaitu mazhab yang tidak mengakui adanya qiyas sebagai salah satu sumber hukum Islam.
  • Dalam bidang tauhid, mereka mengikuti doktrin Ibnu Taimiyah yang dikenal sebagai kaum mujassimah (menganggap Allah itu punya fisik dan bertempat tinggal seperti makhluk) suatu pandangan yang menurut ulama Ahlussunnah Wal Jamaah dianggap sesat.
  • Menyebarkan ajaran yang mereka klaim sebagai  “kemurnian Islam” seperti era Salafus Sholeh dan mengkritik keras praktik umat Islam yang dianggap tidak murni dengan label bid’ah, syirik, dan kufur.  Suatu klaim yang tidak berdasar. Yang benar adalah ajaran mereka bukan meniru Salafussoleh, tapi meniru Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahab yang baru lahir pada abad ke-18 masehi (bukan golongan ulama salaf).
  • Praktik yang dianggap bid’ah dan syirik oleh Wahabi antara lain tahlil, ziarah kubur, peringatan Maulid Nabi, peringatan Isra’ Mi’raj, peringatan 1 Muharam, dll.
  • Menolak kritik dari luar dan menyebut pengkritiknya sebagai Syiah Rafidhah atau konspirasi Zionisme Yahudi atau Freemason, padahal, sebaaliknya, Saudi Wahabilah yang sangat mesra dengan Israel.
  • Radikalisme dan terorisme berakar dari kelompok wahabi.

Wahabi Bukan Ahlussunnah

Kaum fanatik Wahabi keberatan kalau mereka disebut Wahabi. Inginnya, mereka disebut Salafi. Namun, penyebutan Wahabi sudah ada sejak Muhammad bin Abdul Wahab membuat aliran tersebut. Bahkan tidak sedikit dari para ulama yang menganggap bahwa aliran Wahabi bukan bagian dari kelompok Ahlussunnah Wal Jamaah.

Ash-Shawi dalam Hasyiyah ‘ala Tafsir al-Jalalain 3/307 menyatakan bahwa Wahabi adalah sama dengan kaum Khawarij yang suka menghalalkan darah saudaranya sesama muslim. Sedangkan Ibnu Abidin Al-Hanafi dalam kitab Hasyiyah Radd al-Muhtar 4/262 menyatakan bahwa pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab adalah kaum Khawarij modern.
Sistem dan Metode Pendidikan Wahabi

Sistem pendidikan yang dianut pada pesantren Salafi umumnya sistem modern dalam arti memberlakukan pendidikan formal dari Playgroup, TK sampai  perguruan tinggi. Walaupun ada juga program Tahfidz Al-Quran di sebagian pesantren salafi seperti Al-Bukhori Solo.
Daftar Pesantren Salafi Wahabi

Berikut beberapa Pesantren Wahabi. Silahkan tambahkan daftar ini di kotak komentar apabila terdapat ponpes Salafi di tempat Anda.

Tujuan membuat daftar pesantren Wahabi ini ada dua: (a) Agar kaum Wahabi tidak kerepotan dalam mencari pesantren untuk anak-anak mereka; (b) agar wali santri kalangan NU tahu tidak terjerumus atau terperangkap masuk ke dalam pesantren mereka. Kasihan kalau sudah bayar mahal ternyata salah masuk, bukan?

  1. Ma’had Imam Buhori Solo
    2. Ma’had Al-Ukhuwah Sukoharjo
    3. Ma’had Ibnu Abas Sragen
    4. PONPES Islam Al-Irsyad Semarang
    5. Ma’had Al-Furqon Gresik
    6. Ma’had Ali Bin Abi Thalib Surabaya
    7. Sekolah Dirosah Islamiyah Sumbersari
    8. Ma’had Al-Qudwah Kediri
    9. Ma’had Abu Huroiroh Mataram
    10. Ma’had Al-Furqon Pekanbaru
    11. PONPES Salman Al-Farisi Kediri
    12. Ma’had Imam Syafi’i Banyuwangi
    13. Ma’had Minhajul Sunnah Bogor
    14. Yatim Ibnu Taimiyah Bogor
    15. Ma’had Hidayatunnajah Bekasi
    16. Ma’had Ibnu Hajar Jakarta Timur
    17. Ma’had Madinatul Qur’an Bogor
    18. Ma’had Ummahatul Mu’minin Jakarta Pusat
    19. Ma’had Riyadusholihin Pandeglang
    20. Ma’had Al-Ma’tuq Sukabumi
    21. Ma’had Rahmatika Al-Atsary Subang
    22. Ma’had Assunah Cirebon
    23. PONPES Annajiyah Bandung
    24. Ma’had Assunnah Tasikmalaya
    25. Ma’had Ali Imam Syafi’i Cilacap
    26. Islamic Center Ibnu Bin Baz Yogyakarta
    27. Ma’had Jamilurrohman Yogyakarta
    28. Pesantren Al I’tishom, Karawang, Jawa Barat
    29. Mahad Ali Al’irsyad, Surabaya , Jawa Timur.
    30. Pondok Pesantren Al Ukhuwah, Sukoharjo, Jawa Tengah
    31. Pesantren Imam Syafii, Cilacap, Jawa Tengah
    32. Yayasan Mutiara Islam, Bogor , Jawa Barat
    33. Yayasan Qolbun Salim, Malang , Jawa Timur
    34. Yayasan Al Sofwa, Jakarta
    35. Mahad Ibnu Abbas As Salafi, Solo, Jawa Tengah
    36. Ar-Rahmah, Malang.
    37. Dan lain-lain

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *