Sistem Kupon Uang Saku di Assalafiyyah


Untuk menanggulangi pemborosan dan pencurian, maka pengurus pesantren mewajibkan penitipan uang saku untuk makan, jajan, laundry, dan kebutuhan lainnya kepada petugas yang telah ditunjuk oleh pesantren. Uang saku setiap hari “tidak boleh lebih” dari Rp. 25.000 (Perkiraan rincian alokasi: makan 3x Rp. 15.000 + jajan Rp 6.000 + laundry Rp 4.000 = Rp 25.000). Namun agar tidak boros, sebaiknya uang saku murid kurang dari Rp. 25.000 sesuai kemampuan orang tua/wali murid masing-masing. Murid dapat meminta uang saku tambahan kepada petugas untuk membeli perlengkapan alat belajar, perlengkapan mandi, dll, jika ada persetujuan dari orang tua melalui sms ke petugas uang saku.

Waktu Pembagian Uang Saku. Setiap pagi sebelum masuk sekolah (06.00 – 07.00), petugas uang saku akan membagikan kepada murid-murid.

Cara Pembayaran Uang Saku. Pembayaran uang saku dapat melalui petugas jaga di kantor pada jam kerja 07.00-13.00 atau melalui transfer dengan langkah berikut ini:

  • Transfer ke rekening yang ditunjuk oleh Yayasan
  • Untuk mempermudah petugas, dianjurkan nominal uang yang ditransfer ditambah dengan bilangan recehan di belakang. Contoh, jika bapak/ibu akan mengirim Rp. 500.000, maka ditulis Rp. 500.150 atau bilangan recehan lainnya.
  • Setelah transfer, orang tua/wali murid wajib mengirim pemberitahuan kepada petugas uang saku ke no hp petugas. Format sms: “ Transfer uang saku untuk …. (nama murid)… Rp. ………………Tgl…..Pukul……Wass
  • Setelah orang tua mengirim pemberitahuan melalui sms, maka petugas uang saku akan mengecek dan mencocokkan dengan bukti transfer melalui sms banking, mobile banking, dan internet banking.
  • Setelah proses pembayaran langsung tunai maupun transfer dilakukan, maka keesokan harinya petugas akan membagikan uang saku ke murid-murid.

 

KETERANGAN:

  1. UANG SAKU. Orang tua/wali dilarang keras menyerahkan uang saku langsung kepada putra-putrinya. Jika larangan ini dilanggar, kemudian terjadi kehilangan atau pemborosan, maka pengurus pesantren tidak akan bertanggungjawab.
  2. Apabila ada murid yang ketahuan membawa uang sakunya sendiri tanpa penitipan, maka pengurus pesantren berhak menyitanya lalu disumbangkan untuk pembangunan pondok. Hal ini semata-mata demi keamanan dan menanggulangi pemborosan.
  3. Petugas uang saku berhak membelanjakan uang saku murid untuk membelikan seragam/sepatu yang rusak/hilang dan keperluan mendesak seperti berobat dan lain-lain setelah mendapatkan izin dari orang tua melalui sms/whatsapp

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *