E-SANTRI PLUS E-MONEY BRIZZI, Sistem Uang Saku Santri Era Millenial


Pada awal November 2017 Pesantren Assalafiyyah Mlangi telah bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cikditiro Yogyakarta untuk meningkatkan pelayanan pendidikan dan perekonomian pesantren. Setiap santri memiliki BRI Virtual Account (BRIVA) yang digunakan untuk pembayaran biaya pendidikan, katering, loundry, dan pengiriman uang saku. Dengan sistem canggih ini, para wali santri yang berada di seluruh penjuru Indonesia dapat dengan mudah membayar biaya pendidikan dan mengirimkan uang saku putra-putrinya yang sedang menuntut ilmu di pesantren tanpa harus berkunjung ke pesantren setiap bulannya.

Setelah wali santri mentransfer uang saku, maka pihak pengurus pondok akan memasukkan uang saku tersebut ke dalam Kartu Brizzi Assalafiyyah. Kartu Brizzi Assalafiyyah adalah uang elektronik dari Bank BRI yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran non tunai di kantin, koperasi SMART (Salafiyyah Mart, dan loundry Assalafiyyah). Kartu Brizzi Assalafiyyah agar dapat digunakan sebagai alat pembayaran maka sebelumnya diisi dahulu (Top up) oleh pengurus melalui ATM atau bisa juga di merchant yang tersedia.

Para santri menyambut dengan antusias sistem ini. “Sistem ini sangat membantu, dengan adanya kartu BRIZZI Assalafiyyah ini, kita tidak perlu menukar uang, apabila kami tidak mempunyai uang receh untuk kembalian. Dengan sistem settelment, kami sebagai petugas koperasi juga dengan mudah mengetahui pemasukan koperasi setiap harinya. Tidak perlu pusing menghitung pemasukan” ucap salah seorang petugas SMART. Santri-santri yang lain menilai sistem ini adalah “fenomena santri zaman now” yang efisien dan simple. Transaksi kebutuhan santri menjadi mudah dengan cara ini. Sebagian santri juga ada yang berpendapat bahwa belanja dengan Brizi sangat asyik, sebab katanya kwintansi akan diundi di akhir semester dan yang mendapat undian akan mendapatkan hadiah dari BRI. Horeee.

Menurut Bapak Irwan Masduqi, Lc. M. Hum, pimpinan Assalafiyyah, kerjasama dengan BRI ini saling menguntungkan, sebab pesantren juga butuh sistem yang dapat mengatur keuangan santri, sistem yang transparan dan accountable, mengantisipasi pemborosan, meminimalisir pelanggaran peraturan pondok yang diakibatkan transaksi tunai.

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *